Kontak dengan Dokter yang Terinfeksi Covid-19, Kanselir Jerman Angela Merkel Isolasi Mandiri

Kontak yang terjadi antara Angela Merkel dengan dokter yang positif COVID-19 itu terjadi ketika ia menerima suntikan vaksin pneumonia Jumat pekan lalu


zoom-inlihat foto
merkel1.jpg
Kompas.com
Kanselir Jerman Angela Merkel memberikan keterangan pers di depan sejumlah jurnalis yang duduk berjarak di Berlin, Jerman, 16 Maret 2020. Menjaga jarak aman antar warga menjadi salah satu cara yang dianjurkan untuk mencegah penyebaran virus corona.(AFP/MARKUS SCHREIBER)


TRIBUNNEWSWIKI.COMKanselir Jerman Angela Merkel dikonfirmasi akan melakukan karantina mandiri setelah dirinya melakukan kontak dengan seorang dokter yang kemudian dinyatakan positif terinfeksi virus corona (Covid-19).

Hal tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara Merkel, Steefen Seibert pada Minggu (22/3/2020), seperti dikutip dari CNN.

Seibert mengatakan, kontak yang terjadi antara Merkel dengan dokter yang positif COVID-19 itu terjadi ketika dokter memberikan suntikan vaksin pneumonia pada Merkel, Jumat sore pekan lalu.

Dokter yang memberi suntikan tersebut kemudian diketahui positif terinfeksi Covid-19.

Sebelumnya, Merkel sendiri telah menyatakan jika Jerman telah menerapkan “larangan kontak” untuk menekan penyebaran virus corona.

Dalam konferensi pers tersebut, Merkel mengatakan Jerman akan memperkuat langkah-langkahnya dan mendorong warga untuk "mengurangi kontak dengan orang sebanyak mungkin."

"Untuk itu, Jerman akan melarang pertemuan lebih dari dua orang," kata Merkel.

Baca: Valentino Rossi dan Bos Ducati Paolo Ciabatti Tidak Yakin Seri Perdana MotoGP 2020 Bisa Digelar Mei

Baca: Update Pasien Virus Corona 23 Maret 2020: Total 335.997 Kasus, 98.330 Sembuh,14.641 Orang Meninggal

Merkel menambahkan, pengecualian untuk keluarga dan orang yang hidup bersama.

Merkel mengatakan orang harus mematuhi "jarak minimum 1,5 hingga 2 meter" untuk mencegah penyebaran virus.

Dia juga mengatakan, restoran, salon rambut dan toko tato akan tutup.

Merkel mengatakan langkah-langkah itu akan diberlakukan setidaknya selama dua minggu.

Langkah tersebut diambli setelah Jerman melihat masih banyak warganya yang melanggar aturan karantina.

Dikutip Kompas.com dari media Jerman Deutsche-Welle, di Bavaria terdapat 160 pelanggaran aturan karantina.

Masyarakat diketahui masih mengadakan pesta, meskipun sudah ada aturan tentang pelaksanaan karantina mandiri di rumah masing-masing.

Selain mengumumkan aturan baru tentang jumlah orang di perkumpulan, Jerman juga menerapkan aturan-aturan lain, sebagai berikut:

1. Semua restoran, kafe, dan penyedia jasa sejenis termasuk penata rambut, harus memberi jarak 2,5 meter antara orang.

Jika tidak memungkinkan, mereka harus tutup sementara.

2. Di tempat umum, orang-orang yang tidak tinggal bersama harus menjaga jarak minimal 1,5 meter.

3. Perusahaan harus memastikan karyawannya bekerja secara higienis.

4. Warga yang bepergian untuk kerja, membantu orang lain, atau berolahraga secara individu, diperbolehkan keluar rumah.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved