Sekarang, Lorenzo dan Rossi harus akur karena mereka akan saling bekerja sama mengembangkan YZR-M1.
Baca: MotoGP Qatar 2020 Resmi Dibatalkan karena Virus Corona, Valentino Rossi: Sangat Sulit Diterima
Baca: Video: Ada Lampu Menyala di Baju Balap Valentino Rossi saat Alami Kecelakaan di Qatar, Ini Fungsinya
Dilansir dari Motorplus-online.com, menurut Lorenzo hal tersebut merupakan peran terbaik baginya saat ini.
Jorge Lorenzo merasa jabatan test rider membuatnya bisa mengendarai MotoGP tanpa harus dibebani tekanan kompetisi.
"Jabatan ini fantastis karena kini sebelum naik motor saya tak lagi gugup atau merasakan tekanan untuk melaju lebih cepat," kata Jorge Lorenzo kepada Corsedimoto, Senin (2/3/2020).
"Saya punya jabatan terbaik, bisa naik motor MotoGP tanpa komitmen, tekanan, dan cedera. Tapi kami memang harus selalu mencapai limit sepanjang tahun," katanya menambahkan.
"Vale orang yang sangat cerdas," kata mantan pembalap MotoGP berusia 32 tahun ini.
Menurutnya setiap orang akan mengetahui kecerdasan Valentino Rossi tiap kali bicara dengannya.
"Kini kami melakukan hal berbeda, tapi target kami sama, membuat Yamaha jadi motor terbaik," kata mantan pembalap Repsol Honda itu
"Ketertarikan yang sama membuat kami rileks, memahami satu sama lain lebih baik, dan lebih berempati," katanya.
Ini Komentar Balasan Jorge Lorenzo setelah Disebut Mata Duitan oleh Johann Zarco
Jorge Lorenzo sudah pensiun dari MotoGP dan saat ini menjadi test rider Yamaha.
Keputusan pensiun Jorge Lorenzo menimbulkan banyak komentar dari pembalap lainnya.
Salah satu pembalap yang mengomentarinya adalah Johann Zarco.
Dilansir dari Gridoto.com yang mengutip Marca.com, Johann Zarco bahkan juga pernah menuduh Jorge Lorenzo mata duitan.
Karena hal itu, hubungan Jorge Lorenzo dan Johann Zarco menjadi memanas dalam beberapa hari terakhir.
Pada awalnya, Johann Zarco mengungkapkan rasa bangganya mengenai keputusan beraninya keluar dari KTM pada MotoGP 2019 lalu.
Zarco meminta kontraknya diperpendek menjadi sampai akhir 2019 saja, meski pada akhirnya KTM tidak memakainya hingga akhir musim 2019 demi menjaga iklim kondusif di garasinya.
Kemudian Zarco sempat menjadi pembalap pengganti di tim LCR-Honda, sebelum akhirnya bergabung dengan tim Avintia-Ducati dengan mendepak Karel Abraham.
Pembalap asal Prancis ini sempat punya asa jadi pembalap reguler Honda ketika Jorge Lorenzo memutuskan pensiun di akhir 2019.
Karena sangat bangga dengan keputusannya, Zarco membandingkan ceritanya memohon-mohon putus dengan KTM dengan cerita Jorge Lorenzo pensiun.