Polisi Dalami Kasus Pria yang Mengaku Ketua Anarko Sindikalis

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jerry Siagian mengatakan, polisi tengah menyelidiki pernyataan yang dilontarkan Pius tersebut.


zoom-inlihat foto
pengakuan-seorang-pemuda-yang-menyebut-sebagai-ketua-anarko-sindikalis-dengan-inisial-a1.jpg
twitter @lord_kobra
Pengakuan seorang pemuda yang menyebut sebagai Ketua Anarko Sindikalis dengan inisial A1. Ia juga menyebut nama-nama para anggtanya yang sembua diberi inisiap A1 A2 A3 A4. Netizen jadi inget ukuran kertas. (twitter @lord_kobra)


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Di tengah pandemi virus corona ada oknum yang dianggap memperkeruh suasana dengan mengangkat isu vandalisme.

Warganet dikagetkan dengan video viral berdurasi pendek dimana seorang pria mengaku sebagai Ketua Anarko Sindikalis.

Keberadaan kelompok tersebut mencuat karena penangkapan sejumlah orang terkait vandalisme provokalif di wilayah Tangerang, Banten.

Namun, video tersebut justru membuat warganet geli.

Sang ketua mengawali video dengan menyebut namanya, Pius yang lahir di Ambon pada 1995.

Dalam video itu tampak seorang pemuda tersebut bertato huruf A di dada.

"Saya adalah A1, saya ketua Anarko Sindikalis Indonesia dengan tujuan tatanan dunia baru tanpa pemerintah," ungkapnya.

Baca: Perizinan PSBB untuk Daerah Terlalu Rumit, Komnas HAM Mengkritik Kebijakan Pemerintah Pusat

Baca: Puasa Memiliki Banyak Manfaat bagi Kesehatan, namun Orang-orang Ini Tak Disarankan Berpuasa

Dia pun mengatakan bahwa dirinya dijuluki A1, serta menyebutkan beberapa rekannya.

"Saya punya A1 adalah saya" katanya sambil menunjukkan huruf A besar di dadanya.

Saya punya A2 bernama Johan yang bertugas dalam pencarian dana,

Saya punya A3 Andreas yang bertugas sebagai koordinator lapangan,

A4 Saman Naloho bertugas pemberi doktrin,” kata Pius dalam video tersebut.

Diduga video tersebut diambil saat sang pemuda berada di kantor polisi.

Karena terdengar suara pertanyaan seperti interograsi.

Dikutip dari Kompas.com, saat dikonfirmasi kepada aparat Kepolisian, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jerry Siagian mengatakan, polisi tengah menyelidiki pernyataan yang dilontarkan Pius tersebut.

Kini, penyelidikan kasus tersebut ditangani oleh jajaran Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

"Itu video sudah kita kasih ke (Subdit) Kamneg sebagai bahan penyidikan mereka," kata Jerry.

Jerry menjelaskan, awalnya Pius ditangkap oleh jajaran Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya atas kasus pencurian.

Pius ditangkap di daerah Semanggi, Jakarta Selatan, Minggu (12/4/2020) kemarin.

Pengakuan seorang pemuda yang menyebut sebagai Ketua Anarko Sindikalis dengan inisial A1. Ia juga menyebut nama-nama para anggtanya yang sembua diberi inisiap A1 A2 A3 A4. Netizen jadi inget ukuran kertas. (twitter @lord_kobra)
Pengakuan seorang pemuda yang menyebut sebagai Ketua Anarko Sindikalis dengan inisial A1. Ia juga menyebut nama-nama para anggtanya yang sembua diberi inisiap A1 A2 A3 A4. Netizen jadi inget ukuran kertas. (twitter @lord_kobra) (twitter @lord_kobra)

Sementara itu, pernyataan Pius yang mengaku sebagai Ketua Anarko Sindikalis itu dilontarkan saat menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

Baca: Chord Kunci Gitar Rhoma Irama - Gelandangan, Hidupku Menyusuri Jalan Sisa Orang yang Aku Makan

Baca: Video Viral Aksi Dua Polisi Berpakaian seperti Preman, Bagikan Sembako di Pinggir Jalan

Sebeumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengaku pihaknya tengah mendalami kemungkinan adanya aktor di belakang kasus ini.

