Hari Ini Dalam Sejarah 9 April 1945: Pastor Lutheran Anti-Nazi, Dietrich Bonhoeffer Dihukum Gantung

Pada 9 April 1945, pastor dan teolog Lutheran anti-Nazi, Dietrich Bonhoeffer dihukum gantung. Ia dikenal sebagai seorang teolog yang berani menentang tirani kekuasaan.


zoom-inlihat foto
dietrich-bonhoeffer-123.jpg
Wikimedia
Pada 9 April 1945, pastor dan teolog Lutheran anti-Nazi, Dietrich Bonhoeffer dihukum gantung, Foto: Dietrich Bonhoeffer pada liburan akhir pekan bersama para jemaat Gereja Zion (1932)

Pada 9 April 1945, pastor dan teolog Lutheran anti-Nazi, Dietrich Bonhoeffer dihukum gantung. Ia dikenal sebagai seorang teolog yang berani menentang tirani kekuasaan.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pada 9 April 1945, seorang pastur Lutheran dan teolog bernama Dietrich Bonhoeffer digantung di Flossenburg.

Dietrich Bonhoeffer merupakan agamawan yang menolak atau anti terhadap organisasi besar Nazi di Jerman.

Dietrich Bonhoeffer, pria 39 tahun ini digantung beberapa hari setelah peristiwa pembebasan orang-orang Amerika di kamp konsentrasi POW.

Kata-kata terakhirnya dinilai cerdas dan berani melawan Nazi yang berbunyi, "Ini adalah akhir bagiku, tapi awal dari kehidupan."

Dietrich Bonhoeffer juga merupakan seorang anggota dalam gerakan perlawanan Jerman terhadap Nazisme.

Ia terlibat dalam sebuah komplotan yang dirancang oleh anggota-anggota Abwehr (Kantor Intelijen Militer Jerman) untuk membunuh Adolf Hitler.

Bonhoeffer ditangkap pada bulan Maret 1943, dan dihukum gantung tahun 1945.

Setelah wafat, karya-karyanya selama dipenjara diterbitkan untuk mengenangnya. [1]

Baca: Hari Ini Dalam Sejarah, 7 April 1963, Josip Broz Tito Diangkat Presiden Seumur Hidup Yugoslavia

Dietrich Bonhoeffer
Dietrich Bonhoeffer (Wikimedia)

  • Riwayat Pergerakan (1)


Dua hari setelah Adolf Hitler menjadi kanselir Jerman, pastur Dietrich Bonhoeffer mengajar di Universitas Berlin.

Di kampus tempatnya mengajar, ia merekam dan mencela kepemimpinan Nazi di sebuah radio.

Kritiknya ia tujukan khususnya untuk Nazi Fuhrerprinzip, suatu prinsip kepemimpinan Nazi.

Bagi Bonhoeffer, prinsip tersebut hanyalah simbol dari kidiktatoran.

Namun siaran Bonhoeffer terputus sebelum dia selesai menyampaikan kritiknya.

Selang waktu, ia kemudian pindah ke London, Inggris, untuk menjadi pastor di sebuah gereja.

Ia juga memberikan dukungan kepada sebuah gerakan keagamaan gereja di Jerman.

Gerakan ini merupakan inisiasi dari penganut Lutheran, para pendeta evangelis dan teolog yang menolak kepemimpinan Nazi.

Gerakan ini juga menolak pemakaian gereja sebagai tujuan propaganda Nazi. [2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Ratu Matilda Naik Tahta sebagai Penguasa Perempuan Pertama di Inggris

Patung memorial untuk mengenang Dietrich Bonhoeffer di Gereja St. Peter di Hamburg, Jerman
Patung memorial untuk mengenang Dietrich Bonhoeffer di Gereja St. Peter di Hamburg, Jerman (Wikimedia)

  • Riwayat Pergerakan


Pada 1935, Dietrich Bonhoeffer kembali ke Jerman untuk mengikuti acara seminari di Gereja.

Tahun 1937, pemerintah Nazi Jerman resmi menutup gereja tersebut.

Tak gentar tempat peribadatannya ditutup, ia terus melancarkan protesnya demgan melayangkan sejumlah kritik atas kebijakan Nazi.

Inilah yang kemudian membuatnya kehilangan hak untuk mengajar di kampus dan menerbitkan buku.

Sejak saat itu, ia memutuskan untuk bergabung dengan gerakan perlawanan Jerman, sekaligus berencana membunuh Hitler.

Pada April 1943, tak lama setelah bertunangan dan menikah, ia ditangkap oleh agen polisi rahasia Jerman, Gestapo.

Ia ditangkap dengan tuduhan memiliki rencana untuk menggulingkan pemerintahan.

Rencananya terungkap, ia pun diadili di pengadilan militer.

Dietrich Bonhoeffer dijatuhi hukuman mati.

Saat di dalam penjara menunggu giliran digantung mati, ia menghabiskan waktunya dengan menjadi penasihat batin dan pendeta bagi semua jenis tahanan.

Setelah hari penghukumannya tiba, surat dan sejumlah karya Dietrich Bonhoeffer di penjara diterbitkan untuk memberi penghormatan baginya.

Di antara karya-karya teologinya yang terkenal adalah, The Cost of Discipleship, terbit tahun 1948 dan Ethics, terbit tahun 1955. [3]

Baca: Hari Ini Dalam Sejarah, 6 April 1909, Penjelajah Robert Peary Mengklaim Berhasil Capai Kutub Utara

Ruang belajar Dietrich Bonhoeffer
Ruang belajar Dietrich Bonhoeffer (Wikimedia)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)



Nama Hari Ini Dalam Sejarah
Tanggal 9 April 1945
Peristiwa Pastor Lutheran anti-Nazi Dietrich Bonhoeffer Dihukum Gantung
   


Sumber :


1. www.history.com
2. www.buletinpillar.org
3. biokristi.sabda.org


Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Ekarista Rahmawati Putri






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved