TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kasus virus corona di Afrika paling sedikit, begini ternyata cara mereka perangi covid-19 ini.
Negara-negara di benua Afrika menjadi negara yang tercatat paling sedikit terkena kasus virus corona dibandingkan negara lain.
Namun pemerintah di seluruh benua Afrika tidak mau mengambil risiko dan mereka berlomba menghentikan penyebaran virus corona.
Diantaranya adalah dengan menutup jalur masuknya orang asing ke negara mereka.
Di antaranya adalah negara Sudan yang telah menutup semua pelabuhan laut, penyeberangan darat dan bandara.
Baca: Wabah Virus Corona, Pemerintah Perpanjang Masa Darurat Bencana hingga 29 Mei 2020
Baca: Kenali Ciri-ciri Fisik Serangan Panik, Punya Kemiripan dengan Gejala Virus Corona
Melalui juru bicara Dewan Pemerintahan Transisi Sudan, Mohamed Al-Faki Suleiman, mereka mengatakan bahwa Dewan telah menyatakan keadaan darurat medis dan membentuk komite yang akan mencegah penyebaran virus corona ke negara itu.
Seperti dilaporkan oleh CNN, komite tersebut akan menerima warga yang terdampar di perlintasan darat dan menyiapkan tempat bagi mereka untuk pergi ke karantina di negara itu.
Sudan sejauh ini mencatat satu kasus virus corona, menurut data Pusat Pengendalian Penyakit Afrika.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin (16/3/2020) menyatakan bawha kasus corona di 27 negara Afrika hanya sebanyak 347 kasus.
Separuhnya berada di Mesir, Aljazair, Afrika Selatan dan Maroko.
Tujuh orang tewas akibat corona di Afrika, empat diantaranya di Aljazair, dua di Mesir dan satu di Maroko.
Banyak negara Afrika menutup bandara dan perbatasan darat mereka untuk mencegah orang-orang dari negara-negara yang memiliki jumlah kasus virus corona tinggi.
Ratusan penerbangan internasional telah dibatalkan, sekolah ditutup dan pelancong dari negara yang terkena virus corona telah dibatasi.
Selain itu juga banyak pelarangan untuk mengunjungi beberapa negara di Afrika.
Ahram Online melaporkan bahwa Mesir yang jumlah kasus virus coronanya terbanyak di Afrika, mengumumkan penangguhan penerbangan dari semua bandara mulai Kamis untuk menghentikan penyebaran virus.
Jumlah kasus virus corona yang dikonfirmasi di Mesir mencapai 126 kasus, menurut data WHO.
Sekolah dan universitas telah ditutup di negara itu setidaknya selama dua minggu, lapor media pemerintah.
Beberapa negara seperti Djibouti belum mencatat satu kasus, tetapi telah menangguhkan semua penerbangan internasional ke negara itu, Kedutaan Besar AS di Djibouti mengatakan dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan penangguhan tersebut.
Ada dukungan luas di benua itu bagi pemerintah untuk memberlakukan larangan bepergian.
Seorang pengguna Twitter mencatat bahwa negara-negara Barat akan bertindak cepat untuk menjatuhkan sanksi perjalanan kepada para pelancong jika wabah tersebut berasal dari Afrika.
"Saya berharap negara-negara Afrika menutup perbatasan mereka dengan semua negara yang terkena dampak besar ini karena kita semua tahu barat akan melarang perjalanan jika virus corona dimulai di Afrika," kata mereka.