“Sementara ini masih didalami terus oleh tim,

Apakah kemungkinan ada aktor di belakanganya atau pihak yang mendanai dan membiayai kelompok anarko ini,” jelas Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Senin (13/4/2020) seperti dikutip dari Wartakota Live.

Menurut Yusri, kelompok ini terstruktur meski tidak memiliki pimpinan.

"Terstruktur tapi pergerakannya menggunakan media sosial yang ada," ujarnya.

Yusri memastikan tujuan kelompok ini adalah membuat rusuh dan memancing keonaran di masyarakat.

"Waktu di Bandung 2019 lalu saat demo buruh, Mereka ini pakai baju hitam-hitam dan membakar pospol,

Artinya kelompok ini masih kami dalami semuanya," terang Yusri.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengungkap kasus vandalisme dengan memanfaatkan kondisi pandemi Covid-19 agar terjadi keonaran, di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (11/4/2020). (WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU)
Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengungkap kasus vandalisme dengan memanfaatkan kondisi pandemi Covid-19 agar terjadi keonaran, di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (11/4/2020). (WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU) (WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU)

Kasus didalami oleh Kepolisian

Sebelumnya Polda Metro Jaya memastikan masih terus mendalami kasus vandalism yang dilakukan 5 tersangka dari kelompok Anarko Sindikalis di Tangerang.

Apalagi diketahui kelompok ini berencana melakukan aksi vandalism serentak di seluruh Indonesia pada 18 April mendatang.

Kelima tersangka diamankan petugas pada Jumat, (10/4/2020) dan Sabtu (11/4/2020) dini hari.

Baca: RSUD Kabupaten Banggai Luwuk

Baca: FILM - A Thousand Words (2012)

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan, para tersangka mengaku kelompok Anarko yang memiliki paham atau ideologi anarkisme sindikalis.

"Mereka melakukan vandalisme dengan membuat tulisan provokasi dengan pilox di empat lokasi di Tangerang."

"Yang tujuannya mengajak masyarakat membuat keonaran dan melakukan penjarahan di tengah situasi wabah Covid-19 ini," ungkap Nana di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (11/4/2020).

Terjadi aksi vandalisme di kota Tangerang berisi provokator ditengah wabah virus corona, Kamis (9/4/2020) (istimewa)
Terjadi aksi vandalisme di kota Tangerang berisi provokator ditengah wabah virus corona, Kamis (9/4/2020) (istimewa) (istimewa)

Tulisan vandalisme yang mereka buat di empat lokasi itu di antaranya 'Kill The Rich' yang artinya bunuh orang kaya, 'Sudah Krisis Saatnya Membakar', serta 'Mau Mati Konyol atau Melawan'.

Empat lokasi aksi vandalisme mereka adalah di Toko di Pasar Anyar di Jalan Kiasnawi Kelurahan Sukarasa, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.

"Vandalisme berupa tulisan provokasi itu mereka buat pada Kamis 9 April 2020 malam hari," jelas Nana.

Ia mengatakan, dari tangan kelimanya diamankan sejumlah barang bukti, termasuk buku-buku mengenai paham anarkisme sindikalis.

"Paham mereka adalah anti kemapanan. Jadi mereka ini tidak puas dengan kebijakan pemerintah, sehingga memanfaatkan situasi di tengah wabah Pandemi Covid-19 ini."

"Untuk semakin membuat masyarakat resah agar terjadi keonaran, penjarahan, dan kerusuhan," tuturnya.

(TribunnewsWiki.com/SO/Kompas.com/Wartakotalive)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved