Cara Korea Selatan Hadapi Pandemi
Korea Selatan sendiri dipandang sebagai satu di antara beberapa negara yang sigap menangani penyebaran virus corona.
Otoritas Korea Selatan melaporkan 600 kasus baru pada 3 Maret 2020, seperti diberitakan South China Morning Post.
Namun kemudian angka kasus baru di Korea Selatan mulai menurun.
Otoritas Korsel hanya melaporkan 131 kasus baru, itu pun seminggu kemudian.
Pihak berwenang melaporkan hanya 110 korban, pada Jumat.
Pada hari yang sama, jumlah pasien yang sembuh ada 177.
Jumlah pasien sembuh ini pertama kalinya melebihi kasus baru dalam sehari.
Baca: Kim Jong Un Ancam Pejabatnya dengan Konsekuensi Serius Jika Corona Sampai Infeksi Korea Utara
Baca: Tidak Mau Isolasi Diri hingga Berikan Alamat Palsu, Seorang WNI Dideportasi dari Korea Selatan
Presiden Moon Jae-in, menyatakan harapan bahwa Korea Selatan dapat segera memasuki "fase stabilitas" jika tren itu tetap berlanjut.
Kasus positif di Korea Selatan tidak bisa dibilang sedikit.
Namun negara ini dipandang sebagai negara yang berhasil mengendalikan laju virus, meski menempuh cara yang berbeda dengan China dan negara lain.
Pemerintah Korea Selatan telah melakukan berbagai koordinasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, demi menekan laju penularan Covid-19.
Selain itu, mereka juga membuka transparasi penanganan.
Langkah ini berbeda dengan berbagai negara yang memilih locdown.
Sementara Korea Selatan tidak melakukan lockown, bahkan di Daegu, kota yang menjadi pusat wabah negara itu.
Sebaliknya, pihak berwenang telah memfokuskan karantina wajib pada pasien yang terinfeksi dan orang-orang yang telah melakukan kontak dekat.
Upaya itu dilakukan sambil menyarankan masyarakat untuk tetap di dalam rumah, menghindari acara-acara publik, memakai masker, dan mempraktikkan pola hidup yang bersih dan sehat.
Selain lockdown, banyak negara telah memberlakukan larangan perjalanan.
Berbeda, Seoul telah memperkenalkan "prosedur imigrasi khusus" untuk negara-negara yang terdampak parah seperti Cina, yang mengharuskan para pelancong untuk menjalani pemeriksaan suhu, menyediakan verifikasi informasi kontak, dan isi kuesioner kesehatan.
“Lebih dari satu minggu jumlah kasus yang cenderung menurun menunjukkan bahwa pendekatan di Korea Selatan telah membalikkan epidemi,” kata Ian Mackay, seorang ahli virologi di Universitas Queensland, Australia.