Jokowi Tegaskan Pemerintah Belum Berpikiran Soal Kebijakan Lockdown

Presiden tegaskan bahwa kebijakan ‘lockdown’ di tingkat nasional maupun di tingkat daerah adalah kebijakan pemerintah pusat.


zoom-inlihat foto
presiden-joko-widodotwittercomjokowi-1.jpg
twitter.com/jokowi
Presiden Joko Widodo.(twitter.com/jokowi)


“Kebijakan belajar dari rumah, bekerja dari rumah dan ibadah di rumah perlu terus untuk kita gencarkan, untuk mengurangi penyebaran covid-19,” jelas Jokowi.

Baca: Cegah Corona, Ini Cara Mudah Bikin Hand Sanitizer Sendiri di Rumah, Bahan Mudah Ditemukan

Baca: Wanita Driver Ojol Nangis Histeris setelah Ambil Orderan, Ternyata Motornya Dicuri: Tega Banget Sih

Presiden Joko Widodo mencanangkan kebijakan belajar dari rumah
Presiden Joko Widodo mencanangkan kebijakan belajar dari rumah, bekerja dari rumah dan ibadah di rumah untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Hal ini diungkapkan Presiden dalam konferensi pers di Istana Bogor, Minggu (15/3/2020).(Instagram/jokowi)

“Dengan tetap mempertahankan layanan kepada masyarakat baik itu urusan layanan kebutuhan pokok, pelayanan kesehatan dan layanan-layanan publik lainnya,” lanjut dia.

Presiden Joko Widodo menegaskan, pemerintah, termasuk pemerintah daerah harus tetap menyediakan layanan transportasi umum.

Arahan ini berkaitan dengan wabah virus corona (Covid-19) di Indonesia.

"Transportasi publik tetap harus disediakan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah," ujar Presiden Jokowi.

Baca: DPR Desak Pemerintah Pastikan SOP dan Sediakan Alat Perlindungan Diri bagi Petugas Medis

Baca: RSUP Kariadi Semarang Akan Meniadakan Jam Besuk Pasien Mulai Sore Nanti, Senin 16 Maret 2020

Area Stasiun Bogor, Jawa Barat sempat membeludak pada Senin (16/3/2020) pagi ini di saat kampanye social distancing tengah gencar-gbaencarnya. Antrean panjang timbul disebkan oleh prosedur pengecekan suhu tubuh calon penumpang oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI).(Kompas.com)
Area Stasiun Bogor, Jawa Barat sempat membeludak pada Senin (16/3/2020) pagi ini di saat kampanye social distancing tengah gencar-gbaencarnya. Antrean panjang timbul disebkan oleh prosedur pengecekan suhu tubuh calon penumpang oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI).(Kompas.com) (Kompas.com)

Namun presiden menekankan bahwa penyediaan layanan transportasi tersebut harus dengan beberapa syarat.

Salah satu syarat ialah meningkatken kebersihan moda transportasi itu sendiri.

"Baik itu kereta api, bus kota, MRT, LRT, bus trans," ujar Presiden Jokowi.

Kepala Negara juga mengingatkan bahwa pentingnya pengguna transportasi umum untuk menjaga jarak satu sama lain.

Baca: Chord Kunci Gitar dan Lirik Lagu Tersenyum Tapi Terluka - The Potters, Sedih Rasa Hatiku

Baca: Jadi Ketua Umum Partai Demokrat, Ini Sepak Terjang AHY, mulai dari Militer hingga Terjun ke Politik

Antrian panjang terjadi di sejumlah Halte Bus Transjakarta, Senin (16/3/2020) pagi.
Antrian panjang terjadi di sejumlah Halte Bus Transjakarta, Senin (16/3/2020) pagi. (Twitter @PT_Transjakarta)

"Yang penting bisa mengurangi tingkat kerumunan, mengurangi antrean dan mengurangi tingkat kepadatan orang di dalam moda transportasi tersebut,

sehingga kita bisa menjaga jarak antara satu dengan lainnya," ujar Presiden Jokowi.

Hingga Minggu (15/3/2020), diketahui ada 117 kasus Covid-19 yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia.

Baca: Ada Wabah Virus Corona, Dana White Ungkap Nasib Gelaran UFC 249: Khabib Nurmagedov vs Tony Ferguson

Baca: CEO Universal Music, Lucian Grainge Dinyatakan Positif Terjangkit Virus Corona

Salah satu yang terinfeksi adalah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Dari jumlah itu, sebanyak 104 orang dalam perawatan intensif, 8 orang dinyatakan sembuh dan 5 orang meninggal dunia.

(TribunnewsWiki.com/Saradita/KompasTV)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved