WHO mengatakan bahwa demam berdarah adalah flavivirus, sedangkan yang terakhir adalah virus corona.
“Sementara gejala awal kedua penyakit bisa serupa, kita dapat membedakan antara keduanya ketika penyakit ini berkembang,” ungkap WHO.
“Keputusan untuk memesan (tes untuk kedua penyakit) dibuat oleh dokter dan didasarkan pada presentasi klinis dan informasi lainnya termasuk hubungan epidemiologis dan paparan lainnya,” katanya.
Baca: Pasien Covid-19 di Indonesia Meninggal, Ini Riwayat Penyakitnya, Kemenkes: Bukan karena Virus Corona
Baca: Pelaksanaan Tes SKD CPNS 2019 Berakhir, Simak Jadwal Pengumuman Hasil SKD dan Info Seputar Tes SKB
Kasus virus corona di Asia Tenggara
Sementara, peningkatan kasus virus corona terus terjadi di Asia Tenggara selama satu minggu terakhir.
Terdapat 200 kasus yang dikonfirmasi di Indonesia dan Singapura, sementara Malaysia dan Filipina masing-masing memiliki 129 dan 49 kasus.
Indonesia dan Brunei Darussalam melaporkan infeksi pertama di negara masing-masing sejak satu minggu terakhir.
Para ahli memperkirakan jumlah kasus virus corona di negara tersebut akan terus bertambah.
Negara-negara ini juga bergulat dengan wabah demam berdarah yang juga dikenal sebagai “demam patah tulang”.
Terdapat sekitar 390 juta infeksi demam berdarah di seluruh dunia setiap tahun, menurut perkiraan yang dikutip dari WHO.
(Tribunnewswiki.com/Ron)(Kompas.com/Virdita Rizki Ratriani)