Ilmuwan Kembangkan Kecerdasan Buatan (AI) yang Bisa Prediksi Tingkat Keparahan Pasien Covid-19

Kecerdasan Buatan digunakan untuk memprediksi tingkat keparahan pasien yang terkena virus corona


zoom-inlihat foto
staf-dokter-di-wuhan-mengatasi-virus-corona.jpg
AFP/HECTOR RETAMAL
ILUSTRASI - Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan.


Kecerdasan Buatan digunakan untuk memprediksi tingkat keparahan pasien yang terkena virus corona

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Peneliti mulai mengandalkan kecerdasan buatan (AI) untuk mengidentifikasi pasien Covid-19 yang berpotensi menjadi sakit parah.

Algoritma AI yang dibangun oleh para peneliti New York University menemukan bahwa usia, jenis kelamin, pola gambar paru-paru, dan suhu, bukan indikator risiko yang paling penting.

Sebagai gantinya, ia mengidentifikasi serangkaian indikator lain untuk memprediksi pasien berisiko mengalami kondisi parah seandainya terkena Covid-19, Seperti yang diberitakan South China Morning Post berdasarkan penelitian yang dipublikasikan secara online di jurnal Computers, Material & Continua, 30 Maret 2020.

Dalam kemitraan dengan dokter China, model AI menggunakan data dari dua rumah sakit di kota Wenzhou.

ILUSTRASI - Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan.
ILUSTRASI - Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan. (AFP/HECTOR RETAMAL)

Baca: Berhasil Tekan Laju Penularan Tanpa Lockdown, Kini Singapura Hadapi Gelombang Kedua Covid-19

Baca: Tak Lakukan Lockdown, Korea Selatan Punya Cara Tersendiri Tekan Laju Penularan Covid-19

Model tersebut menunjukkan tiga faktor risiko utama adalah peningkatan enzim hati alanine aminotransferase, mialgia (sejenis nyeri otot), dan peningkatan kadar hemoglobin.

Model yang mereka bangun terbukti memiliki akurasi 70 hingga 80 persen dalam memprediksi kasus yang parah.

Seperti yang diketahui, pandemi Covid-19 tengah menyebar ke seluruh dunia.

Kini dibutuhkan alat atau metode untuk memprediksi risiko pada tiap pasien.

Beberapa pasien mengembangkan sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS) yang mengancam jiwa dalam hitungan jam atau hari, sementara pasien lain hanya menunjukkan gejala ringan dan berangsur pulih.

Meskipun statistik menunjukkan bahwa pria yang berusia lebih dari 60 tahun (dengan masalah medis) cenderung berisiko lebih tinggi, gangguan pernapasan akut dan kematian telah terlihat pada semua kelompok umur dan gender, termasuk orang yang tampak muda dan sehat.

ILUSTRASI - Para pekerja medis membawa seorang pasien di bawah perawatan intensif ke rumah sakit sementara Columbus Covid 2 yang baru dibangun  pada 16 Maret 2020 untuk para pasien coronavirus di Gemelli di Roma.
ILUSTRASI - Para pekerja medis membawa seorang pasien di bawah perawatan intensif ke rumah sakit sementara Columbus Covid 2 yang baru dibangun pada 16 Maret 2020 untuk para pasien coronavirus di Gemelli di Roma. (ANDREAS SOLARO / AFP)

Baca: Butuh Ribuan Subjek, China Ingin Lakukan Uji Vaksin Covid-19 dengan Libatkan Beberapa Negara

Baca: Peneliti China Prediksi Pandemi Covid-19 Terkendali Akhir April 2020, Tapi Tersisa Satu Pertanyaan











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved