"Tidak dikarantina hari ini juga tidak dikarantina saat Tahun Baru Nowruz, semuanya bebas dalam bisnis mereka," ungkap Rouhani.
Menurut Alireza Zali, Teheran akan memasuki fase perang berikutnya melawan virus corona yang sampai saat ini telah menginfeksi lebih dari 3000 orang di Teheran.
Rouhani menegaskan bahwa sebuah pusat kontrol akan didirikan di pintu masuk kota Teheran untuk memantau kendaraan masuk dan keluar kota tersebut.
Alat pengecek suhu juga dapat memonitor 100 kendaraan pada satu waktu yang sama.
Rouhani mengingatkan bahwa virus corona di Iran telah tumbuh 'lebih liar' dan lebih mematikan, karena banyak menelan korban jiwa meski tidak punya penyakit bawaan.
Baca: Agar Aman, Berikut Panduan Cegah Corona Saat Lakukan Perjalanan Kerja dan Berada di Kantor
Baca: SBY Sebut Koordinasi Negara di Dunia Cegah Corona Minim, Ingatkan Jokowi Agar Tak Lengah
Zali mengatakan bahwa tahap ketiga karantina, yaitu penutupan semua kantor di Teheran dan menjaga orang-orang agar tetap di rumah masih belum dilaksanakan.
Meski begitu, Rouhani tetap meminta warganya untuk tinggal di rumah, menghindari bepergian atau melakukan kunjungan selama liburan Tahun Baru Nowruz demi mencegah penularan virus corona alias Covid-19.
Sepinya Mekah Setelah Virus Corona Mewabah
Halaman tengah Masjidil Haram ditutup pada Kamis (5/3/2020) untuk dibersihkan.
Para petugas menyemprotkan disinfektan guna menekan penyebaran virus corona di Arab Saudi.
Foto dan video yang beredar menunjukkan daerah di sekitar Ka'bah benar-benar sepi pengunjung.
Hanya ada petugas kebersihan yang lalu lalang di sana, dan ini belum pernah terjadi sebelumnya.
Area Ka'bah yang biasanya ramai pengunjung tidak terlihat ada aktivitas jemaah di sana.
Sementara itu, petugas kebersihan sibuk mondar-mandir untuk membersihkan area bangunan suci tersebut.
Meski penangguhan umrah diberlakukan, warga negara dan penduduk Arab Saudi masih diperbolehkan mengunjungi Mekah dan Madinah untuk berdoa di sana, asalkan mereka tidak melakukannya untuk tujuan umrah.
Kumpulan pengunjung baru terlihat di dalam Masjidil Haram.
Di kelompok-kelompok kecil itu para pengunjung berjalan mengelilingi Ka'bah dari luar pagar yang dipasang sebagai pembatas area pembersihan.
Aturan ini diterapkan setelah Arab Saudi menangguhkan umrah dan melarang warga negara asing datang ke "Negeri Petrodollar" tersebut.
Sementara itu, untuk ibadah haji, belum diketahui apakah akan diberlakukan penundaan juga atau tidak.
Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali mengatakan, sampai saat ini belum ada keputusan terkait haji dibatalkan atau tidak.