"Perkiraaan saya, bulan Juni didasarkan pada skenario bahwa semua negara mengambil tindakan poitif," ujarnya.
"Tetapi jika semua negara tidak melakukan tindakan itu, dikhawatirkan virus ini akan bertahan lebih lama," tandasnya.
Sekarang ini, pelambatan penyebaran terjadi di China.
Hal ini mendorong beberapa bisnis dan industri mulai aktif kembali, meski dijalankan dengan hati-hati.
Provinsi Hubei mengumumkan jika mereka sudah melonggarkan lockdown yang terjadi beberapa waktu silam.
Hal tersebut karena provinsi ini ditunjang oleh ekonomi dari industri dan manufaktur yang cukup besar, akan tetapi telah lumpuh sejak 23 Januari.
Walaupun di negeri tirai bambu tersebut telah mengalami penurunan, virus ini masih berkembang cukup besar dalam skala global.
Tak terhindar juga di Indonesia yang terkena imbasnya.
China sendiri menungkapkan, walaupun kasusu virus corona sudah turun kondisi mereka masih sangat sulit karena risiko wabah impor terus berdatangan dari luar China dibawa masuk.
Sedangkan di Indoensia sendiri, berdasarkan worldometers.info kasus virus corona telah mencapai angka 790 pasien terinfeksi pada Kamis (26/3), dengan total kematian sebanyak 58 meninggal dunia dan total 31 orang sudah sembuh dari Covid-19.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Kaa, Intisari.grid.id)