Disinfektan

Disinfektan adalah cairan pembersih untuk membunuh bakteri, virus, maupun kuman yang umumnya dibuat dari hidrogen peroksida, creosote, atau alkohol.


zoom-inlihat foto
disinfektan7.jpg
pixabay.com
Ilustrasi cairan Disinfektan

Disinfektan adalah cairan pembersih untuk membunuh bakteri, virus, maupun kuman yang umumnya dibuat dari hidrogen peroksida, creosote, atau alkohol.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Disinfektan adalah cairan pembersih yang umumnya dibuat dari hidrogen peroksida, creosote, atau alkohol.

Cairan tersebut digunakan untuk membunuh bakteri, virus, kuman, protozoa, dan mikroorganisme berbahaya lainnya pada permukaan benda mati atau ruangan.

Disinfektan umumnya digunakan untuk membersihkan high-touch surface atau benda-benda yang paling sering disentuh banyak orang seperti gagang pintu, meja, tempat tidur, dan kamar mandi.

Disinfektan juga mengandung konsenterasi biosida tinggi agar lebih efektif dalam mencegah timbulnya bakteri atau mikroorganisme pada benda mati apapun yang menjadi media paparan infeksi yang berbahaya bila disentuh atau dihirup manusia. (1)

disinfektan9
Ilustrasi disinfektan dalam botol spray

  • Jenis-jenis #


Formaldehida

Formaldehida atau yang juga dikenal sebagai formalin mengandung konsenterasi efektif sekitar 8%.

Formaldehida merupakan disinfektan yang bersifat karsinogenik pada konsentrasi tinggi, namun tidak korosif terhadap metal.

Formaldehida dapat menyebabkan iritasi pada mata, kulit, dan pernapasan.

Senyawa ini memiliki daya inaktivasi mikroba dengan spektrum luas.

Formaldehida juga dapat terinaktivasi oleh senyawa organik.

Kalium permanganat

Kalium permanganat merupakan zat oksidan kuat, namun tidak tepat untuk disinfeksi air.

Penggunaan senyawa ini dapat menimbulkan perubahan rasa, warna, dan bau pada air.

Meskipun demikian, senyawa ini cukup efektif terhadap bakteri Vibrio cholerae.

Fenol

Fenol merupakan bahan antibakteri yang cukup kuat dalam konsentrasi 1-2% dalam air.

Fenol umumnya dikenal dengan lisol dan kreolin.

Fenol dapat diperoleh melalui distilasi produk minyak bumi tertentu.

Fenol bersifat toksik, stabil, tahan lama, berbau tidak sedap, dan dapat menyebabkan iritasi.

Mekanisme kerja senyawa ini adalah dengan penghancuran dinding sel dan presipitasi (pengendapan) protein sel dari mikroorganisme sehingga terjadi koagulasi dan kegagalan fungsi pada mikroorganisme tersebut.

Klorin

Senyawa klorin yang paling aktif adalah asam hipoklorit.

Mekanisme kerjanya adalah menghambat oksidasi glukosa dalam sel mikroorganisme dengan cara menghambat enzim-enzim yang terlibat dalam metabolisme karbohidrat.

Kelebihan dari disinfektan ini adalah mudah digunakan dan jenis mikroorganisme yang dapat dibunuh dengan senyawa ini juga cukup luas, meliputi bakteri gram positif dan bakteri gram negatif.

Sedangkan, kelemahannya adalah dapat menyebabkan korosi pada pH rendah (suasana asam), meskipun sebenarnya pH rendah diperlukan untuk mencapai efektivitas optimum disinfektan ini.

Klorin juga cepat terinaktivasi jika terpapar senyawa organik tertentu.

Iodin

Iodin merupakan disinfektan yang efektif untuk proses desinfeksi air dalam skala kecil.

Dua tetes iodine 2% dalam larutan etanol cukup untuk mendesinfeksi 1 liter air jernih.

Salah satu senyawa iodine yang sering digunakan sebagai disinfektan adalah iodofor.

Sifatnya stabil, memiliki waktu simpan yang cukup panjang, aktif mematikan hampir semua sel bakteri, tetapi tidak aktif mematikan spora, nonkorosif, dan mudah terdispersi.

Kelemahan iodofor di antaranya aktivitasnya tergolong lambat pada pH 7 (netral) dan lebih dan mahal.

Iodofor tidak dapat digunakan pada suhu lebih tinggi dari 49°C.

Alkohol

Alkohol merupakan disinfektan yang banyak dipakai untuk peralatan medis, contohnya termometer oral.

Umumnya digunakan etil alkohol dan isopropil alkohol dengan konsentrasi 60-90%, tidak bersifat korosif terhadap logam, cepat menguap, dan dapat merusak bahan yang terbuat dari karet atau plastik.

