TRIBUNNEWSWIKI.COM - Setelah dua hari dinyatakan sembuh dari virus corona dan bisa pulang ke rumah, pria ini justru meninggal dunia.
Dilansir oleh Covid-19.go.id, hingga Sabtu (18/4/2020) tercatat sudah dilaporkan total 6.248 kasus Covid-19 di Indonesia.
Sementara itu 535 orang dinyatakan meninggal dunia dan 631 orang dinyatakan sembuh.
Ada satu kisah seorang pasien yang telah dinyatakan sembuh dan bisa pulang ke rumah justru meninggal dunia.
Ia adalah seorang pria asal Lumajang berinisial AZ.
Baca: Benarkah Pasien Pulih dari Covid-19 Punya Kekebalan Tubuh? Ini Jawaban WHO
Baca: China Merevisi Jumlah Kematian Akibat Covid-19, WHO: Akan Ada Banyak Negara Melakukan Hal Serupa
Seperti yang dilansir oleh kompas.com pada Jumat (17/4/2020), sebelumnya AZ merupakan pasien yang mendapat perawatan di ruang isolasi di RSUD dr Haryoto Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Setelah menerima perawatan sebagai pasien positif Covid-19, AZ akhirnya dinyatakan sembuh oleh pihak dokter dan RS.
Seperti pasien virus corona lainnya yang dinyatakan sembuh, AZ bisa pulang ke rumahnya namun tetaap diminta untuk melakukan karantina secara mandiri.
Sayangnya, setelah kabar baik dirinya sembuh, kabar buruk datang dua hari setelahnya.
AZ dikabarkan meninggal dunia setelah balik ke rumahnya.
"Pasien positif corona yang telah dinyatakan sembuh atas nama AZ dari Kecamatan Randuagung pagi ini meninggal dunia," kata Bupati Lumajang Thoriqul Haq dilansir dari Antara pada Jumat (17/4/2020).
Dari informasi yang didapat, pasien tersebut sebelumnya telah dirawat selama 14 hari di ruang isolasi RSUD dr Haryoto.
Karena kondisinya dianggap sudah sehat secara klinis oleh tim medis dan dua kali hasil tes swab juga dinyatakan negatif, maka yang bersangkutan diperbolehkan pulang untuk melakukan karantina mandiri sesuai prosedur penanganan pasien Covid-19.
"Dari dua kali swab dengan hasil negatif tersebut dapat dinyatakan sembuh dan bisa dipulangkan dengan prosedur karantina mandiri selama seminggu."
"Tentu, seluruh ikhtiar dan tahapan prosedur telah dilakukan," ujarnya.
Atas meninggalnya pasien tersebut, pihaknya mengaku turut berduka cita dan akan mengupayakan langkah terbaik untuk menghormati jenazah dalam proses pemakaman.
Thoriq juga meminta masyarakat untuk tetap menjaga jarak dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
"AZ menjadi duka yang bertambah bagi seluruh langkah penanganan virus corona yang semakin unpredictable."
"Yang terbaik hari ini adalah melakukan pencegahan dengan menggunakan masker, cuci tangan, berada di rumah, jaga jarak, hidup bersih, jaga imunitas, dan jaga kesehatan," kata Thoriq.
Baca: Begini Reaksi Donald Trump Tanggapi Dugaan Asal Muasal Virus Corona dari Laboratorium Wuhan China
Kasus yang menimpa AZ jarang terjadi
Memang ada beberapa kasus pasien virus corona yang terinfeksi lagi. Namun jarang ada yang meninggal dunia.
Umumnya mereka menerima perawatan lagi.
Untuk kasus pasien yang terinfeksi virus corona lagi setelah dinyatakan sembuh juga belum diketahui penyebabnya.
Para ahli mengatakan sangat jarang ada kasus orang yang terinfeksi untuk kedua kalinya.
"Saya tidak mengatakan bahwa infeksi ulang tidak dapat terjadi, tidak akan pernah terjadi.”
“Akan tetapi dalam waktu sesingkat itu tidak mungkin," kata Florian Krammer, seorang ahli virus di Fakultas Kedokteran Icahn di Gunung Sinai di New York.
Baca: 46 Tenaga Medis RSUP Dr Kariadi Positif Corona, Tertular Saat Tangani Pasien Melahirkan
Kemungkinan besar pasien ‘yang terinfeksi ulang’ masih menyimpan virus dengan kadar rendah ketika mereka keluar dari rumah sakit.
Ini mungkin karena pengujian yang gagal saat dia melakukan tes.
Hanya saja, Krammer meragukannya. Dia yakin jumlahnya tidak akan banyak.
Untuk berjaga-jaga, dia menyatakan jika seseorang dinyatakan sembuh, dia tetap harus berdiam diri di dalam rumah selama beberapa hari hingga mereka tidak menunjukkan gejala serupa.
Selain itu, standar yang digunakan setiap negara guna menyatakan seorang pasien yang sudah positif virus corona ‘sembuh’ dan diizinkan keluar dari rumah sakit sangat ketat.
Ada tes diagnostik PCR yang sangat sensitif.
“Bahkan tes PCR ini dapat mendeteksi sisa-sisa virus campak berbulan-bulan setelah orang yang memiliki penyakit berhenti menumpahkan virus menular,” kata Dr. Krammer.
Kemungkinan lain adalah bahwa tes yang dilakukan pasien sangat buruk atau sampel disimpan pada suhu di mana virus memburuk.
"Tes negatif bukan berarti bahwa tidak ada lagi virus pada orang itu,” tegas Marc Lipsitch, seorang ahli epidemiologi di Harvard.
Baca: Sempat Dipandang Berhasil Tangani Covid-19, Hokkaido Kewalahan Hadapi Gelombang Kedua Virus Corona
Baca: Update Pasien Virus Corona 18 April 2020 di Seluruh Dunia, Total 569.270 Orang Sembuh
(Kompas.com/Setyo Puji)(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Al Farid)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pasien Corona Meninggal Usai Dinyatakan Sembuh 2 Hari Sebelumnya"