TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perkembangan terbaru pasien virus corona di seluruh dunia hingga 9 April 2020, total mencapai 1.496.055 kasus.
Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia mencapai 88.982 orang.
Kabar terbaru ini sejalan dengan meningkatnya angka jumlah pasien sembuh yang mencapai 332.486 orang.
Laporan data yang Tribunnewswiki.com kutip dari John Hopkins University, Kamis (8/4/2020) , juga menyebut virus corona telah menyebar ke 209 negara di dunia.
Baca: Dalam Acara ILC, Mahfud MD Bongkar Kesepakatan Tak Biasa Pemerintah Atasi Virus Corona
Carrimycin, Obat yang Disebut dapat Sembuhkan Covid-19
China dikabarkan mengembangkan obat untuk memerangi pandemi virus corona.
Pada Februari 2020 Rumah Sakit Yuan Beijing memulai penelitian untuk kemanjuran dan keamanan obat Carrimycin.
Obat ini akan diteliti lebih lanjut dalam pengobatan infeksi virus corona jenis baru.
Dikutip dari Kompas.com, obat ini secara khusus dikembangkan untuk saluran pernapasan atas.
Carrimycin diketahui telah terdaftar di Administrasi Produk Medis Nasional China.
Baca: Bill Gates Sampaikan Lebih Banyak Prediksi tentang Virus Corona: Good News dan Bad News
Antibiotik baru itu dikembangkan oleh Institute Medicinal Biotehnology (Akademi Ilmu Pengetahuan Medis China) dan Shenyang Tonglian Group Co Lts.
Obat Carrimycin ini dinamai ‘Bite’.
"China memiliki hak kekayaan intelektual eksklusif dan teknologi utama dari obat ini," tulis laman Akademi Ilmu Pengetahuan Medis China.
Lalu apakah yang disebut dengan Carrimycin ini?
Pengobatan Carrimysin ini bermula pada 2003.
Baca: Benarkah Ruangan Ber-AC Berisiko Tinggi Tingkatkan Penularan Virus Corona? Ini Penjelasan Pakar UGM
Tepatnya ketika Institute Medicinal Biotehnology dan Shenyang Tonglian Group Co Lts memprakarsai kolaborasi untuk mengembangkan perawatan ini.
Dalam rentan waktu tersebut, mereka mematenkannya di 12 negara.
Termasuk Amerika, Kanada, Uni Eropa, dan lain-lain.
Carrimycin memiliki aktivitas antibakteri yang kuat serta penghambat mikroplasma dan klamidia tanpa menunjukan resistensi.
Obat ini juga aktif melawan beberapa bakteri gram negatif (seperti clostridium difficile dan bacillus influenzae) dan jamur candida albicans.