Video Keluarga Nekat Bongkar Plastik Jenazah PDP Covid-19 Asal Kolaka, Dokter Sebut Kurang Pemahaman

Akan sangat berisiko jika pasien yang meninggal tersebut ternyata positif terinfeksi virus corona.


Video Keluarga Nekat Bongkar Plastik Jenazah PDP Covid-19 Asal Kolaka, Dokter Sebut Kurang Pemahaman
CNN
Coronavirus.(CNN) 


Akan sangat berisiko jika pasien yang meninggal tersebut ternyata positif terinfeksi virus corona.

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Video yang menunjukkan rekaman keluarga membuka plastik yang membungkus jenazah perempuan yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona atau covid-19 viral di media sosial.

Selain itu, dalam video tersebut juga nampak sejumlah keluarga pasien di rumah duka di Kolaka melakukan kontak yang erat dengan jenazah.

Diketahui, kejadian tersebut terjadi di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Jenazah PDP itu dibawa dari RS Bahteramas menuju Kabupaten Kolaka dengan menggunakan mobil pribadi milik anggota keluarganya.

Dikutip dari Kompas.com, Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Kepolisian Daerah (Polda) Sultra, Komisaris polisi dr Mauluddin menuturkan, tindakan yang dilakukan pihak RSUD Bahteramas sudah sesuai standar penanganan jenazah infeksi virus corona, yaitu membungkus jenazah dengan pakaiannya, mengkafaninya lalu dibungkus plastik kedap.

"Maksudnya apa, supaya kuman ataupun cairan tubuh tidak berpindah ke orang lain. Sehingga diharapkan memang, pada saat penyerahan jenazah ini, keluarga tidak membuka lagi bungkus dari jenazah tersebut," ungkap Mauluddin.

Baca: Cerita Mahfud Batal Ajak Menteri Melayat Ibunda Jokowi di Solo, Sempat Niat Pinjam Pesawat TNI AU

Baca: Pelatih Jonatan Christie dan Anthony Ginting Jadi PDP Virus Corona, Pelatnas PBSI Diisolasi

Kemudian, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dr Rabiul Awal juga mengungkapkan hal serupa.

Ia menyatakan, pihak rumah sakit telah menangani jenazah pasien PDP tersebut sesuai SOP.

"Sebenarnya, dari rumah sakit sudah dibungkus plastik, tapi keluarga membuka plastik itu. Perlakuan kepada jenazah itu dengan standar Covid-19, yang memandikan pun harus memakai APD dilakukan oleh tenaga medis langsung," dokter yang akrab dipanggil Wayong tersebut.

Wayong pun sangat menyayangkan sikap keluarga sikap keluarga yang tidak mematuhi prosedur pemulasaran jenazah dengan standar korban terinfeksi Covid-19, seperti yang ditetapkan WHO, meski korban masih berstatus PDP.





Halaman
123
Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: Melia Istighfaroh






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved