Perawatan dan dukungan yang diberikan para dokter dan perawat dirasa tepat dengan dirinya mengalami perbaikan kondisi dari hari ke hari.
“Dari kondisi kepala tidak enak, vertigo, badan sakit semua, napas sesak, memang membuat kita down,” ucap Ruretno.
Baca: 91 Pasien di Korea Selatan Positif Covid-19 Lagi Setelah Dinyatakan Sembuh, Ada Kemungkinan Kambuh
Namun dirinya semakin termotivasi dengan perawatan yang diberikan sehingga satu demi satu kondisinya membaik.
Kemudian yang kedua adalah berserah diri dan selalu memuji kepada sang pencipta.
Dengan mendekatkan diri kepada sang pencipta, maka dirinya bisa bertahan dan dinyatakan sembuh dari virus menular tersebut.
"Ada suatu kekuatan di diri kita yakni selalu memuji Tuhan, dan membaca firman tuhan, itu yang saya lakukan, jadi pada saat saya lemah, saya selalu mendekatkan diri kepada tuhan," jelasnya.
Selanjutnya yang ketiga, yang tak lain adalah dukungan dari keluarga.
Karena itu, dirinya bisa kembali ke pelukan keluarga yang dicintainya.
"Ini yang tak kala penting, kesatuan keluarga saya, saya melewati itu semua karena dorongan, semangat anak dan menantu saya. Ini yang menyemangati semua," kata dia.
Karena tiga hal itu, akhirnya dirinya dinyatakan sembuh meski pun sang suami tidak tertolong akibat virus corona itu.
"Mati hidupku karena tuhan, bukan karena corona, jangan takut ataupun khawatir, saat virus itu menyerang, tetaplah selalu memuji tuhan dan dekat dengan keluarga," bebernya.
(Kontan/Yudho Winarto)(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Al Farid)
Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Kisah haru ibu 71 tahun, pasien RS Siloam Bekasi yang sembuh dari corona (Covid-19)