5. 4 Toko Ditutup
Terkait penelusuran riwayat kontak pasien meninggal yang positif virus corona, Ganjar mengatakan, pemerintah menutup 4 toko di Solo, Jawa Tengah.
Penutupan diambil sebagai tindak lanjut pelacakan riwayat pasien yang dilakukan oleh pemerintah.
"Ada sekitar empat toko untuk kita minta ditutup dulu. Ada isolasi paling tidak selama sehari untuk dilakukan pengecekan full dari pemerintah," sebut Ganjar.
Gubernur juga menghimbau tempat-tempat keramaian menyediakan fasilitas cuci tangan.
Akan tetapi Ganjar menambahkan, sebaiknya warga menghindari tempat-tempat keramaian hingga situasi kondusif.
"Kita juga minta kades-kades untuk sosialisasi di tempat-tempat yang biasanya ada kerumunan pastikan apakah itu mall, pasar, tempat ibadah, sekolah untuk menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun," ungkapnya.
6. 62 orang dikarantina
Penelusuran riwayat juga menyasar orang-orang terdekat dengan pasien.
Sebanyak 62 orang warga kini menjalani karantina mandiri.
62 orang itu dipastikan pernah kontak dekat dengan pasien positif corona.
"Kita kan tidak tahu. Dengan dikarantina dia bisa istirahat, satu. Kedua, kalau terjadi infeksi kan bisa memutus. Istilahnya melokalisir. Mencegah ini kan lebih baik dari pada terlambat," terang Kepala Dinas Kesehatan Surakarta Siti Wahyuningsih.
62 orang tersebut terdiri dari 16 orang tenaga kesehatan RS Dr Oen Kandang Sapi, 15 orang tenaga kesehatan RS Dr Oen Solobaru, 6 orang tenaga kesehatan dari Klinik Mojosongo, 12 orang keluarga pasien, 6 orang kontak dekat dengan pasien meninggal dan 7 orang karyawannya.
Karantina akan dilakukan selama 14 hari.
Kondisi mereka selama karantina akan dipantau oleh petugas medis.
7. Sekolah diliburkan, kegiatan ditunda
Pemkot Surakarta kemudian menetapkan status KLB pada Jumat (13/3/2020).
Imbasnya, seluruh sekolah diliburkan selama 14 hari.
"Sekolah SD dan SMP segerajat kita liburkan," kata Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo.
Selain meliburkan kegiatan belajar mengajar, pemerintah juga meniadakan study tour.
Sedangkan untuk jenjang SMA/SMK sederajat tetap masuk lantaran adanya ujian.
Namun Rudy mengingatkan, pihak sekolah wajib memberlakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Setelah ujian selesai, siswa SMA/SMK boleh belajar di rumah.
Sedangkan kegiatan lainnya, seperti Solo Car Free Day setiap Minggu pagi diliburkan.
Hal ini dilakukan untuk menghindari potensi penularan di kerumunan warga.
(Tribunnewswiki.com/Kaa, Kompas.com, Labib Zamani, Riska Farasonalia, Sukoco)