Umumkan 130 Kasus Positif Covid-19 Tanpa Gejala, Silent Carrier di China Bisa Sepertiga Kasus Total

Otoritas China mengumumkan ada 130 kasus Covid-19 baru yang tidak menunjukkan gejala


zoom-inlihat foto
mengenakan-pakaian-pelindung-sebagai-tindakan-pencegahan-terhadap-coronavirus-covid-19.jpg
Hector RETAMAL / AFP
ILUSTRASI - Orang-orang yang mengenakan pakaian pelindung sebagai tindakan pencegahan terhadap coronavirus COVID-19 mengontrol titik akses ke pemakaman Biandanshan di Wuhan di provinsi Hubei pusat Cina pada 31 Maret 2020.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - China telah melaporkan 130 kasus coronavirus tanpa gejala, Rabu (1/4/2020) waktu setempat.

Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan, kasus tersebut membuat jumlah total orang yang diawasi secara medis dengan infeksi tanpa gejala menjadi 1.367, seperti diberitakan South China Morning Post.

Sehari sebelumnya, Cina mengatakan memiliki 1.541 carrier tanpa gejala hingga Senin (30/3/2020).

Dari jumlah tersebut, 302 telah dihapus dari total pada hari Rabu karena mereka tidak lagi di bawah pengawasan medis.

ILUSTRASI - Saat dunia termasuk Indonesia sedang panik corona, kini intelijen Israel bongkar rahasia China terkait virus corona yang selama ini ditutupi.
ILUSTRASI - Saat dunia termasuk Indonesia sedang panik corona, kini intelijen Israel bongkar rahasia China terkait virus corona yang selama ini ditutupi. (Xinhua/Xiongci)

Baca: 30 Ribu Narapidana Akan Dibebaskan Terkait Virus Corona, Begini Nasib Napi Koruptor dan Teroris

Baca: Aktor Star Wars Andrew Jack Meninggal Dunia 2 Hari Setelah Dinyatakan Positif Covid-19

Komisi mengatakan akan melaporkan secara teratur jumlah pembawa virus corona yang tidak menunjukkan gejala medis, di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang keakuratan data kasus China.

Selain pasien tanpa gejala, ada 36 infeksi baru coronavirus di Cina pada Selasa (31/3/2020).

Secara keseluruhan, 81.554 orang telah terinfeksi dengan virus corona baru di daratan China sejak Januari, ketika negara itu mulai mengumumkan jumlah penularannya kepada publik.

Pihak berwenang China telah berada di bawah tekanan berkelanjutan, baik di dalam negeri maupun dari luar negeri, untuk memasukkan jumlah kasus tanpa gejala ketika pandemi terus menyebar di seluruh dunia.

Zhang Wenhong, Direktur Departemen Penyakit Menular Rumah Sakit Huashan serta panel Shanghai yang mengawasi pengobatan Covid-19, memperkirakan antara 18 dan 31 persen pasien yang terinfeksi adalah pembawa tanpa gejala.

Namun dia menambahkan bahwa risiko infeksi komunitas massal yang dipicu oleh pembawa asimptomatik tetap rendah.

Penduduk, yang memakai masker wajah sebagai tindakan pencegahan terhadap penyebaran virus corona COVID-19, mempraktikkan social distancing ketika mereka menunggu untuk diuji di pusat pengujian cepat sementara dekat rumah sakit Bach Mai di Hanoi pada 31 Maret 2020.
ILUSTRASI - Penduduk, yang memakai masker wajah sebagai tindakan pencegahan terhadap penyebaran virus corona COVID-19, mempraktikkan social distancing ketika mereka menunggu untuk diuji di pusat pengujian cepat sementara dekat rumah sakit Bach Mai di Hanoi pada 31 Maret 2020. (VATSYAYANA / AFP)

Baca: Simak Cara Bersihkan Bahan Makanan Setelah Berbelanja Berikut Agar Terhindar dari Covid-19

Baca: Virus Corona Pernah Diberitakan Dapat Menular Lewat Udara, WHO Sebut COVID-19 Tidak Airborne

Zhang juga mengatakan jumlah pembawa asimptomatik harus tetap sebanding dengan jumlah kasus yang dikonfirmasi, turun karena keseluruhan kasus juga turun.

Zhang menunjukkan risiko pembawa asimptomatik dari luar negeri bisa memicu wabah lebih lanjut di Cina.

Data pemerintah Tiongkok yang yang dilihat oleh South China Morning Post menunjukkan jumlah silent carrier bisa mencapai sepertiga dari mereka yang dites positif.

Data menunjukkan lebih dari 43.000 orang di daratan China telah dites positif pada akhir Februari tetapi tidak memiliki gejala langsung.

Mereka tidak dimasukkan dalam penghitungan resmi kasus yang dikonfirmasi, tetapi ditempatkan di karantina dan dipantau.

Organisasi Kesehatan Dunia dan Korea Selatan mengklasifikasikan semua orang yang dites positif sebagai kasus yang dikonfirmasi, terlepas dari apakah mereka menunjukkan gejala.

Namun, Amerika Serikat, Inggris dan Italia tidak menguji orang tanpa gejala, selain dari pekerja medis dengan paparan virus yang berkepanjangan.

ILUSTRASI - File foto ini diambil pada 30 Januari 2020 yang memperlihatkan seorang pria yang mengenakan sungkup muka melewati seorang lelaki tua pingsan dan meninggal di trotoar di sepanjang jalan dekat sebuah rumah sakit di Wuhan.
ILUSTRASI - File foto ini diambil pada 30 Januari 2020 yang memperlihatkan seorang pria yang mengenakan sungkup muka melewati seorang lelaki tua pingsan dan meninggal di trotoar di sepanjang jalan dekat sebuah rumah sakit di Wuhan. (HECTOR RETAMAL / AFP)

Baca: Ilmuwan AS Klaim Virus Corona Bisa Menjadi Penyakit Musiman: Penting untuk Kembangkan Vaksin

Baca: Rusia Lakukan Uji Vaksin Covid-19 pada Musang dan Primata, Bulan Juni Siap Diuji pada Manusia

Otoritas kesehatan China telah berulang kali mencoba untuk meredakan kekhawatiran tentang pasien tanpa gejala.

Mereka mengatakan bahwa karena banyak yang merupakan kontak dekat orang dengan virus, dan karena itu mereka memiliki peluang minim untuk menularkan kepada orang lain.

Sebuah laporan yang diterbitkan pada akhir Maret oleh para peneliti dari Tongji Medical College di Wuhan, Universitas Fudan dan Universitas Harvard, mengatakan bahwa sekitar 60 persen orang yang tertular virus corona di kota Wuhan, Cina Tengah, tidak menunjukkan gejala atau memiliki kasus yang sangat ringan yang tidak dilaporkan ke pihak berwenang.

Penelitian ini meninjau sekitar 26.000 kasus yang dikonfirmasi laboratorium yang dicatat di Wuhan.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Nur)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - The Period of

    The Period of Her adalah sebuah film drama
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved