Dokter juga akan mempertimbangkan apakah mereka akan pulih jika mereka dibawa ke rumah sakit dalam keadaan darurat.
"Jika tidak memungkinkan untuk menyediakan layanan perawatan intensif untuk semua pasien, jadi akan diperlukan untuk menerapkan kriteria untuk dapat perawatan intensif, ini tergantung pada sumber daya terbatas yang tersedia," kata dokumen itu.
Pejabat setempat mengakui bahwa rencana tersebut akan memaksa rumah sakit untuk 'fokus pada kasus-kasus di mana rasio biaya / manfaat lebih menguntungkan untuk perawatan klinis'.
Petugas medis Italia telah menggambarkan bagaimana rumah sakit 'kewalahan' oleh krisis kesehatan ini, dan Italia mendapat wabah terburuk, dibanding negara di Eropa lainnya.
Baca: Detik Terakhir Bursa Transfer, Milan Datangkan Dua Bek Sayap
Turin adalah bagian dari wilayah Piedmont, yang bertetangga dengan Lombardy di mana banyak kasus virus corona ditemukan di wilayah itu.
Gubernur Lombardy Attilio Fontana mengatakan situasi di daerah sekitar Milan 'semakin buruk'.
"Kami hampir mencapai titik di mana kami tidak akan lagi dapat membantu orang yang sekarat karena kami akan kehabisan tempat di unit perawatan intensif," kata Fontana kepada Sky TG24.
"Kami membutuhkan mesin yang digunakan untuk ventilasi paru-paru, respirator buatan yang sayangnya tidak dapat kami temukan di sini," kata Fontana.
Walikota Milan Beppe Sala mengatakan dia telah berhasil mengamankan pengiriman masker dari China untuk membantu kebutuhan masker yang terus meningkat.
"Milan selalu memiliki hubungan yang sangat baik dengan kota-kota utama China dan saya melakukan beberapa panggilan telepon selama beberapa hari terakhir untuk mencari masker," kata Walikota Milan.
"Pengiriman pertama tiba (Jumat) dan sekarang kami akan mendistribusikannya ke dokter, dan ke staf kami."
The European Commission juga mengumumkan pengiriman satu juta masker dari Jerman.
Beberapa petugas medis telah bekerja di fasilitas darurat, dengan tenda-tenda bermunculan di luar rumah sakit dan di dalam tenda ini memungkinkan pasien diuji Virus Corona.
Ada juga kekhawatiran bahwa Italia selatan yang daerahnya lebih miskin tidak akan mampu mengatasinya jika virusnya menyebar secepat di wilayah utara.
Baca: Berikut Daftar Insan Sepak Bola Dunia yang Positif Terjangkit Corona, Satu Meninggal, Dua Sembuh
Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte telah memperingatkan bahwa orang tidak boleh melakukan perjalanan ke selatan dengan adanya lockdown secara nasional yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Namun ada beberapa orang tetap nekat untuk bepergian ke wilayah selatan.
"Para ilmuwan memberi tahu kami bahwa kami belum mencapai puncaknya. Ini adalah minggu yang paling berisiko dan kami membutuhkan tindakan pencegahan terbaik," katanya.
“Kegiatan orang-orang yang meninggalkan Milan pada akhir pekan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga mereka atau di tempat tinggal mereka di selatan harus benar-benar dihentikan."
"Kami tidak bisa lagi mentolerir kesalahan perilaku," kata Conte kepada surat kabar Corriere della Sera.