Hal ini dijelaskan dalam sebuah jurnal yang diterbitkan American Journal of Clinical Pathlogy.
Setelah mengautopsi dua pasien positif Covid-19 ditemukan lapisan lendir tebal seperti cat yang melapisi paru-paru pasien Covid-19.
“Saluran udara atas dan bawah adalah. . . dilapisi oleh mukosa berwarna pucat yang halus, berkilau, ”tulis para penulis, dokter dari Cleveland Clinic, dalam penelitian tersebut, dikutip dari NYPost.
Dokter di Oklahoma memeriksa dua pria yang dites positif virus corona setelah mereka meninggal.
Salah satunya adalah pria berusia 77 tahun yang memiliki gejala selama tujuh hari, tetapi tidak pernah mendapatkan perawatan atau diagnosis resmi sebelum ia meninggal.
Karena dia meninggal tanpa menerima bantuan ventilator, para peneliti dapat melihat apa yang terjadi ketika virus tidak diperiksa.
Mereka menemukan bahwa zat mirip lendir di kantong udara paru-paru yang menyebabkan peradangan besar di saluran udara.
"Itulah sebabnya mereka tidak bisa bernapas karena sangat sulit untuk mendapatkan oksigen melalui dinding tebal itu," kata Dr. Sanjay Mukhopadhyay, direktur patologi paru di Klinik Cleveland, mengatakan kepada Cleveland19.com.
Pasien lain, seorang pria gemuk berusia 42 tahun dengan kondisi yang sudah ada sebelumnya, juga dites positif COVID-19 setelah dia meninggal.
Namun, dokter menemukan bahwa dia benar-benar mati karena pneumonia, bukan dari coronavirus itu sendiri.
Dia tidak memiliki lapisan seperti cat di paru-parunya.
Hingga kedua otopsi tersebut dilakukan.
Dalam otopsi tersebut tidak ditemukan kasus virus corona menyebabkan peradangan jantung.
Baca: Update Pasien Virus Corona hingga 16 April 2020 di Seluruh Dunia: Total 2.049.888 Kasus
Para ahli juga berteori bahwa virus dapat menyebabkan pembekuan darah.
Akan tetapi, tidak ada bukti terkait hal tersebut.
Para ahli menyebut tidak ada obat khusus untuk dapat mengobati penyakit ini.
"Kami tidak memiliki obat antivirus yang baik sejauh ini, tetapi ketika kami mendapatkannya, itu akan menjadi cara untuk mengobatinya." kata Mukhopadhyay.
Penemuan ini menjadi penelitian terbaru dalam meneliti lebih lanjut tentang Covid-19.
(TRIBUNNEWSWIKI/Afitria)
Artikel ini juga tayang di Tribunnews.com dengan judul Virus Corona Disebut Tak Hanya Menyerang Paru-paru, Tetapi Bisa Merusak Jatung, Ginjal, dan Hati