Saran Dewan Guru Besar FKUI untuk Pemerintah, Lakukan Local Lockdown Daerah Terjangkit Covid-19

Menurut Ketua Dewan Guru Besar FKUI, pemerintah perlu menerapkan kebijakan local lockdown bagi daerah terjangkit virus corona atau Covid-19.


zoom-inlihat foto
warga-beraktivitas-menggunakan-masker-di-kawasan-bundaran-hi-jakarta-terkait-coroba.jpg
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Warga beraktivitas menggunakan masker di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (1/3/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membentuk Tim Tanggap COVID-19 guna mengantispasi penyebaran virus korona di Jakarta pasca telah diterbitkannya Instruksi Gubernur DKI Nomor 16 Tahun 2020 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan COVID-19 atau virus Corona di DKI Jakarta. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Bertambahnya jumlah kasus Covid-19 di Indonesia membuat Ketua Dewan Guru Besar FKUI memberikan saran pemerintah untuk melakukan lockdown.

Ketua Dewan Guru Besar FKUI Siti Setiati menyarankan agar pemerintah melakukan lockdown sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19.

Ia menyarankan agar pemerintah bisa berkaca dari negara lain dengan melakukan lockdown secara parsial.

"Lockdown parsial adalah sebuah langkah yang menutup sebuah wilayah/provinsi yang sudah terjangkit infeksi Covid-19," ujar Siti dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (27/3/2020).

Penerapan lockdown parsial ini diharapkan bisa memutuskan rangkaian penularan virus corona di dalam maupun di luar wilayah.

Siti berpendapat pemerintah bisa melakukan local lockdown yang dilakukan selama minimal 14 hari.

Menurutnya, adanya local lockdown, negara akan lebih mudah untuk menghitung kebutuhan sumber daya penanganan di RS (SDM, APD, serta fasilitas RS).

Alasan lain perlu dilakukan local lockdown ialah karena anjuran dari pemerintah mengenai physical distancing sampai saat ini belum konsisten diterapkan masyarakat.

Baca: Fadli Zon Minta Presiden Lakukan Lockdown untuk Perangi Covid-19: Paling Tidak Jabodetabek

Baca: Trending di Twitter Karena Berlakukan Local Lockdown, Wali Kota Tegal: Lebih Baik Saya Dibenci

"Masih terjadi kepadatan di beberapa transportasi publik, sebagian tempat wisata tetap dikunjungi, sebagian perkantoran, tempat makan, taman terbuka, dan pusat perbelanjaan tetap beraktivitas," tuturnya.

Pihaknya memprediksi, situasi ini dapat menjadi lebih buruk terlebih dengan adanya arus mudik pada bulan Ramadhan.

"Melandaikan kurva dan memperlambat proses penularan Covid-19 merupakan hal yang paling krusial karena sistem kesehatan kita saat ini belum mampu menerima beban kasus infeksi Covid-19 yang masif, " tegas Siti, seperti dikutip dari Kompas.com.

Lalu lintas di jalan raya Kualalumpur Malaysia tampak lengang pasca diberlakukannya sistem penguncian (lockdown) secara nasional akibat virus corona.
Lalu lintas di jalan raya Kualalumpur Malaysia tampak lengang pasca diberlakukannya sistem penguncian (lockdown) secara nasional akibat virus corona. (Malay Mail)

Siti juga menjelaskan bahwa penerapan lockdown yang dilakukan China terbukti efektik untuk menurunkan angka penularan Covid-19.

"Pelaksanaan lockdown dan aturan pembatasan aktivitas sosial yang ketat di Provinsi Hubei, Cina telah terbukti efektif menurunkan kasus sebesar 37 persen lebih rendah dibandingkan kota lain yang tidak menerapkan sistem ini," tuturnya.

Meski demikian, Siti juga meminta pemerintah untuk memperhatikan nasib pekerja yang mendapatkan upah harian.

Hal tersebut karena local lockdown akan berimbas pada dampak perekonomian.

Kegiatan perekonomian akan diprediksi lumpuh.

"Negara perlu menjamin hajat hidup mereka selama minimal dua pekan. Pengembalian sebagian uang pajak dari rakyat untuk rakyat dengan adanya kejadian pandemi seperti ini merupakan tindakan yang wajar," tambahnya.

Baca: Tegaskan Tak Akan Lakukan Lockdown, Jokowi: Negara Kita yang Paling Pas adalah Physical Distancing

Baca: Belum Ada Kasus Positif Virus Corona, Benua Ini Sudah Lakukan Lockdown Jauh-jauh Hari

Seperti diberitakan sebelumnya, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia semakin bertambah.

Hingga Kamis (26/3/2020), juru bicara penanganan virus corona Achmad Yurianto mengumumkan penambahan jumlah pasien virus corona.

Sebelumnya, jumlah pasien Covid-19 di Indonesia mencapai angka 790 orang.

Namun, angka tersebut semakin bertambah hingga naik menjadi 893 orang.

Sementara itu, pasien meninggal karena virus corona juga bertambah menjadi 78 orang.

Tegal Lakukan Local Lockdown

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono memutuskan untuk mengambil kebijakan local lockdown.

Dedy Yon Supriyono harus mengambil kebijakan local lockdown ini sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Dikutip dari Warta Koa, Pemerintah Kota Tegal akan menutup seluruh akses jalur masuk menuju Kota Tegal.

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dalam Konferensi Pers di Pendopo Ki Gede Sebayu Balai Kota Tegal, Rabu (25/3/2020) malam.
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dalam Konferensi Pers di Pendopo Ki Gede Sebayu Balai Kota Tegal, Rabu (25/3/2020) malam. (TribunJateng/Istimewa)

Dedy Yon Supriyono menyebut langkah tersebut sebagai full local lockdown.

Semua akses jalan akan ditutup, kecuali jalan nasional dan provinsi.

Adapun rencana lockdown lokal Tegal mulai 30 Maret sampai 30 Juli 2020.

Akan ada 49 jalur ditutup dari 51 jalur di Kota Tegal.

"Kita berencana akan full local lockdown. Seluruh perbatasan akan kita tutup.Yang dibuka hanya jalur provinsi dan jalur nasional. Ini demi keamanan bersama," kata Dedy Yon dalam Konferensi Pers di Pendopo Ki Gede Sebayu, Rabu (25/3/2020) malam.

Dedy Yon mengatakan, jalan menuju Kota Tegal akan ditutup dengan pembatas beton.

Baca: Tegal Local Lockdown: Akses Masuk Kota Ditutup Beton, Jalan Nasional dan Provinsi Tetap Dibuka

Sehingga nantinya tidak ada masyarakat yang bisa membuka atau memindahkan pembatas jalan tersebut.

Ia juga berharap, masyarakat bisa memahami kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Kota Tegal.

Menurutnya, upaya ini supaya Kota Tegal terhindar dari bahaya virus corona atau Covid-19.

"Masyarakat harus memahami. Ini pilihan pahit. Saya pribadi dilematis. Bahkan jika saya disuruh memilih, lebih baik saya dibenci dari pada maut menjemput mereka," ungkapnya.

(TRIBUNNEWSWIKI/Afitria/Kompas.com)

Artikel ini sebagian telah tayang di Kompas.com dengan judul Ketua Dewan Guru Besar FKUI Sarankan Pemerintah Lockdown Daerah Terjangkit Covid-19





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved