Hari Ini Dalam Sejarah, 5 Maret 1770: Penembakan Warga Sipil oleh Tentara Inggris di Boston, Amerika

Hari ini dalam sejarah, 5 Maret 1770, sebuah insiden penembakan warga sipil oleh tentara Inggris terjadi di Boston, Massachusetts, Amerika.


zoom-inlihat foto
hari-ini-dalam-sejarah-5-maret-1770-kerusuhan-penembakan-sipil-boston-amerika-serikat.jpg
Wikimedia
Hari ini dalam sejarah, 5 Maret 1770, terjadi penembakan sipil oleh tentara Inggris di Boston, Amerika Serikat.

Hari ini dalam sejarah, 5 Maret 1770, sebuah insiden penembakan warga sipil oleh tentara Inggris terjadi di Boston, Massachusetts, Amerika.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hari ini dalam sejarah, 5 Maret 1770, sebuah insiden penembakan warga sipil oleh tentara Inggris terjadi di Boston, Massachusetts, Amerika.

Pembantaian Boston terjadi akibat adanya konfrontasi sejumlah orang terhadap tentara Inggris di Boston yang membuat para pasukan ini menembaki dan membunuh mereka.

Orang-orang ini merupakan pengunjuk rasa yang tak terima kotanya diduduki oleh tentara Inggris yang ke Boston pada 1768.

Inggris yang menduduki Amerika saat itu berusaha menegakan kebijakan perpajakan yang telah disahkan dalam parlemen. [1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Kelahiran Gerardus Mercator, Ahli Peta Dunia dan Pencipta Istilah Atlas

Litografi karya Alonzo Chappel
Litografi karya Alonzo Chappel (Wikimedia)

  • Latar Belakang


Boston merupakan ibukota dari negara bagian Massachusetts yang merupakan kota pelayaran terpenting dan pusat perlawanan terhadap kebijakan Inggris di Amerika.

Pada tahun 1768, undang-undang penarikan pajak diberlakukan di sejumlah daerah koloni dengan menetapkan tarif barang-barang yang diproduksi di Inggris yang diimpor di wilayah yang dikuasai.

Kebijakan ini kemudian mendapat pertentangan dari anggota dewan lokal Massachusetts dengan mengirimkan petisi kepada Raja George III di Inggris agar mencabut aturan yang dianggap merugikan tersebut.

Anggota dewan lokal juga mengirim surat penolakannya kepada sejumlah anggota majelis dan meminta mereka bergabung dengan gerakan perlawanannya.

Mereka juga menyerukan boikot terhadap para pedagang yang mengimpor barang-barang ke Boston.

Penolakan otoritas lokal dan masyarakat yang semakin meningkat, kepala petugas bea cukai Boston, Charles Paxton meminta dukungan militer Inggris untuk mengantisipasi kemungkinan kerusuhan.

Inggris kemudian mengirimkan 50 kapal perang yang tiba di Boston bulan Mei 1768.

Pada 10 Juni 1768, petugas bea cukai yang pro Inggris menyita kapal Liberty, kapal selam milik pengusaha lokal John Hancock dengan tuduhan kapal tersebut terlibat dalam penyelundupan.

Tentara Inggris yang tiba di Boston juga membuat warga lokal marah lantaran menganggap mereka terlibat dalam penyelundupan tersebut.

Di sinilah kerusuhan terjadi. [2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Pesawat Caledonian Airways Flight153 Jatuh Tanpa Diketahui Pasti Penyebabnya

Makam warga sipil yang ditembak tentara Inggris di Boston
Makam warga sipil yang ditembak tentara Inggris di Boston (Wikimedia)

  • Pembantaian


Kerusuhan yang berujung pembantaian terjadi saat kapten Inggris Thomas Preston memerintahkan pasukannya untuk memperbaiki senjatanya di luar gedung.

Saat itu musim dingin di mana salju menumpuk di sekitar gedung tempat tentara Inggris bernaung.

Mengetahui ada tentara Inggris, sejumlah orang melakukan konfrontasi ke mereka dengan melemparkan bola salju.

Tak hanya bola salju, orang-orang lokal ini juga melemparkan benda-benda lain ke arah tentara yang berujung pada pemukulan prajurit Hugh Montgomery.

Tak terima dipukul dan diejek, Montgomery mengeluarkan senapan ke arah orang-orang ini dan menembaki mereka.

Hal itu diikuti dengan tembakan lain dari rekan sesama prajurit Montgomery.

Akibat kejadian ini, lima orang warga lokal meninggal.

Pada malam harinya, kerumunan di sekitar area kejadian menjadi lebih besar dan ramai.

Seorang warga membunyikan lonceng gereja dan mengakibatkan banyak orang keluar.

Lebih dari 50 warga Boston terlibat kerusuhan dengan tentara Inggris.

Mereka melemparkan benda-bendar ke arah tentara dan menantang mereka untuk menembakkan senjatanya.

Kerumunan massa semakin meningkat menjadi 300-400 orang.

Mereka terus melakukan perlawanan dengan tentara dengan melemparkan benda-benda yang berserakan di sekitar area.

Saat sebuah benda mengenai kepala Montgomery yang mengakibatkan ia terjatuh, ia marah sambil berteriak, "Sialan kau, tembak!!"

Dua menit setelah itu, sebuah benda yang dilempar massa mengenai kapten tentara Thomas Preston.

Tak ada instruksi yang jelas, para tentara kemudian menembakkan serangkaian peluru ke arah massa.

Massa berlarian kemana-mana. Preston berteriak kepada kerumunan untuk bubar.

Tiga orang dilaporkan tewas dalam penembakan ini. [3]

Baca: Hari Ini Dalam Sejarah, 4 Maret 1952: Ernest Hemingway Rampungkan Novel The Old Man and the Sea

Monumen Pembantaian Boston
Monumen Pembantaian Boston (Wikimedia)

  • Pengadilan


Setelah kerusuhan itu terjadi, pejabat Gubernur Thomas Hutchinson beserta otoritas terkait melakukan penyelidikan penembakkan tersebut.

Otoritas kemudian menangkap dan mengadili Preston dan delapan tentara lainnya pada pagi hari setelah kerusuhan terjadi.

Para korban warga sipil yang meninggal dimakamkan di Granary Burying Ground, salah satu pemakaman tertua di Boston.

Pembantaian Boston dianggap sebagai salah satu peristiwa paling signifikan yang mengubah sentimen kolonial terhadap Raja George III dan otoritas Parlemen Inggris.

Pada tahun 1888, Monumen Pembantaian Boston didirikan di Boston Common untuk mengenang orang-orang yang terbunuh dalam pembantaian itu. [4]

Litografi karya Henry Pelham menggambarkan kerusuhan tentara dan warga sipil di Boston
Litografi karya Henry Pelham menggambarkan kerusuhan tentara dan warga sipil di Boston (Wikimedia)

-

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)



Informasi Detail
Nama Hari Ini Dalam Sejarah
Tanggal 5 Maret 1770
Peristiwa Penembakan Warga Sipil oleh Tentara Inggris di Boston, Amerika Serikat
   


Sumber :


1. www.ushistory.org
2. www.britannica.com
3. www.history.com
4. www.history.com


Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Melia Istighfaroh






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved