Makalah itu tidak mengatakan bahwa semua pasien virus corona akan menderita fibrosis permanen.
Sebuah studi sebelumnya yang diterbitkan dalam The Lancet yang meneliti CT scan 81 pasien dengan COVID-19 di Wuhan menemukan gambar menunjukkan penampilan perubahan interstitial, menunjukkan perkembangan fibrosis.
“Namun, karena riwayat alami pneumonia COVID-19 belum sepenuhnya dieksplorasi, masih terlalu dini untuk menyebut perubahan paru-paru ini sebagai fibrosis yang tidak dapat diperbaiki,” tulis para peneliti.
Hal tersebut bermula saat sekelompok ilmuwan Cina memperingatkan bahwa virus telah bermutasi menjadi jenis yang lebih agresif.
Dalam sebuah studi baru yang diterbitkan di National Science Review, para peneliti menyarankan bahwa setelah COVID-19 melintas menjadi manusia, strain asli berkembang menjadi tipe kedua dan keduanya sekarang beredar.
Baca: Menkes Terawan: Flu Lebih Bahaya dari Virus Corona dan Angka Kematian Lebih Tinggi, Ini Kata WHO
Baca: Bukan untuk Hubungan Badan, Kondom di 2 Negara Ini Ludes Diborong karena Wabah Virus Corona
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Al Farid)