Hari Ini dalam Sejarah: Mary Mallon Dikarantina Seumur Hidup karena Jadi Penular Demam Tifoid

Mary Mallon terpaksa dikarantina seumur hidup mulai 27 Maret 1915 karena dianggap menyebarkan demam tifoid


Hari Ini dalam Sejarah: Mary Mallon Dikarantina Seumur Hidup karena Jadi Penular Demam Tifoid
Commons.wikimedia.org
Mary Mallon (depan) dianggap sebagai penyebar demam tifoid 

Mary Mallon terpaksa dikarantina seumur hidup mulai 27 Maret 1915 karena dianggap menyebarkan demam tifoid




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mary Mallon atau dikenal sebagai Typhoid Mary kembali dikarantina pada 27 Maret 1915.

Berasal dari Irlandia dan pindah ke Amerika Serikat, Mary Mallon dianggap menjadi penular tanpa gejala dalam wabah demam tifoid.

Pada 1900-1907, Mary Mallon bekerja sebagai juru masak pada tujuh keluarga area Kota New York City.

Orang-orang di tempat Mary Mallon bekerja banyak yang menderita demam dan diare.

Mary Mallon akhirnya dikarantina pada 1907 dan dibebaskan tiga tahun kemudian.

Namun, dia dikarantina lagi pada 27 Maret 1915 karena dianggap kembali menyebarkan demam tifoid.[1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 39 Anggota Kultus Heavens Gate Ditemukan Tewas, Diduga Bunuh Diri Massal

Baca: Hari Ini dalam Sejarah, 26 Maret 1969: Aksi Massa Perempuan Antiperang Digelar di Washington DC AS

Sebuah poster tentang Mary Mallon
Sebuah poster tentang Mary Mallon (Commons.wikimedia.org)

  • Menjadi super-spreader


Mary Mallon lahir pada 23 September 1869 di Cookstown, Irlandia.

Dia pindah ke Amerika Serikat pada 1883 dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga, biasanya menjadi juru masak.

Pada 1900-1907, ada lebih dari 20 orang menderita demam tifoid di keluarga-keluarga tempat Mary bekerja di New York City dan Long Island.

Penyakit ini sering terjadi setelah Mary bekerja di tempat itu.

Setelah ditelusuri dan penyakit ternyata berasal dari tempat Mary baru saja bekerja, tetapi Mary telah menghilang.

Pada 1906, para pemmilik rumah yang tempat Mary pernah bekerja menyewa seorang insinyur sanitasi Departemen Kesehatan New York City bernama George Soper.

Dia dan penyelidik lainnya dipekerjakan meneliti wabah dan menyimpulkan wabah tersebut disebabkan air yang tercemar.

Mary terus bekerja dari rumah ke rumah sampai 1907 dan akhirnya bertemu Soper.

Meski Mary sempat melarikan diri, Soper berhasil menangkapnya.

Mary diisolasi di North Brother Island dan dilepaskan tiga tahun kemudian.

Namun, Mary tidak boleh lagi bekerja di bidang yang menangani makanan.[2]

  • Kembali dikarantina


Setelah dibebaskan, Mary bekerja di laundry atau tempat pencucian.

Namun, karena upahnya sedikit, dia berganti nama menjadi Mary Brown dan kembali bekerja di dapur, termasuk di Rumah Sakit Sloane.

Tipoid kembali mewabah pada 1915 dan Mary kembali dikarantina, kali ini untuk seumur hidup.

Dia kemudian dikaitkan dengan puluhan infeksi dan tiga kematian.

Bahkan, Mary dirumorkan sudah menginfeksi ribuan orang.

Di pulau tempat karantina, Mary rutin dites, tetapi dia tidak peduli pada kondisinya.

Mary juga menolak mengakui hal berbahaya yang dia lakukan ke orang lain.

Selain itu, imigran dari Irlandia ini juga tidak menunjukkan gejala sebagai penular tifoid.[3]

Dia kemudian dikenal sebagai "Typhoid Mary" dan muncul di kamus kedokteran sebagai penular penyakit.

Mary tetap dikarantina di North Brother Island sampai meninggal.

Pada 1932, dia menderita stroke dan tidak dapat berjalan lagi.

Selama enam tahun, dia dirawat di "Rumah Sakit Riverside."

Mary meninggal pada 11 November 1938 dan dikuburkan di St. Raymond's Cemetery.[4]

(TribunnewsWiki/Febri)



Peristiwa Mary Mallon kembali dikarantina karena dianggap menyebarkan demam tifoid
Pada 27 Maret 1915
   


Sumber :


1. peoplepill.com
2. www.britannica.com
3. www.theguardian.com
4. www.ncbi.nlm.nih.gov


Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Melia Istighfaroh






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved