Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, NF kerap menonton film bergenre horor atau film dengan adegan sadis.
Salah satunya adalah film Chucky, film tentang boneka pembunuh yang populer tahun 1980-an merupakan inspirasi NF membunuh APA.
"Tersangka ini sering menonton film horor, salah satunya Chucky. Dia senang menonton film horor, itu memang hobinya," ujar Yusri di Polres Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2020).
Kepada polisi, tersangka juga mengaku memiliki hasrat untuk membunuh orang lain.
Kebetulan, korban lah yang berada di rumahnya saat hasrat membunuhnya muncul.
"Memang tersangka ini punya hasrat untuk membunuh orang, tapi saat hari itu dia sudah tidak bisa menahan lagi," ungkap Yusri.
Berdasarkan keterangan awal pelaku kepada polisi, dia mengaku merasa puas setelah membunuh korban.
Ada Kemungkinan pelaku merasa dirinya tidak membunuh
Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Sumy Hastry Purwanti mengatakan, tindakan NF didasari kurangnya rasa empati.
Meski demikian, NF disebut masih memiliki sedikit rasa bersalah sehingga menyerahkan diri ke polisi.
"Dia masih ada sisi baik, kasihan juga. Seperti orang habis mutilasi, mayatnya bisa dihancurkan, tapi enggak. Justru ditaruh biar ditemukan," kata Hastry di RS Polri Kramat Jati, Rabu (11/3/2020), seperti dikutip dari Tribun Jakarta.
Baca: FILM - Seed of Chucky (2004)
Baca: Sekuel dari Childs Play, Film Horor Seed of Chucky Tayang di Big Movies GTV Pukul 23.15 WIB
Hastry yang termasuk anggota tim dokter psikiatri forensic RS Polri Kramat kjati mengibaratkan kejiwaan NF dengan kata ambigu.
"Ada kemungkinan dia enggak merasa membunuh, tapi dia tetap ingin membunuh. Jadi seperti terbolak-balik, ambigu," ujarnya.
Merujuk pelaku pembunuhan yang pernah diperiksa, Hastry menuturkan, kebanyakan dari mereka cenderung berkata jujur.
Baik pengakuan puas setelah membunuh dan sedikit rasa bersalah yang telat muncul berkecamuk dalam pikiran pelaku.
"Kalau yang saya tanyakan ke pelaku pembunuhan itu mereka masih ada rasa kasihan. Mereka masih ada rasa baik hati, rasa menyesal, tapi sedikit," tuturnya.
Masa observasi terhadap NF sendiri setidaknya akan berlangsung selama 14 hari.
Adapun tujuan pemeriksaan kejiwaan NF dilakukan guna memastikan apakah NF mengalami gangguan kejiwaan atau tidak.
(Tribunnewswiki.com/Ami Heppy, Tribun Jakarta, Kompas.com)