Legenda Ducati Ini Minta Aturan di MotoGP Diubah Agar Valentino Rossi Bisa Membalap sampai Tua

Loris Capirossi sambil tertawa meminta Dorna Sports mengubah peraturan agar The Doctor tetap bisa membalap


zoom-inlihat foto
loris-capirossi-kiri-bersama.jpg
Commons.wikimedia.org
Loris Capirossi (kiri) bersama Dani Pedrosa dan Nicky Hayden di Sirkuit Sachsenring 2007


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Legenda Ducati Loris Capirossi bercanda, meminta Dorna Sports mengubah peraturan di MotoGP agar Valentino Rossi bisa memacu kuda besi sampai tua di kelas premier.

Loris Capirossi adalah salah satu rival lama Valentino Rossi baik di MotoGP maupun kelas menengah.

Berkarier di di kelas premier 500 cc sejak 1995, Loris Capirossi akhirnya pensiun di MotoGP pada 2011 silam.

Valentino Rossi pernah bertarung melawan Loris Capirossi dalam perebutan gelar juara dunia kelas 250 cc musim 1998.

Namun, saat itu Rossi kalah dari Capirossi dan baru menjuarai musim berikutnya.

Mantan juara dunia 250 cc ini tetap menemani Rossi di kelas premier sampai pensiun pada 2011.

Loris Capirossi membalap di MotoGP China 2007
Loris Capirossi membalap di MotoGP China 2007 (Commons.wikimedia.org)

Baca: Bos LCR Honda Lucio Cecchinello Sebut Penundaan MotoGP Bisa Isi Kembali Tenaga Valentino Rossi

Baca: Di MotoGP Hanya Ada 3 Pembalap yang Bisa Juara 5 Kali Beruntun, Valentino Rossi Salah Satunya

Meski sering beberapa kali berganti pabrikan, Capirossi dikenal sebagai salah satu legenda Ducati.

Capirossi adalah pembalap Ducati pertama yang bisa memenangkan seri MotoGP.

Dilansir dari Marca.com, saat ini Capirossi menjadi perwakilan Dorna di Race Direction dan bertugas "menghakimi" aksi-aksi yang terjadi di sirkuit.

Pembalap Italia ini tentu saja tahu bahwa batasan umur pembalap di MotoGP adalah 50 tahun.

Saat di Sky Sport MotoGP, dia bertanya apakah Dorna atau FIM akan mengubah aturan agar Rossi bisa tetap membalap.

Rossi saat ini sudah berumur 41 tahun dan belum jelas apakah lanjut membalap musim depan meski sudah berumur 42 tahun.

Mengenai rumor masa depan Rossi, Capirossi pun menanggapi sambil bercanda.

"Dia sama sekali tidak punya keinginan untuk berhenti, saya pikir untuk pertama kalinya kita harus mengubah peraturan agar Valentino tetap lanjut membalap," katanya sambil tertawa, dikutip dari Marca.

Baca: Jika Wabah Covid-19 Belum Bisa Ditangani, Bos Dorna Sports Sebut MotoGP 2020 Bisa Dibatalkan Total

Capirossi juga berkomentar tentang MotoGP 2020 yang belum bisa dimulai karena wabah corona.

Dia percaya bahwa musim dingin juga turut menganggu kompetisi.

"Saya pikir kita tidak bisa melebihi pertengahan Desember. Jika kita melebihi 15 Desember, musim berikutnya akan berbahaya, para pembalap butuh waktu istirahat," kata dia.

"Kita masih bisa menyelenggarakan kejuaraan dengan baik: dimulai pada pertengahan Agustus, kita dapat memanfaatkan Eropa sebaik mungkin, cuaca memungkinkan, dan berlanjut ke Asia dan Australia beberapa minggu setelahnya," Capirossi menambahkan.

Ditundanya MotoGP ternyata juga memiliki dampak positif bagi Valentino Rossi.

Dilansir dari Crash.net, bos LCR Honda Lucio Cecchinello merasa penundaan MotoGP akan memberi waktu Valentino Rossi mengisi kembali tenaganya.

Valentino Rossi, Franco Morbidelli, dan Francesco Bagnaia berlatih bersama di MotoRanch VR46 karena MotoGP Qatar dibatalkan
Valentino Rossi, Franco Morbidelli, dan Francesco Bagnaia berlatih bersama di MotoRanch VR46 karena MotoGP Qatar dibatalkan (Instagram.com/vr46ridersacademyofficial)

Baca: Meski Untungkan Marc Marquez, Alberto Puig Sebut Penundaan MotoGP Tak Untungkan Honda

Baca: Sedih Kalender MotoGP 2020 Berantakan karena Wabah Corona, Valentino Rossi Pilih Opsi Ini

Saat ini pembalap Italia tersebut sudah berumur 41 tahun dan menjadi yang paling senior di kelas premier.

Tidak hanya Rossi, tetapi pembalap LCR Honda Cal Crutchlow juga bisa mengisi kembali tenaganya.

Sama seperti Rossi, Cal juga belum menentukan nasibnya apakah tetap lanjut setelah musim 2020 atau pensiun.

"Saya pikir jeda ini dapat mengisi kembali sedikit tenaga, khususnya bagi para pembalap yang berpikir akan berhenti membalap," kata Cecchinello dikutip dari Crash.net.

"Saya kira momen ini dapat membuat mereka berpikir lagi, karena mereka mungkin sadar bahwa tanpa motor (MotoGP) mereka akan bosan berada di rumah tanpa ada yang dikerjakan," dia menambahkan.

Mungkin Valentino Rossi juga akan merasa bosan karena beberapa waktu yang lalu dia juga mengatakan bakal rindu ritual yang selalu dilakukannya sebelum membalap.

Bos LCR Honda Lucio Cecchinello
Bos LCR Honda Lucio Cecchinello (Instagram.com/luciocecchinellolcr)

Jika lanjut membalap, juara kelas premier tujuh kali tersebut harus segera mencari tim baru karena posisinya sudah digeser Fabio Quartarao.

Tim pabrikan Yamaha memilih mempertahankan Maverick Vinales dan merekrut Quartarato daripada menunggu Rossi yang belum mau memberi keputuskan karier setelah musim 2020.

Baca: Bisa Menang di Balap Virtual MotoGP, Alex Marquez Mengaku Dibantu Pembalap E-Sport Indonesia

Baca: Tak Mau Ganggu Musim 2021, Bos Dorna Carmelo Ezpeleta Putuskan Kurangi Jumlah Seri MotoGP 2020

Namun, Cecchinello juga berharap MotoGP 2020 juga segera bisa dimulai.

"Jika kita dapat memulai pada akhir Juni atau awal Juli, akan jadi sangat baik," ucapnya.

Hanya saja, mungkin tidak semua seri MotoGP 2020 dapat digelar.

"Penting bagi kita untuk menggelar setidaknya setengah [dari seluruh seri] dari kejuaraan itu. Jika kita dapat kembali ke sirkuit pada Juli, saya pikir kita masih punya waktu menggelar 12-14 seri," dia menjelaskan.

(TribunnewsWiki/Febri)





Editor: haerahr
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved