HIV bisa bereplikasi dalam sel T dan mengubahnya menjadi pabrik guna menghasilkan lebih banyak salinan untuk menginfeksi sel lain.
Namun Lu dan Jiang tidak mengamati pertumbuhan coronavirus setelah memasuki sel-T, menunjukkan bahwa virus dan sel-T mungkin akan mati bersama.
Beberapa pertanyaan baru muncul setelah ada penelitian tersebut.
Diambil contoh, virus corona dapat ada selama beberapa minggu pada beberapa pasien tanpa menimbulkan gejala apa pun.
Bagaimana cara berinteraksi dengan sel T pada pasien ini tetap tidak jelas.
Beberapa pasien sakit kritis pun mengalami badai sitokin, di mana sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan dan menyerang sel-sel sehat.
Namun mengapa dan bagaimana pemicu virus corona itu masih kurang dipahami.
Jadi apa yang harus dilakukan masyarakat untuk menghadapi semua ini ?
Hal terpenting adalah jaga kesehatan masing-masing.
Ditunjang dengan makan-makanan sehat bergizi yang bisa mendukung kemampuan imunitas tubuh bekerja optimal dan banyak jumlanya.
Istirahat cukup.
Olahraga secara teratur.
Karena makan apapun, tanpa olahraga dan istirahat yang cukup percuma.
Dan tak lupa untuk tetap berdoa dan tawakal pada Tuhan yang Maha Esa.
Terakhir, jalankan semua saran ahli, seperti menjaga jarak, tidak berada dikeremunan, dan menggunakan masker setiap keluar rumah.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Kaka, Health.grid.id)
Sebagian artikel ini telah tayang di Health.grid.id dengan judul, "Daya Rusak Covid-19 pada Tubuh Manusia, Ibarat 2 Virus Ganas SARS dan HIV Digabung Menjadi Satu"