Red Bull KTM Tech 3: Iker Lecuona, Miguel Oliveira
Pramac Racing: Francesco Bagnaia
Sedih Kalender MotoGP 2020 Berantakan karena Wabah Corona, Valentino Rossi Pilih Opsi Ini
Wabah corona membuat penyelenggaraan MotoGP berantakan.
MotoGP Qatar dibatalkan dan banyak seri lain yang ditunda.
Hingga saat ini, seri pembuka MotoGP 2020 dijadwalkan digelar di Jerez mendatang.
Namun, masih ada kemungkinkan diundur, mengingat keadaan Spanyol juga memburuk karena corona.
Hal ini tampaknya membuat kesal Valentino Rossi.
Rossi menyarankan tidak perlu memaksakan menggelar seluruh seri yang telah dijadwalkan.
Baca: Mantan Manajer Ducati dan Repsol Honda Ungkap Penyebab Valentino Rossi Gagal Juara Bersama Ducati
Baca: Valentino Rossi dan Bos Ducati Paolo Ciabatti Tidak Yakin Seri Perdana MotoGP 2020 Bisa Digelar Mei
Ada 19 seri yang akan digelar hingga akhir November, menyusul pergeseran beberapa seri tersebut.
Di tengah isu virus corona yang masih belum reda, muncul dua opsi untuk MotoGP.
Opsi pertama adalah mengurangi jumlah seri jika kasus ini tak kunjung membaik dalam waktu dekat.
Sementara yang kedua adalah menggelar dua balapan di satu akhir pekan pada sejumlah seri seperti di Superbike.
Opsi ini membuat MotoGP tetap bisa menggelar banyak balapan tanpa terlalu menghabiskan waktu.
Jika harus memilih, Rossi merasa opsi pertama lebih masuk akal.
Ia menilai dengan situasi saat ini, tidaklah wajib untuk menggelar seluruh balapan.
"Target tahun ini adalah untuk tetap menjalani balapan sebanyak mungkin. Dua balapan di akhir pekan seperti di Superbike? Itu sebuah ide, tapi Anda juga bisa membuat kejuaraan berisi 12-13 balapan," kata rider Monster Energy Yamaha tersebut.
"Memang ada tujuh balapan yang hilang, tapi format biasa dari MotoGP terjaga. Lagipula tidak penting menggelar seluruh 20 balapan GP," tambahnya dikutip dari Crash.
Valentino Rossi dan Bos Ducati Paolo Ciabatti Tidak Yakin Seri Perdana MotoGP 2020 Bisa Digelar Mei
Wabah corona membuat kalender MotoGP 2020 berantakan dan belum bisa dipastikan.