Satu pasien masih dirawat di ruang isolasi, namun satu pasien meninggal dunia pada Rabu (11/3/2020) pukul 13:00 WIB.
Meninggal disebabkan karena gagal nafas atau pneumonia," jelas Harsini saat konferensi pers di kantor Dinkes Jateng, Kamis (12/3/2020).
Harsini menyatakan, jenazah pasien laki-laki yang berusia 59 tahun itu segera dimakamkan sesuai prosedur penanganan virus corona.
Baca: Nadine Dorries Menteri Kesehatan Inggris Positif Virus Corona, Kini Mengisolasi Diri di Rumah
Baca: Nadine Dorries
"Proses pemakaman jenazah kami perlakukan seperti pasien yang meninggal di RSUP Kariadi sesuai prosedur penanganan virus corona.
Dibungkus plastik kemudian langsung dimasukkan ke peti.
Dan tidak boleh ada keluarga pasien. Hanya ada tim medis," ujarnya.
Kendati demikian, pihaknya saat ini masih menunggu hasil laboratorium dari pasien suspect virus corona tersebut.
Baca: Official Trailer Generasi 90an Melankolia Resmi Dirilis, Kisah Menghadapi Kehilangan Orang Terdekat
Baca: FILM - Line of Duty (2019)
"Penyebab virusnya sedang kita telusuri yang jelas karena gagal nafas atau pneumonia. Kita juga masih menunggu hasil lab dari Litbangkes yang sudah dikirim hari Selasa (10/3/2020).
Apabila positif akan melakukan tracking tentang riwayat kontak pasien itu.
Tapi mudah-mudahan hasilnya negatif," ujarnya.
Selanjutnya, keluarga korban yang meninggal saat ini masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) hal ini akan berlangsung hingga hasil lab dari Litbangkes turun.
(TribunnewsWiki.com/SO/Niken/Kompas.com)