91 Pasien di Korea Selatan Positif Covid-19 Lagi Setelah Dinyatakan Sembuh, Ada Kemungkinan 'Kambuh'

Otoritas Korea Selatan melaporkan sebanyak 91 pasien dinyatakan positif Covid-19 setelah sempat dinyatakan sembuh


zoom-inlihat foto
virus-corona-korea-selatan-2222.jpg
YONHAP / AFP
ILUSTRASI - Para pekerja medis yang mengenakan alat pelindung memindahkan seorang tersangka pasien virus korona (C) ke rumah sakit lain dari Rumah Sakit Daenam di mana total 16 infeksi sekarang telah diidentifikasi dengan virus corona COVID-19, di daerah Cheongdo dekat kota tenggara Daegu pada 21 Februari 2020 Kasus coronavirus Korea Selatan hampir dua kali lipat pada 21 Februari, naik di atas 200 dan menjadikannya negara yang paling parah terkena dampak di luar China ketika jumlah infeksi yang terkait dengan sekte keagamaan meningkat. YONHAP / AFP


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemerintah Korea Selatan melaporkan 91 pasien kembali positif Covid-19 meski sebelumnya sudah dinyatakan sembuh.

Terkait kasus ini, masih terdapat banyak kemungkinan yang bisa menjelaskan, mulai dari 'kambuh' hingga hasil tes yang kurang akurat.

Baca: Hukuman Pengendara Pelanggar PSBB dari Teguran hingga Penjara, Berlaku Mulai Hari Ini

Baca: Presiden UFC Dana White Siapkan Pulau Pribadi Demi Langsungkan UFC 249 di Tengah Pandemi Covid-19

Dikutip Tribunews.com dari Guardian, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC), Jeong Eun-kyeong mengatakan bahwa mungkin virus SARS-CoV-2 ini aktif kembali artinya pasien bukan tertular atau terinfeksi ulang, Senin (13/4/2020).

Selain itu, sejumlah pakar juga menilai ada kemungkinan hasil tes yang salah, sehingga tren seperti ini bisa terjadi.

Atau mungkin masih ada sisa-sisa virus di tubuh pasien, namun tidak membahayakan orang lain.

"Ada interpretasi yang berbeda dan banyak variabel," kata Jung Ki-suck, profesor kedokteran paru di Hallym University Sacred Heart Hospital.

"Pemerintah perlu memberikan tanggapan untuk masing-masing variabel ini," sambungnya.

 

ILUSTRASI - Seorang pekerja dari dinas kebersihan dan desinfeksi menyemprotkan desinfektan di kereta sebagai bagian dari upaya untuk mencegah penyebaran virus baru yang berasal dari kota Wuhan di Cina di stasiun kereta api Suseo di Seoul pada 24 Januari 2020. Korea Selatan pada 24 Januari mengkonfirmasi kasus kedua dari virus seperti SARS yang telah menewaskan sedikitnya 26 di Cina, karena kekhawatiran meningkat tentang wabah yang lebih luas. Hong Yoon-gi / AFP
ILUSTRASI - Seorang pekerja dari dinas kebersihan dan desinfeksi menyemprotkan desinfektan di kereta sebagai bagian dari upaya untuk mencegah penyebaran virus baru yang berasal dari kota Wuhan di Cina di stasiun kereta api Suseo di Seoul pada 24 Januari 2020. Korea Selatan pada 24 Januari mengkonfirmasi kasus kedua dari virus seperti SARS yang telah menewaskan sedikitnya 26 di Cina, karena kekhawatiran meningkat tentang wabah yang lebih luas. Hong Yoon-gi / AFP (Hong Yoon-gi / AFP)

WHO pun memberi tanggapan terkait adanya laporan dari Seoul ini.

"Kami mengetahui laporan tentang individu yang telah dites negatif Covid-19 menggunakan pengujian PCR dan beberapa hari kemudian diuji positif lagi."

"Kami berhubungan erat dengan para ahli klinis dan bekerja keras untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang kasus-kasus individual tersebut."

"Penting untuk memastikan bahwa ketika sampel dikumpulkan untuk pengujian pada pasien yang dicurigai, prosedur dipatuhi dengan benar," jelas WHO pada pernyataannya.

Menurut pedoman WHO, seorang pasien bisa keluar dari rumah sakit setelah dua kali uji Covid-19 dengan hasil negatif.

Itu dilakukan secara berturut-turut setidaknya 24 jam terpisah.

Baca: Per Hari Ini, Pengendara yang Langgar Aturan PSBB Jakarta akan Ditindak: Penindakan Dibagi 2 Tahap

Baca: Aturan Versi Luhut Binsar Pandjaitan dan Anies Baswedan Berbeda, Kepolisian Lebih Pilih Ikut Menhub

Berdasarkan studi saat ini, ada periode sekitar dua minggu antara munculnya gejala dan pemulihan pasien Covid-19 ringan secara klinis.

"Kami menyadari bahwa beberapa pasien positif PCR setelah mereka pulih secara klinis, tetapi kami membutuhkan pengumpulan sampel yang sistematis dari pasien yang pulih untuk lebih memahami berapa lama virus itu hidup," kata WHO.

Sementara itu, otoritas kesehatan Negeri Gingseng belum mengetahui pasti penyebab munculnya tren baru Corona di sana.

Kini mereka tengah menjalankan penelitian epidemiologis.

Menurut laporan Japan Times, orang yang terinfeksi ulang oleh virus ini menjadi perhatian internasional.

Sebab banyak negara berharap populasi yang terinfeksi akan mengembangkan kekebalan yang cukup untuk mencegah kebangkitan pandemi.

"Jumlahnya hanya akan meningkat, 91 hanyalah awal sekarang," kata Kim Woo-joo, profesor penyakit menular di Rumah Sakit Guro, di Universitas Korea.

Cara Korea Selatan Hadapi Pandemi

ILUSTRASI Penanganan Covid-19 di Korsel - Pejabat kesehatan Korea Selatan menyemprotkan desinfektan di depan sebuah rumah sakit di mana total 16 infeksi sekarang telah diidentifikasi dengan virus corona COVID-19, di daerah Cheongdo dekat kota tenggara Daegu pada 21 Februari 2020. Kasus koronavirus Korea Selatan hampir dua kali lipat dari 21 Februari, naik di atas 200 dan menjadikannya negara yang paling parah terkena dampak di luar China ketika jumlah infeksi yang terkait dengan sekte keagamaan melonjak.
YONHAP / AFP
ILUSTRASI Penanganan Covid-19 di Korsel - Pejabat kesehatan Korea Selatan menyemprotkan desinfektan di depan sebuah rumah sakit di mana total 16 infeksi sekarang telah diidentifikasi dengan virus corona COVID-19, di daerah Cheongdo dekat kota tenggara Daegu pada 21 Februari 2020. Kasus koronavirus Korea Selatan hampir dua kali lipat dari 21 Februari, naik di atas 200 dan menjadikannya negara yang paling parah terkena dampak di luar China ketika jumlah infeksi yang terkait dengan sekte keagamaan melonjak. YONHAP / AFP (YONHAP / AFP)

 

Korea Selatan sendiri dipandang sebagai satu di antara beberapa negara yang sigap menangani penyebaran virus corona.

Otoritas Korea Selatan melaporkan 600 kasus baru pada 3 Maret 2020, seperti diberitakan South China Morning Post.

Namun kemudian angka kasus baru di Korea Selatan mulai menurun.

Otoritas Korsel hanya melaporkan 131 kasus baru, itu pun seminggu kemudian.

Pihak berwenang melaporkan hanya 110 korban, pada Jumat.

Pada hari yang sama, jumlah pasien yang sembuh ada 177.

Jumlah pasien sembuh ini pertama kalinya melebihi kasus baru dalam sehari.

Baca: Kim Jong Un Ancam Pejabatnya dengan Konsekuensi Serius Jika Corona Sampai Infeksi Korea Utara

Baca: Tidak Mau Isolasi Diri hingga Berikan Alamat Palsu, Seorang WNI Dideportasi dari Korea Selatan

Presiden Moon Jae-in, menyatakan harapan bahwa Korea Selatan dapat segera memasuki "fase stabilitas" jika tren itu tetap berlanjut.

Kasus positif di Korea Selatan tidak bisa dibilang sedikit.

Namun negara ini dipandang sebagai negara yang berhasil mengendalikan laju virus, meski menempuh cara yang berbeda dengan China dan negara lain.

Pemerintah Korea Selatan telah melakukan berbagai koordinasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, demi menekan laju penularan Covid-19.

Penderita virus corona di Korea Selatan mencapai 893, kini ribuan orang penuhi jalanan antri beli masker di Daegu.
Penderita virus corona di Korea Selatan mencapai 893, kini ribuan orang penuhi jalanan antri beli masker di Daegu. (Ladbible)

Selain itu, mereka juga membuka transparasi penanganan.

Langkah ini berbeda dengan berbagai negara yang memilih locdown.

Sementara Korea Selatan tidak melakukan lockown, bahkan di Daegu, kota yang menjadi pusat wabah negara itu.

Sebaliknya, pihak berwenang telah memfokuskan karantina wajib pada pasien yang terinfeksi dan orang-orang yang telah melakukan kontak dekat.

Upaya itu dilakukan sambil menyarankan masyarakat untuk tetap di dalam rumah, menghindari acara-acara publik, memakai masker, dan mempraktikkan pola hidup yang bersih dan sehat.

Selain lockdown, banyak negara telah memberlakukan larangan perjalanan.

Berbeda, Seoul telah memperkenalkan "prosedur imigrasi khusus" untuk negara-negara yang terdampak parah seperti Cina, yang mengharuskan para pelancong untuk menjalani pemeriksaan suhu, menyediakan verifikasi informasi kontak, dan isi kuesioner kesehatan.

“Lebih dari satu minggu jumlah kasus yang cenderung menurun menunjukkan bahwa pendekatan di Korea Selatan telah membalikkan epidemi,” kata Ian Mackay, seorang ahli virologi di Universitas Queensland, Australia.

“Pendekatan ini tampaknya kurang dramatis dan lebih dapat digunakan oleh negara lain, dibandingkan dengan yang digunakan di Cina daratan. Jika tren ini berlanjut, mereka akan berhasil menghentikan pertumbuhan epidemi mereka.”

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Korea Selatan Laporkan 91 Pasien Corona yang 'Kambuh', WHO Investigasi Fenomena Ini.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Nur) (Tribunnews/Ika Nur Cahyani)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved