TRIBUNNEWSWIKI.COM - Angka penularan virus corona di Indonesia terus bertambah.
Hal ini membuat berbagai pihak menyayangkan keputusan pemerintah yang tetap mengizinkan mudik lebaran.
Padahal hal itu berpotensi untuk menjadi media penyebaran Covid-19 ke berbagai pelosok daerah.
Terkait hal ini, Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), mengimbau warga Sulawesi Selatan di mana pun agar menahan diri untuk tidak mudik sebelum maupun setelah lebaran Idul Fitri 1441 sampai batas penetapan pemerintah aman dari penyebaran virus Covid-19,
Keterangan itu termuat dalam siaran pers yang diterima TribunnewsWiki.com, Kamis (9/4/2020).
Baca: Batuk Seusai Mudik dari Jakarta, Penipu Ojol yang Tak Bayar Jasa Antar Purwokerto-Solo Dirawat di RS
Baca: ASN Tak Boleh Mudik Saat Pandemi Covid-19, Jika Tetap Nekat Hati-hati Sanksi Displin Menanti
Imbauan itu diutarakan BPP KKSS, Rabu (8/4/2020) menyusul diterbitakannya Surat Edaran mengenai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 yang ditandatangani bersama Ketua Umum Muchlis Patahna dan Sekretaris Jenderal Abd Karim.
"Seluruh rencana kegiatan pertemuan yang melibatkan orang banyak, kiranya ditunda untuk sementara waktu," katanya.
Tak hanya berimbas pada mudik lebaran.
Karena kebijakan ini, Pertemuan Saudagar Bugis Makassar yang setiap tahunnya digelar di Makassar yang melibatkan perantau Sulsel juga tidak akan diselenggarakan.
Keputusan demikian diambil demi menjaga masyarakat tetap sehat dan terhindar dari Covid-19.
Seluruh rencana kegiatan perjalanan ke luar negeri dan domestik pun diharapkan dapat dibatalkan untuk sementara waktu jika sifatnya tidak dengan kondisi darurat.
Menurut catatan KKSS warga Sulsel yang bermukim di luar Sulsel mencapai 15 juta orang, termasuk di luar negeri.
Baca: Muhammadiyah Minta Ketegasan Pemerintah Atur Mudik: Jangan Sampai Karena Pertimbangan Ekonomi
Baca: Mudik dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Karantina Mandiri di Hutan: Dinikmati seperti Sedang Kemah
BPP KKSS juga mengimbau warganya proaktif membantu Pemda dan Relawan Kesehatan di wilayah masing-masing dalam pencegahan penyebaran Covid 19.
Bahkan warga KKSS diminta bekerja sama dengan pemerintah serta TNI-POLRI dan lembaga-lembaga sosial di lingkungan masing-masing untuk menyikapi langkah-langkah pencegahan Covid.
BPP KKSS juga mengingatkan warganya untuk meningkatkan pola hidup sehat dan bersih di lingkungan keluarga, rumah tangga, rumah ibadah dan fasilitas umum di lingkungan masing-masing.
Hal itu dilakukan sebagai bentuk langkah preventif Pandemik Covid-19.
"Warga tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan isu atau berita hoax terkait penyebaran wabah Covid-19," ujar Muchlis.
Pengurus dan Warga KKSS yang bekerja di instansi pemerintah/sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap menjalankan aktivitas seperti biasa dan mengikuti himbauan dari instansinya masing-masing.
"Jika ada pengurus atau Warga KKSS yang terindikasi terpapar Virus Covid-19, segera menyampaikan kepada pengurus KKSS terdekat dimana dia berada dan hubungi Rumah Sakit atau Klinik setempat," katanya.
Muchlis mengharapkan komunikasi antarpengurus dan warga tetap berjalan seperti biasa dari pusat ke seluruh Indonesia dan Luar negeri.
"Perbanyak doa semoga Pandemik Covid-19 segera berhenti dan kita semua dalam lindungan Allah SWT/ Tuhan Yang Maha Esa," ujarnya.
Baca: Izinkan Mudik Lebaran di Tengah Pandemi Virus Corona, Kebijakan Presiden Jokowi Disorot Media Asing
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Nur)