Belajar di Rumah, Mendikbud Minta Guru Berikan Materi Life Skill dan Karakter dari Pandemi Covid-19

Mendikbud Nadiem Makarim minta guru-guru berikan materi life skill dan karakter, materi tersebut bisa dapat dipahami dari kejadian pandemi Coovid-19.


zoom-inlihat foto
mendikbud-nadiem-makarim-saat-mengikuti-rapat-kerja-1.jpg
Tribunnews/Jeprima
Libur Diperpanjang, Mendikbud Nadiem Makarim minta guru-guru berikan materi life skill dan karakter yang bisa diambil dari kejadian pandemi Covid-19. Foto diambil saat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim saat mengikuti Rapat Kerja (Raker) perdana dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (6/11/2019). Tribunnews/Jeprima


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sebagian daerah di Indonesia telah menerapkan perpanjangan untuk Pembelajaran Jarak Jauh sebagai upaya untuk meredam penyebaran virus corona (Covid-19).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang masa kegiatan belajar di rumah hingga 5 April mendatang.

Sementara, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang menetapkan perpanjangan masa belajar di rumah hingga 2 bulan, yang sebelumnya hanya 2 minggu.

Baca: Sekolah Diliburkan, Kemendikbud Tetapkan Aturan Khusus Terkait Jadwal Ujian Nasional (UN) 2020

Baca: Mendikbud Tegaskan Tak Ada Penghapusan Guru Honorer di Indonesia

"Pelaksanaan belajar di rumah tetap menggunakan daring," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Syaifullah pada Kamis (26/3/2020).

Perpanjangan masa belajar di rumah ini tentu menuntut para pengajar untuk kreatif memberikan materi pembelajaran.

Pasalnya, tidak sedikit orang tua yang mengeluhkan banyaknya tugas dan PR anak sehingga membuat anak lebih stres saat belajar di rumah.

Mendikbud Nadim Makarim menjelaskan arah kebijakan pendidikan Merdeka Belajar dalam Rapat Koordinasi Mendikbud dengan Kepala Dinas Pendidikan se-Indonesia di Jakarta, Rabu (11/12/2019)
Mendikbud Nadim Makarim menjelaskan arah kebijakan pendidikan Merdeka Belajar dalam Rapat Koordinasi Mendikbud dengan Kepala Dinas Pendidikan se-Indonesia di Jakarta, Rabu (11/12/2019) (DOK. KEMENDIKBUD)

Berkaitan dengan perpanjangan masa belajar di rumah, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Plt Dirjen PAUD Dikdasmen) Harris Iskandar mengatakan, guru dan orang tua diharapkan dapat mewujudkan pendidikan yang bermakna di rumah.

Belajar bermakna adalah tidak hanya fokus pada capaian akademik atau kognitif saja, namun juga menekankan pada perkembangan "life skill" dan karakter.

Untuk pendidikan life skill anak usia dini, guru dan orang tua bisa menjadikan aktivitas memahami pandemik Covid-19 sebagai materi pembelajaran.

Baca: Jokowi Umumkan Informasi Terkait Ujian Nasional 2020 Resmi Dibatalkan dari SD hingga SMA

Baca: Ujian Nasional Dihapus, Nadiem Makarim Sebut 3 Faktor, Bikin Stres hingga Berujung Hafalan

Mulai dari penjelasan tentang virus hingga langkah pencegahan seperti mencuci tangan dan menggunakan masker.

Dengan begitu, anak dapat memiliki gambaran serta wawasan tentang apa yang terjadi di sekitarnya dan juga mampu melindungi dirinya.

"Harus disampaikan ke anak sehingga dia paham. Jangan hanya tugas melulu. Berikan pendidikan yang bermakna," ujar Harris dalam konferensi video daring bersama media di Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Harris juga mengimbau Kepala Dinas Pendidikan agar membuat aturan lebih detail mengenai metode pembelajaran di rumah selama masa pandemik Covid-19.

 

Pada kesempatan yang berbeda, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengimbau guru-guru dan kepala sekolah untuk kreatif dalam menangani keterbatasan yang ada selama masa belajar di rumah.

Terutama untuk daerah yang tidak memiliki akses pada ponsel pintar atau smartphone.

“Kami juga menganjurkan guru untuk membimbing anaknya tak hanya memberikan PR tapi membimbing,” kata Nadiem.

Melalui Surat Edaran Mendikbud nomor 4 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa darurat Penyebaran Coronavirus Disease (covid-2019), Mendikbud menjelaskan aturan lebih rinci tentang pon-poin pembelajaran jarak jauh.

Baca: Anies Baswedan Liburkan Sekolah Cegah Sebaran Virus Corona Bukan Berarti Bisa Liburan

Dalam poin 2 surat edaran tersebut dijelaskan, Proses Belajar dari Rumah dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Belajar dari Rumah melalui pembelajaran daring atau jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan.
  2. Belajar dari Rumah dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai pandemi Covid-19.
  3. Aktivitas dan tugas pembelajaran Belajar dari Rumah dapat bervariasi antar siswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses atau fasilitas belajar di rumah.
  4. Bukti atau produk aktivitas Belajar dari Rumah diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru, tanpa diharuskan memberi skor atau nilai kuantitatif. 
Google Suite for Education, aplikasi Google untuk mendukung kegiatan belajar daring atau online bagi para penggunanya.
Google Suite for Education, aplikasi Google untuk mendukung kegiatan belajar daring atau online bagi para penggunanya. (Google)

(Tribunnewswiki.com/Ron)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved