Jumlah Kasus Covid-19 di Indonesia Terus Naik, Ahli : Akankah Jadi 'Italia' di Asia Tenggara?

Para ahli memperingatkan, kasus virus corona di Indonesia bisa mengalami hal yang sama dengan kasus Covid-19 di Italia


zoom-inlihat foto
pasien-yang-berstatus-pdp-virus-corona-covid-dari-kabupeten-luwu.jpg
RSUD Sawerigading via TribunPalopo
Pasien yang berstatus PDP dari Kabupeten Luwu dirujuk ke Rumah Sakit Umum Sawerigading Kota Palopo, Sabtu (21/3/2020).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Angka kematian akibat virus corona (Covid-19) di Indonesia terus bertembah.

Hingga Jumat (17/4/2020), total kematian di Indonesia akibat Covid-19 tercatat sebanyak 496.

Sedangkan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia telah menembus angka 5.516.

Dilansir oleh South China Morning Post (SCMP), terkait hal tersebut, para ahli yang memodelkan virus corona di Indonesia memperingatkan, ekonomi terbesar di Asia Tenggara itu dapat 'menuju jalan yang sama' dengan Italia.

Yakni gagal dengan cepat menerapkan langkah-langkah untuk mengisolasi daerah-daerah yang terkena dampak dan membatasi pergerakan populasi.

Bahkan, bisa juga lebih parah.

"Infeksi virus corona di Indonesia mungkin memuncak pada 95.000 antara awal Mei dan awal Juni," kata penasihat satuan tugas Covid-19 pemerintah Wiku Adisasmito, Kamis (16/4/2020) seperti dikutip dari SCMP.

Sementara itu, pemodelan lain yang dilakukan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia telah memperingatkan bahwa mungkin ada lebih dari 140.000 kematian dan 1,5 juta kasus di seluruh negeri pada bulan Mei, kecuali jika pemerintah mengambil tindakan lebih keras.

Baca: Belgia Catat Kematian Tertinggi COVID-19 di Uni Eropa, PM Sophie Wilmes: Data Kami Transparan Penuh

Baca: Selain Mudik ke Korea, Shin Tae-yong Ikut Kritisi Buruknya Penanganan Pandemi Corona di Indonesia

"Ini bisa menjadi (Italia lain) jika intervensi pemerintah terus berada dalam kategori intervensi ringan hingga sedang dan bukan skala tinggi," kata Iwan Ariawan dari biostatistik UI.

Virus corona di Indonesia juga telah merenggut nyawa banyak profesional medis, sebagaimana yang terjadi di Italia.

Setidaknya 22 dokter, 10 perawat dan enam dokter gigi telah meninggal pada hari Senin, sementara Italia telah melaporkan kematian lebih dari 100 dokter.

Iwan mengatakan, timnya sedang mencari data tambahan tentang total kematian di Indonesia, karena perhitungan "tidak akurat" menutupi dampak sebenarnya dari Covid-19.

 “Daripada menggunakan istilah 'Italia berikutnya', saya lebih suka [katakanlah Indonesia] cenderung memiliki lebih banyak kasus daripada Italia,” kata Muhammad Habib Abiyan Dzakwan, peneliti dari unit penelitian penanggulangan bencana Center for Strategic and International Studies (CSIS).

Dia mengatakan, Indonesia memiliki populasi yang jauh lebih besar daripada bangsa Eropa, yang dengan sendirinya akan berkontribusi pada jumlah kasus yang lebih tinggi.

Ilmuwan Indonesia juga memperingatkan bahwa angka infeksi aktual mungkin sekitar 10 kali lebih tinggi dari angka resmi, mengingat tingkat pengujian yang rendah di negara berpenduduk 270 juta ini.

Hingga saat ini, lebih dari 36.000 orang telah diuji atau hanya 0,01 persen dari populasi.

Saat ini, pemerintah juga tengah berupaya meningkatkan pengujian menjadi 10.000 orang per hari.

Baca: Provinsi Jawa Timur Jadi Wilayah dengan Kesembuhan Covid-19 Tertinggi di Indonesia, Ini Rinciannya

Baca: UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia Hingga Jumat 17 April 2020 Pagi: 5.516 Terkonfirmasi

"Yang pasti jumlah orang dengan Covid-19 jauh lebih tinggi ... 85 persen orang dengan Covid-19 tidak memiliki gejala dan mereka tidak dapat dideteksi dengan sistem pengujian saat ini, yang terbatas," kata Iwan dari Universitas Indonesia .

"Prioritas diberikan kepada orang-orang dengan gejala atau yang memiliki riwayat kontak dengan orang-orang positif Covid-19."

Habib dari CSIS mengatakan, masih banyak orang yang mengabaikan social distancing.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved