TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hampir sebagian besar sendi kehidupan ikut terdampak pandemi virus Corona, salah satunya bidang olahraga.
Virus yang berasal dari Wuhan, China itu pun kini sudah membuat berbagai ajang olahraga bergengsi berhenti sementara waktu.
Mulai dari liga-liga top sepak bola di Eropa, Basket NBA Amerika, hingga MotoGP pun terpaksa dihentikan sementara waktu oleh masing-masing penyelenggara.
Namun, ketika mayoritas masyarakat di dunia sedang berperang melawan virus Corona dengan meniadakan acara yang mengundang kerumunan mass atau kontak fisik, hal sebaliknya justru terjadi di sebuah negara Amerika Tengah, Nikaragua.
Baca: Bantu Tanggulangi Covid-19, Anak Angkat Cristiano Ronaldo asal Indonesia Lelang Jersey Asli Ayahnya
Melansir New York Times, kompetisi-kompetisi olahraga profesional di Nikaragua terus bergulir ditengah pandemi global Covid-19 yang tengah mewabah di hampir setiap negara di dunia.
Beberapa kejuaraan yang terus berlangsung di Nikaragua adalah turnamen tinju nasional, marathon, liga bisbol semi profesional dan termasuk sepak bola
La Liga Primera atau kompetisi psepak bola tertinggi di Nikaragua pun masih berlangsung dan merupakan satu-satunya liga sepak bola profesional yang bergulir di Belahan Barat bumi.
"Sungguh tak terpikirkan. Sebagai warga Nikaragua, saya sangat takut dengan segala hal di sini."
"Saya melihatnya dari perspektif kemanusiaan. Sungguh menyakitkan bahwa kami tak bisa bereaksi terhadap kenyataan ini," tutur Dennis Martinez, salah satu atlet bisbol ternama Nikaragua.
Kompetisi olahraga, yang ikut menopang roda perekonomian Nikaragua pun tetap berjalan seperti profesi-profesi lain di negara berpenduduk enam juta penduduk itu.
Tak hanya event olahraga, pemerintah Nikaragua bahkan tetap mendorong warganya untuk mengunjungi pusat hiburan dan festival-festival kepariwisataan negara tersebut.
Physical distancing, sebagai benteng awal untuk membendung Covid-19 adalah sesuatu yang sepertinya sangat sulit terjadi di Nikaragua.
Baca: Pandemi Virus Corona Buat Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi Kompak di Luar Lapangan
"Kami punya enam pusat turis yang ditangani oleh Intur, keluarga-keluarga bisa masuk bebas biaya untuk menghabiskan hari, berendam, atau beristirahat sejenak," tutur Nitzia Castro, perwakilan dari Intur (Institut Turisme Nikaragua), seperti dikutip dari El 19 Digital.
Hingga kini, Nikaragua menjadi satu-satunya negara Amerika Tengah yang tak mengumumkan status gawat darurat.
Bahkan, Wakil Presiden Nikaragua, Rosario Murillo yang sekaligus istri dari Presiden Daniel Ortega telah mencanangkan parade massal di seantero negeri untuk memperingati "Cinta di Masa Covid-19".
Otoritas Nikaragua pun membeberkan bahwa tindakan cepat mereka dalam melakukan contact tracing, mengikuti alur transmisi pasien positif corona, berhasil meredam angka penyebaran Covid-19.
Pusat Sistem Sains dan Teknis Universitas Johns Hopkins mencatat hanya ada 9 kasus terkonfirmasi Covid-19 dan satu angka kematian di Nikaragua, hingga Rabu (15/4/2020).
Semua kasus Covid-19 di Nikaragua merupakan kasus impor dengan bersamaan pemerintah mengatakan tidak ditemukan adanya bukti transmisi lokal di negara tersebut.
Sebagai perbandingan, dua negara tetangga Nikaragua, Kosta Rika dan Honduras, sudah memiliki 30.000 lebih kasus virus Corona dengan 30 kematian.
Hal ini membuat Nayib Bukele, Presiden El Salvador mengernyitkan dahi melihat apa yang terjadi di Nikaragua tersebut.