TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan informasi terkini terkait data monitoring kasus Covid-19.
Dikutip dari laman corona.jatengprov.go.id, update Kamis (19/2/3030) pukul 17.00 WIB terdapat 2.202 berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP).
Disisi lain, sebanyak 97 orang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih menjalani perawatan medis.
Berdasarln update dari laman tersebut, pasien dengan Covid-19 di Jawa Tengah berjumlah 12 orang.
Angka tersebut meningkat sebanyak 6 orang dari informasi yang dirilis oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pada Selasa, (17/3/2020).
12 orang yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut kini masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit, yaitu:
- 3 pasien dirawat di RS Dr. Moewardi Solo,
- 3 pasien dirawat di RS Dr. Kariyadi Semarang,
- 1 pasien dirawat di RS Tidar Magelang, dan
- 2 pasien di Rumah Sakit Wongso Negoro Semarang.
Tak hanya merilis jumlah ODP, PDP dan kasus positif Covid-19, laman tersebut memuat data 3 kasus pasien terinfeksi virus corona yang meninggal dunia/
2 pasien meninggal dunia sebelumnya dirawat di RS Dr. Moewardi Solo.
Sedangkan 1 lainnya sempat dirawat di RS Dr. Kariyadi Semarang.
Baca: Update Corona di Jawa Tengah, 12 Orang Positif Covid-19, 3 Pasien Dinyatakan Meninggal Dunia
Baca: BUMN Pesan 500 Ribu Alat Tes Canggih, 15 Menit Bisa Deteksi Corona: Masih Tunggu Izin Kemenkes
Ganjar Pranowo gandeng Rumah Sakit Swasta dan siapkan 303 ruang isolasi
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengkonfirmasi dan membernarkan data jumlah kasus virus corona di daerah pimpinannya tersebut.
"Ada penambahan pasien yang dirawat ada 97 (PDP), ada 12 yang positif, sampai hari ini 9 dirawat, dan 3 meninggal," ujar Ganjar, seperti dikutip dari siaran langsung YouTube Kompas TV, Kamis (19/3/2020).
Untuk itu, Ganjar menegaskan pihaknya kini tengah mempersiapkan ruang isolasi untuk menampung pasien corona.
Dikutip dari Tribunnews.com, pihak Pemprov Jawa Tengah kini juga mulai menggandeng sejumlah rumah sakit swasta untuk merawat pasien corona di Jateng.
"Kita menyiapkan 303 ruang isolasi, ada 56 rumah sakit yang kita siapkan." kata Ganjar.
"Kami mengajak rumah sakit swasta, sambil berjalan satu per satu, sehingga partisipasi dari pemilik rumah sakit mulai berjalan," jelasnya.
Ajak tokoh mastyarakat untuk sosialisasikan virus corona
Selain membahas masalah fasilitas kesehatan, Ganjar juga melibatkan sejumlah pihak untuk menangani penyebaran virus corona.
Hal tersebut lantaran menurut Ganjar, masih banyak masyarakat yang menganggap pandemi corona adalah hal yang biasa saja.
"Preventif (pencegahan) yang kita lakukan, kita harus banyak melibatkan tokoh agama, masyarakat, netizen (warganet), termasuk TNI/Polri," tegas Ganjar.