Update Virus Corona - 16 Maret 2020: Total 76.823 Pasien Sembuh, 6505 Meninggal dari 167.511 Kasus

Update terbaru korban meninggal dunia akibat virus corona mencapai 6505 orang dan korban meninggal yang mencapai 76.823 pasien.


zoom-inlihat foto
wuhan-lockdown.jpg
AFP
Foto: Suasana kota Wuhan, China setelah ditutup karena wabah virus Corona yang berasal dari tempat ini. Update terbaru korban meninggal dunia akibat virus corona mencapai 6505 orang dan korban meninggal yang mencapai 76.823 pasien. Kabar terbaru ini menambah angka jumlah pasien terinfeksi yang tembus angka 167.510 kasus.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Update terbaru korban meninggal dunia akibat virus corona mencapai 6505 orang.

Jumlah korban meninggal akibat virus corona ini sejalan dengan jumlah pasien yang sembuh yang mencapai 76.823 pasien.

Kabar terbaru ini menambah angka jumlah pasien terinfeksi yang tembus angka 167.510 kasus.

Laporan per hari dari Komisi Kesehatan Nasional China, dilansir SCMP, Senin (17/3/2020) merupakan data terbaru perihal penyebaran virus corona yang telah menyebar ke 118 negara.

Meningkatnya angka ini turut diungkap oleh peneliti yang menyebut adanya kelambatan pengembangan vaksin.

Baca: Istana Punya Prosedur Cegah Corona, Mengapa Budi Karya Lolos Rapat dengan Jokowi? Ini Penjelasannya

Kota Mashhad saat ini mengalami pekan yang paling menentukan dalam memerangi wabah virus corona
Kota Mashhad saat ini mengalami pekan yang paling menentukan dalam memerangi wabah virus corona (AFP)

Inggris Tunda Pemilihan Umum Lokal

Pemilihan umum lokal di Inggris harus ditunda selama satu tahun hingga Mei 2021 menyusul penyebaran wabah virus corona.

Downing Street mengumumkan kebijakan dengan menyebut 'tidak ada gunanya' mengadakan pemlihan umum sesuai jadwal bersamaan dengan puncak penyebaran virus corona.

Pengumuman ini terjadi setelah Komisi Pemilihan mengatakan pemilu harus ditunda sampai musim gugur untuk 'mengurangi' dampak virus corona.

Ketua Majelis Umum Inggris, Lindsay Hoyle mengatakan bahwa langkah-langkah yang "proporsional dan masuk akal" akan meringankan beban parlemen selama wabah berlangsung.

Baca: Cegah Corona, Ini Cara Mudah Bikin Hand Sanitizer Sendiri di Rumah, Bahan Mudah Ditemukan

Antisipasi penyebaran virus corona, pemilihan lokal di Inggris terpaksa harus ditunda selama setahun hingga Mei 2021. Foto: Seorang pria menggunakan masker di depan Istana Buckingham
Antisipasi penyebaran virus corona, pemilihan lokal di Inggris terpaksa harus ditunda selama setahun hingga Mei 2021. Foto: Seorang pria menggunakan masker di depan Istana Buckingham (Glyn KIRK / AFP)

Pemilihan umum lokal direncanakan akan memilih anggota dewan di 118 wilayah, anggota majelis dan wali kota di tujuh wilayah di Inggris.

Pemilu lokal juga akan memilih Wali Kota London dan Komisioner Polisi di Inggris dan Wales.

Pejabat pimpinan Partai Liberal Demokrat, Sir Ed Davey menyebut bahwa langkah menunda pemilu merupakan 'keputusan yang tepat'.

Namun dia mempertanyakan dengan menyebut, "tidak jelas" mengapa pemerintah memilih menunda selama setahun, daripada waktu sampai musim gugur seperti yang direkomendasikan Komisi Pemilihan Umum.

Baca: Meski Virus Corona Bubarkan Liga Inggris, Liverpool Tetap Masih Bisa Juara

Suasana di pusat perbelanjaan di Market Street, Manchester, Inggris pada 14 Maret 2020
Suasana di pusat perbelanjaan di Market Street, Manchester, Inggris pada 14 Maret 2020 (PAUL ELLIS / AFP)

Virus Corona di Inggris

Wabah virus corona telah merenggut nyawa 10 orang dengan total 798 kasus di seluruh wilayah Inggris.

Melalui kantor kabinet, otoritas Inggris sepakat akan memberlakukan penundaan pemilu hingga kondisi di setiap wilayah dalam keadaan sama-sama baik.

Penundaan Liga Inggris

Sebelumnya, setelah mengadakan pertemuan darurat antara otoritas terkait seperti Asosiasi Sepak Bola Inggris, Premier League, EFL dan WSL, dengan suara bulat menghasilkan keputusan bahwa seluruh kompetisi sepak bola di Inggris akan diberhentikan sementara.

Liga Inggris direncanakan akan kembali digelar pada 4 April 2020.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved