Berstatus PDP Corona, Jenazah Mantan DPRD Sulsel Sempat Dibawa Kembali ke RS sebelum Dimakamkan

Pemakaman jenazah mantan anggota DPRD di Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami kendala lantaran mendapatkan aksi penolakan dari warga sekitar.


zoom-inlihat foto
petugas-mengangkat-jenazah-pasien-virus-corona.jpg
Tribunnews/Irwan Rismawan
Ilustrasi - Petugas mengangkat jenazah pasien virus corona atau Covid-19 yang meninggal untuk dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2020).


Pemakaman jenazah mantan anggota DPRD di Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami kendala lantaran mendapatkan aksi penolakan dari warga sekitar.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Proses pemakaman jenazah mantan anggota DPRD di Sulawesi Selatan  (Sulsel) mengalami kendala lantaran mendapatkan aksi penolakan dari warga sekitar.

Dikutip dari Kompas.com, warga menolak jenazah tersebut karena mantan anggota DPRD Sulsel itu merupakan Pasien dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona (Covid-19).

Jenazah tersebut hendak dimakamkan di Pemakaman Kristen Pannara, Kecamatan Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (31/3/2020).

Video penolakan jenazah anggota DPRD ini sempat viral di media sosial.

Baca: Viral Polisi Marahi Pemilik Warung Kopi dan Puluhan Pengunjung Karena Nekat Berkerumun

Berikut beberapa fakta mengenai penolakan pemakaman anggota DPRD Sulsel:

Warga menolak dikira positif Covid-19

Sebelum meninggal dunia, diketahui almarhum sempat menjalani perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar.

PDP Covid-19 tersebut kemudian meninggal dunia, sementara hasil uji laboratoriumnya belum keluar.

Jenazah pasien kemudian dibawa dengan ambulans.

Para petugas pengantar pun mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap saat mengantar jenazah.





Halaman
1234
Editor: Ekarista Rahmawati Putri






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved