TRIBUNNEWSWIKI.COM – Menteri Kesehatan Inggris, Nadine Dorries dinyatakan positif virus corona.
Nadine Dorries mengatakan dirinya telah mengisolasi diri di rumah.
Dikutip dari BBC, Departemen Kesehatan Inggris menjelaskan awal mula gejala yang dialami Nadine Dorries.
Dorries pertama kali mengalami gejala virus corona pada Jumat (6/3/2020) pekan lalu.
Baca: Tak Ingin Ekonomi Melambat karena Wabah Virus Corona, Pemerintah Tanggung PPh selama 6 Bulan
Atau tepatnya hari yang sama saat menghadiri acara yang diselenggarakan oleh perdana menteri.
"Saya dapat mengonfirmasi bahwa saya telah dites positif terkena virus corona.
Segera setelah saya diberi tahu, saya mengambil semua tindakan pencegahan yang disarankan dan telah melakukan isolasi sendiri di rumah,” ujar Nadine Dorries pada Rabu (11/3/2020) malam waktu setempat.
Dorries menjelaskan bahwa saat ini Departemen Kesehatan Inggris tengah melacak siapa saja orang yang berkontak langsung dengannya.
"Kesehatan Masyarakat Inggris telah mulai melacak kontak secara terperinci dan departemen serta kantor parlemen saya dengan cermat mengikuti saran mereka.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada PHE dan staf NHS yang luar biasa yang telah memberi saya saran dan dukungan." pungkasnya.
Dikutip dari Mirror, pekerjaan yang mendesak membuatnya berkontak dengan orang-orang.
Sehingga diketahui Dorries menjadi anggota parlemen Inggris pertama yang terinfeksi.
Anggota parlemen meminta Boris Johnson untuk diuji setelah Dorries menghadiri resepsi dengan Perdana Menteri pada hari Kamis dan melakukan kontak dekat dengan ratusan orang.
Termasuk pada acara konstituensi di Mid Bedfordshire pada hari Sabtu sebelum dia mengisolasi diri.
Tidak diketahui berapa banyak pertemuan yang dihadiri Dorries di Westminster atau di daerah pemilihannya dalam beberapa hari terakhir.
Tetapi dia menghadiri sebuah acara di Downing Street, Kamis lalu untuk memperingati Hari Perempuan Internasional.
Dia juga mengadakan operasi di daerah pemilihannya pada hari Jumat pagi yang dihadiri oleh hingga 12 orang, menurut Steven Dixon, ketua Asosiasi Konservatif Mid Bedfordshire.
Dixon mengatakan rincian semua orang yang menghadiri operasi telah diteruskan ke NHS.
Flitwick Club, tempat operasi berlangsung, sedang menjalani pembersihan yang dalam sebagai tindakan pencegahan.
Departemen Kesehatan mengatakan para menteri - termasuk perdana menteri - tidak perlu menjalani pengujian.
Karena Public Health England (PHE) telah menilai risiko kontak dekat Dorries dan hanya mereka yang memiliki gejala yang diperlukan untuk melakukan isolasi sendiri.
Baca: Pembalap MotoGP Valentino Rossi Jadi Duta Kampanye Menghadapi Wabah Corona di Italia
Tetapi anggota parlemen dari Partai Buruh, Rachael Maskell, mentweet dia telah diberitahu oleh NHS 111 untuk mengisolasi diri.
Ini "sebagai hasil dari pertemuan" yang dia lakukan dengan Nadine Dorries, Kamis lalu.
Sementara itu Sky News melaporkan bahwa anggota staf Parlemen Dorries juga mungkin tidak sehat.
Pejabat parlemen akan bertemu lagi hari ini, Kamis (12/3/2020) ini untuk meninjau kembali situasi tetapi House of Commons tetap terbuka.
Juru Bicara Parlemen Inggris mengatakan, tak ingin mengomentari kasus virus corona individual.
Baca: Demam Berdarah Merebak Bersamaan dengan Virus Corona, Para Ahli Khawatir Kesalahan Diagnosa
“Kami tidak dapat mengomentari kasus-kasus individual.
Kami secara ketat mengikuti panduan dari Public Health England dalam menanggapi situasi dan telah diyakinkan bahwa tindakan yang kami ambil adalah proporsional dan sesuai,” jelasnya seperti dikutip dari Sky News.
Juru bicara itu melanjutkan, tak ada rencana untuk menunda parlemen.
"Saat ini tidak ada rencana untuk menunda Parlemen.
Perubahan pada cara fungsi Parlemen akan menjadi masalah untuk konsultasi antara Pembicara, Pemerintah dan Otoritas Parlemen." pungkasnya.
Enam orang dengan virus tersebut telah meninggal di Inggris, yang memiliki total 382 kasus.
Orang terakhir yang meninggal adalah seorang pria berusia awal 80-an yang memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya.
Sementara itu, seorang wanita Inggris berusia 53 tahun telah menjadi orang pertama dengan Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus yang meninggal di Indonesia.
(TribunnewsWiki.com/Saradita)