TRIBUNNEWSWIKI.COM - Persib Bandung bisa senasib seperti Persegres Gresik di Liga Super Indonesia 2015 jika Shopee Liga 1 2020 terpaksa dihentikan karena virus corona.
Penyebaran virus corona di Indonesia tidak kunjung mengalami penurunan setiap hari dan justru terus meengalami peningkatan.
Tingginya tingkat penyebaran virus corona pun membuat kompetisi sepak bola di beberapa belahan dunia dihentikan untuk sementara waktu.
Tak hanya itu, wacana untuk menghentikan kompetisi di beberaga negara juga mulai digaungkan.
Hal itu mengingat situasi penyebaran infeksi Covid-19 yang sudah ditetapkan sebagai pandemi oleh badan kesehatan dunia, WHO.
Liga Indonesia pun turut terimbas oleh merebaknya wabah virus corona di banyak wilayah di Tanah Air.
Baca: Pandemi Corona Tak Kunjung Reda, Liga Italia Terancam Mundur Lagi atau Dibatalkan
PSSI secara resmi telah mengumumkan untuk menghentikan Shopee Liga 1 2020 dan Liga 2 2020 hingga waktu yang belum ditentukan.
Masih sulit membayangkan jika Liga 1 harus ditiadakan pada musim 2020 karena baru memasuki pekan ketiga.
Akan tetapi, jika skenario itu terjadi, tim yang paling terdampak adalah Persib Bandung yang sedang berada di puncak klasemen.
Persib saat ini mengoleksi sembilan poin, hasil dari tiga kemenangan beruntun pada awal musim Shopee Liga 1 2020.
Jika kompetisi dihentikan secara total, Persib bisa saja mengalami nasib serupa dengan Persegres Gresik ketika berlaga di Liga Super Indonesia 2015.
Seperti diketahui, Liga Super Indonesia 2015 bersama dengan smua kompetisi sepak bola lainnya di Tanah air dibatalkan oleh PSSI.
Keputusan itu diambil seiring dengan keadaan Force Majeur yang merupakan imbas dari pembekuan PSSI oleh Kemenpora.
Langkah yang diambil PSSI saat itu menuai cukup banyak kontroversi dari berbagai pihak.
Sebab, Liga Super Indonesia 2015 baru memasuki pekan ketiga dan baru menggelar 19 pertandingan.
Pemuncak klasemen sementara saat itu adalah Persegres Gresik, yang mengoleksi poin sempurna seperti Persib Bandung di awal musim 2020.
Persegres mendapatkan sembilan poin, hasil dari kemengan beruntun di tiga pekan pertama Liga Super Indonesia 2015.
Persegres yang kini berganti nama menjadi Gresik United menang 1-0 atas Barito Putera, mengalahkan Mitra Kukar dengan skor 3-2, dan kembali menang atas Pusam Borneo FC dengan skor 2-1.
Sayangnya, mimpi Persegres untuk berjaya di puncak Liga Super Indonesia 2015 harus kandas sangat cepat setelah kompetisi tersebut resmi dibatalkan.
Update corona di Indonesia
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan rumah sakit khusus pasien corona di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, sudah hampir selesai.
Ia memastikan, rumah sakit ini siap dioperasikan pada 28 Maret 2020 mendatang.
Artinya, tak sampai dari lima hari lagi rumah sakit khusus pasien corona itu akan bisa digunakan untuk kepentingan medis.
"Insya Allah nanti tanggal 28 (Maret 2020) ditinjau oleh Bapak Presiden, kita sudah siap," kata Basuki saat konferensi pers di Wisma Atlet, Jakarta Pusat, Minggu (22/3/2020) lalu.
Baca: Lawan Virus Corona, McDonalds Tutup Seluruh Gerainya di Inggris dan Irlandia
Basuki mengatakan, hingga hari ini Senin (23/3/2020), proses pembangunan rumah sakit telah mencapai 80 persen.
Sejumlah kebutuhan utama, yakni pasokan listrik dan instalasi pengolahan air bersih dipastikan sudah selesai digarap.
Basuki menyebut, pada tahap pertama, pemerintah membangun 400 unit ruang observasi dan 50 unit ruang isolasi.
"Jadi masyarakat saya kira enggak perlu khawatir, kita semua sudah siap untuk melayani antisipasi virus ini," kata Basuki.
Selain rumah sakit di Pulau Galang, Batam, pemerintah Indoensia juga menyiapkan wisma atlet sebagai "rumah sakit" darurat untuk merawat pasien virus Corona.
Presiden Joko Widodo pun sudah meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 yang disiapkan di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020) pagi.
Dari siaran langsung Kompas TV, Jokowi tiba di lobi RS pukul 09.00 WIB.
Jokowi langsung disambut Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, dan sejumlah pejabat lainnya.
Presiden langsung memantau sejumlah titik di rumah sakit darurat itu, mulai dari ruang instalasi gawat darurat sampai ke kamar isolasi pasien.
Sambil melakukan pemantauan, Presiden yang mengenakan masker hijau mendapat penjelasan mengenai fasilitas di RS tersebut dari para pejabat yang mendampinginya.
Baca: Aksi Bos Raksasa Alibaba Gelontorkan Bantuan ke 10 Negara Terdampak Corona
Sebelum meninggalkan RS, Jokowi juga sempat memberikan arahan kepada Doni Monardo dan Erick Thohir.
Tinjauan Jokowi ini sekaligus meresmikan beroperasinya rumah sakit darurat tersebut.
Setelah diresmikan Jokowi, empat tower di Wisma Atlet ini langsung bisa digunakan untuk menangani pasien Covid-19.
Keempat tower yang disiapkan adalah Tower 1, Tower 3, Tower 6, dan Tower 7.
Wisma Atlet ini setidaknya bisa menampung sekitar 2.000 tempat tidur.
Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto sebelumnya mengatakan, Wisma Atlet bakal diperuntukkan bagi mereka yang menunjukkan gejala Covid-19 atau sakit ringan.
"Yang kondisinya ringan, positif, sudah terjadi di rumah sakit, bisa didorong ke Wisma Atlet ini," kata Terawan saat konferensi pers di Jakarta, Minggu (22/3/2020).
"Sehingga, di sini akan punya kemampuan untuk menampung orang yang bukan sakit berat, tetapi yang sakit ringan yang membutuhkan perawatan," tutur dia.
Terawan mengatakan, pasien yang hendak dirawat di Wisma Atlet harus lebih dulu memeriksakan diri di rumah sakit.
Sebab, rumah sakit harus lebih dulu memastikan ada tidaknya gejala virus corona. Proses pemeriksaan di rumah sakit bukan hanya rapid test, melainkan juga pemeriksaan swab.
Pemerintah mengumumkan, total pasien yang telah dinyatakan positif Covid-19 hingga Minggu (22/3/2020), sebanyak 514 orang.
"Sampai hari ini, pukul 12.00 WIB, ada penambahan 64 orang.
Sehingga total 514 orang," ujar juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers, Minggu sore.
Dari jumlah itu, terdapat penambahan jumlah pasien sembuh, yakni sembilan orang.
Mereka telah dites virus corona sebanyak dua kali. Hasilnya negatif seluruhnya.
Dengan demikian, total pasien sembuh dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing, yakni sebanyak 29 orang.
Penambahan juga terjadi pada pasien meninggal dunia, yakni satu orang.
"Jadi, total pasien meninggal dunia sebanyak 48 orang," ujar Yuri.
(Tribunnewswiki.com/Ris)
Artikel ini sudah tayang di Bolasport.com dengan judul "Jika Skenario Ini Terjadi, Persib Bandung Bisa Senasib dengan Persegres Gresik saat 2015"