Amonium Kuartener

Amonium kuartener merupakan garam ammonium dengan substitusi gugus alkil pada beberapa atau keseluruhan atom H dari ion NH4+nya.

Umumnya yang digunakan adalah cetyl trimetilammonium bromide (CTAB) atau lauril dimetil benzyl klorida.

Amonium kuartener dapat digunakan untuk mematikan bakteri gram positif, tetapi kurang efektif terhadap bakteri gram negatif, kecuali bila ditambahkan dengan sekuenstran (pengikat ion logam).

Senyawa ini mudah berpenetrasi, sehingga cocok diaplikasikan pada permukaan berpori, sifatnya stabil, tidak korosif, memiliki umur simpan panjang, mudah terdispersi, dan menghilangkan bau tidak sedap.

Kelemahan dari senyawa ini adalah aktivitas disinfeksi lambat, mahal, dan menghasilkan residu. (2)

Baca: Demam

Baca: Batuk

  • Manfaat Disinfektan #


Setiap sudut tempat atau benda-benda umum yang biasa Anda kunjungi atau bahkan sentuh mengandung bakteri, virus, dan mikroorganisme.

Bahkan, berdasarkan penelitian terdapat 600.000 bakteri di setiap inci kulit dari sentuhan yang memicu paparan infeksi berbahaya.

Walaupun sebagian besar bakteri atau virus mungkin tidak berbahaya, namun terdapat organisme penyebab penyakit yang disebut dengan patogen mematikan yang mungkin dipaparkan melalui benda mati.

Benda-benda mati tersebut dapat menjadi media virus atau bakteri tumbuh dan berkembang, sehingga sangat penting untuk membersihkannya dengan desinfektan yang tepat secara teratur pada permukaan benda pada fasilitas atau tempat yang sering disentuh.

Berdasarkan rekomendasi dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), tempat-tempat yang harus dibersihkan dengan desinfektan adalah fasilitas komunitas termasuk sekolah, kampus, tempat penitipan anak, pusat bisnis, dan semua tempat yang dikunjungi masyarakat umum di luar rumah.

Menggunakan desinfektan juga dapat membantu mencegah penyebaran flu, pilek, infeksi, dan penyakit lainnya seperti Covid-19 yang saat ini penyebarannya meluas dan sangat cepat. (3)

Baca: Antiseptik

Baca: Hand Sanitizer

  • Cara Membuat Disinfektan Rumahan #


Anda dapat membuat sendiri larutan disinfektan dengan menggunakan produk kebersihan rumah tangga yang mendapat lisensi dari Environmental Protection Agency (EPA).

Disinfektan yang direkomendasikan adalah cairan pembersih yang dibuat dengan kandungan alkohol sebesar 70%.

Anda juga dapat membuat desinfektan sendiri dengan bahan dan cara berdasarkan rekomendasi dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dengan bahan-bahan seperti 5 sendok makan (1/3 gelas) pemutih untuk 3,7 liter air atau 4 sendok teh pemutih untuk 1 liter air.

Tuang larutan disinfektan tersebut dalam botol semprot atau gunakan untuk membersihkan sudut rumah yang kotor atau bagian yang sering disentuh seperti gagang pintu, meja, kamar mandi, dan sebagainya.

Larutan tersebut dapat membantu untuk membunuh virus.

Rekomendasi cara membuat disinfektan lainnya, yaitu:

  1. Siapkan botol semprot 0,5 liter
  2. Isopropil alkohol 70% (140 proof)
  3. Tambahkan 1/2 sendok teh hidrogen peroksida
  4. Tambahkan minyak esensial seperti 30 tetes minyak esensial tree tea oil, 15 tetes minyak esensial lemon, 15 tetes minyak esensial lavender, dan 15 tetes minyak esensial eucalyptus
  5. Campurkan semua bahan tersebut
  6. Masukan ke dalam botol semprot dan beri label disinfektan
  7. Disinfektan sudah siap digunakan

Anda dapat menggunakan larutan disinfektan tersebut untuk membersihkan permukaan meja, keran air, gagang pintu, remot, sakelar lampu, dan sebagainya.

Selain itu, Anda dapat menggunakan produk-produk kebersihan dengan label klaim antivirus yang yang disetujui EPA.
Ikuti instruksi untuk semua produk pembersih dan disinfeksi termasuk cara penggunaan, konsentrasi, dan waktu kontak. (4)

(Tribunnewswiki.com/Ron)



Nama Disinfektan
Kandungan Hidrogen peroksida
Creosote
Alkohol
   


Sumber :


1. doktersehat.com
2. id.wikipedia.org
3. doktersehat.com
4. www.alodokter.com


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved