Pemerintah Blokir Ponsel Black Market, Ini yang Harus Dilakukan Agar Gawai Tetap Bisa Digunakan

Pemerintah akan mulai mengimplementasikan regulasi pemblokiran ponsel black market (BM) melalui nomor IMEI pada Sabtu, (18/4/2020).


zoom-inlihat foto
ilustrasi-tampilan-logo-instagram-di-smartphone.jpg
TribunnewsWiki.com/Ahmad Nur Rosikin
Ilustrasi smartphone


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemerintah Blokir Ponsel Black Market, Ini yang Harus Dilakukan Agar Gawai Tetap Bisa Digunakan.

Pemerintah bakal melaksanakan regulasi pemblokiran ponsel black market (BM) melalui nomor IMEI mulai Sabtu, (18/4/2020).

Ponsel bernomor IMEI-nya yang tidak terdaftar di database Kementerian Perindustrian, bakal diblokir.

Secara otomatis tidak bisa terhubung dengan jaringan seluler di Indonesia.

Meski demikian, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengingatkan bahwa regulasi ini berlaku ke depan, bukan berlaku surut.

Dengan demikian, regulasi ini hanya berlaku untuk ponsel BM yang baru diaktifkan setelah tanggal 18 April 2020.

Artinya, pemilik ponsel BM yang sudah menggunakan ponsel tersebut (sudah terpasang kartu SIM dan terhubung dengan operator seluler) sebelum 18 April 2020, tidak harus melakukan apa-apa.

Pasalnya, perangkat masih akan dapat berjalan dengan normal sebagaimana biasanya.

Baca: Mulai Besok, Pemerintah Blokir Ponsel Black Market, Tidak Bisa Digunakan Lagi di Indonesia

Baca: iPhone SE 2016 vs iPhone SE 2020, Apa Perbedaannya? Cek Spesifikasi dan Harganya di Sini

Hanya saja, pemilik ponsel BM yang masih dalam kondisi belum diaktifkan (belum terpasang kartu SIM), wajib mengaktifkan ponsel tersebut dan memasang kartu SIM sebelum tanggal 18 April 2020.

Hal tersebut harus dilakukan agar nomor IMEI pada ponsel tersebut dapat segera tercatat di database, sebelum regulasi ini diberlakukan.





Halaman
1234






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved