TRIBUNNEWSWIKI.COM - Joe Biden unggul dalam pemilihan primary Partai Demokrat di negara bagian Alaska mengalahkan Senator Bernie Sanders, Minggu (12/4/2020).
Pemilihan primary adalah anggota partai memilih seorang calon presiden atau wakilnya dari partai itu di tingkat negara bagian.
Setelah Bernie mengumumkan undur diri dan menangguhkan primarynya, Biden tetap unggul dengan suara 55.3% mengalahkan Senator Vermont yang mendapatkan 44.7% suara.
Sebanyak 19.759 suara diberikan dalam primary Partai Demokrat di negara bagian Alaska, Amerika Serikat.
Baca: Bernie Sanders Mundur Jadi Calon Partai Demokrat, Joe Biden Siap Lawan Donald Trump di Pilpres 2020
Diwartakan Associated Press, Biden mendapat 11 delegasi sementara Sanders 4 delegasi.
Kendati masih memiliki peluang untuk mendapatkan delegasi tambahan, pengumuman undur diri Bernie Sanders dari primary, membuatnya tak lagi memenuhi syarat untuk memenangkan delegasi, baik dari hasil primary maupun kaukus, berdasarkan aturan Komite Nasional Partai Demokrat.
Namun demikian, Sanders masih mempunyai harapan memenangkan delegasi dari total dukungan di semua distrik.
Secara keseluruhan, menurut perhitungan Associated Press, Biden memiliki 1228 delegasi, sedangkan Sanders 918.
Casey Steinau, pimpinan partai Demokrat di Alaska menyebut Bernie Sanders, bersama senator Elizabeth Warren, dan anggota dewan A. Tulsi Gabbard yang sama-sama telah menangguhkan kampanye mereka, diminta untuk memasukkan hasil pemungutan suara.
Meskipun Sanders menangguhkan kampanyenya pada minggu ini, namun ia mengatakan masih mempertahankan namanya dalam pemungutan suara di negara-negara bagian yang belum memilih.
Baca: Joe Biden
Usaha ini, menurut Sanders bertujuan untuk mengumpulkan delegasi untuk mempengaruhi kebijakan partai dalam Konvensi Nasional Partai Demokrat tahun ini.
Kekalahan Sanders di Alaska atas Joe Biden berbeda saat ia berhasil mengalahkan Hillay Clinton pada tahun 2016 yang saat itu masing menggunakan sistem kaukus, sebelum diubah menjadi primary pada tahun ini di negara bagian Alaska.
Pada awalnya, pemilihan primary di Alaska dijadwalkan pada tanggal 4 April.
Namun kekhawatiran penyebaran COVID-19 membuat agenda tertunda dan baru terselenggara pada Minggu ini.
Partai Demokrat di negara bagian Alaska menawarkan kepada pemilih terdaftar untuk melakukan pemungutan suara melalui surat atau langsung ke tempat pemungutan.
Baca: Bernie Sanders Melamar Elizabeth Warren dan Pendukungnya, Kejar Ketertinggalan dari Joe Biden
Pemilihan primary adalah tradisi baru di negara bagian Alaska yang sebelumnya menganut sistem pemilihan kaukus pada tahun-tahun sebelumnya.
Menurut Casey Steinau, langkah terbaru ini bertujuan untuk lebih meningkatkan partisipasi masyarakat di negara bagian Alaska.
Demokrat di Alaska mengatakan pihaknya mengirim surat suara pada awal Maret kepada setiap orang yang terdaftar, dengan total 71.000 orang, terhitung pada pertengahan bulan Februari.
Partai juga memasukkan formulir pendaftaran pemilih dan surat suara yang dapat diunduh di situs webnya.
Surat suara yang dikirimkan tersebut harus diterima paa hari Jumat, (10/4) untuk dihitung dan dicapai hasilnya.
Mundurnya Bernie Sanders
Diberitakan sebelumnya, Senator Vermont yang maju dalam pemilihan kandidat calon presiden dari Partai Demokrat, Bernie Sanders, resmi mengakhiri kampanyenya pada Rabu, (8/4/2020) waktu setempat.
Inilah akhir dari perjalanan Bernie Sanders berkompetisi dengan sesama rivalnya di Demokrat.
Tentu pengunduran diri Bernie Sanders ini membuka jalan bagi saingan separtainya, Joe Biden, untuk mendapatkan tiket nominasi dari Demokrat dan bersiap menantang Donald Trump dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat pada November 2020.
"Saya telah memutuskan bahwa perjuangan untuk pencalonan dari Demokrat tidak akan berhasil," kata Sanders kepada pendukungnya dalam sebuah siaran langsung, sembari mengumumkan pengunduran dirinya dari persaingan nominasi, dilansir AFP, Rabu (8/4/2020).
"(Mantan) wakil presiden, Joe Biden-lah yang akan menjadi calon," kata pria tahun tersebut.
"Saya ucapkan selamat kepada Joe Biden, seorang pria yang sangat baik, yang akan saya ajak kerja sama untuk memajukan gagasan progresif kami" terangnya.
Bernie Sanders yang pernah menantang Hillary Clinton memperebutkan nominasi Partai Demokrat pada tahun 2016 ini dinilai menjadi tantangan besar bagi Biden dalam Pilpres AS 2020.
Namun demikian, Sanders menyatakan masih akan terus berjuang di jalannya.
Kepada pendukungnya, melalui media sosial Twitter, ia menyatakan bahwa perjuangan terus berlanjut.
Sanders tercatat unggul di awal kontestasi dengan mendapatkan suara terbanyak dalam tiga negara bagian.
Seiring waktu berjalan, angka Sanders perlahan merosot, disalip oleh Biden yang dengan cepat meroket dan unggul di posisi teratas.
Biden tercatat memenangkan pemilihan primary di mayoritas negara bagian.
Saat ini, ia berada pada posisi teratas dalam kontestasi yang sangat penting bagi para delegasi partai untuk memilih nominasi.
Dalam perjalanannya, Bernie Sanders mendulang suara dengan kampanye intensif, membawa isu dan gagasan liberal. seperti seruan program kebijakan kesehatan universal dan upah 15$ sehari ke dalam program utamanya.
Namun itu semua tak berarti apa-apa bagi Biden yang pernah secara terbuka menolak gagasan 'Kesehatan untuk Semua' yang dibawa Sanders.
Meskipun tak sepaham, Biden dinilai sedikit bergeser ke 'kiri' yang terlihat dari pengadopsian sejumlah kebijakan Sanders ke dalam programnya.
Biden mengucapkan terima kasih kepada Sanders dalam akun Twitternya.
Ia menyebut Bernie sebagai seorang "pria yang baik, seorang pemimpin yang hebat, dan salah satu suara paling kuat untuk perubahan di negara Amerika Serikat"
Menyusul pengunduran dirinya, Sanders mengajak pendukungnya untuk tidak berhenti berjuang atas kampanyenya selama ini.
"Kita bersama-sama telah mengubah kesadaran Amerika menjadi apa yang bisa kita bentuk, serta telah mengambil langkah maju ke depan untuk terus berjuang tanpa akhir demi keadilan ekonomi, keadilan sosial, keadilan rasial, dan keadilan lingkungan," kata Sanders.
Sejumlah anggota parlemen AS juga dengan terbuka menolak apa yang dibawa Bernie ke dalam kampanyenya.
-
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)