"Dengan 11 mitra mulai pendaftaran, pemilihan pelatihan dan pembayaran insentif paska pelatihan sudah bisa dilakukan. Pelatihan baik online, offline, hybrid bisa model three in one, two in one atau satu pelatihan saja," jelas Airlangga.
Namun demikian, dengan situasi wabah virus corona (covid-19), saat ini pemerintah membatasi hanya empat lokasi saja yang bisa menyelenggarakan pelatihan secara offline, yaitu Kepulauan Riau, Bali, Sulawesi Utara, dan Surabaya.
"Dan khusus pelatihan-pelatihan offline dalam tahap awal ini per kelas dibatasi maksimal 20 orang, mencegah apa yang terjadi hari ini terkait corona, kita batasi pelatihan yang sifatnya offline," jelas Airlangga.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Program Kartu Pra Kerja Denni Puspa Purbasari menegaskan, program Kartu Pra Kerja ini tidak bukan untuk untuk menggaji pengangguran.
Baca: Ramai Tips Pembuatan Hand Sanitizer Sendiri di Rumah, Ternyata Ahli Tak Rekomendasikan, Mengapa?
Baca: Obat Covid-19 Tersedia : Avigan 500 Ribu Butir, Sedang Dipesan 2 Juta Butir, Ini Alur Distribusinya
Melainkan untuk membantu para pencari kerja untuk meningkatkan kompetensinya.
"Jadi saya tegaskan ini bukan menggaji pengangguran. Bahkan, ini memudahkan masyarakat untuk mencari lembaga pelatihan mana, jenis pelatihan apa yang diinginkan, dan kami percaya masyarakat mengerti apa yang mereka butuhkan," ucap Denni seperti diberitrakan Kompas.com, Kamis (19/3/2020).
Pendaftaran program Kartu Pra Kerja ini sendiri baru akan dibuka pada awal April 2020.
Sedangkan untuk jumlah pesertanya, pemerintah membatasi jumlah peserta ini sebanyak 2 juta orang.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Pemerintah Akhirnya Luncurkan Kartu Pra Kerja, Awal April Sudah Bisa Daftar”