Namun sebaliknya jika marasakan gejala seperti batuk, pilek, nyeri kepala dan sesak napas, Risma meminta agar segera memeriksakan kondisi kesehatan ke rumah sakit terdekat.
Selain itu, Risma juga mengingatkan masyarakat untuk rajin mencucu tangan hingga bersih.
“Jadi saya mendengar kuncinya justru di tangan,”
"Makanya cuci tangan yang saya genjot, termasuk hand sanitizer kita siapkan di mana-mana. Kuncinya ada di tangan," ujar Risma.
Baca: Ngeri! Masker Capai Rp 15 Juta, Berikut Penjelasan Produsen dan Market Place Terkait Kenaikan Harga
Baca: Masker N95
Sebab menurut Risma, penyebaran virus corona lebih cepat melalui tangan.
Serta rajin mencuci tangan dengan bersih lebih efektif ketimbang harus berbondong-bondong membeli masker secara berlebihan.
Sehingga ia mengimbau masyarakat untuk mencuci tangan hingga bersih.
"Sebab, penyebaran virus lebih cepat menjalar melalui tangan yang kotor," ujarnya.
Baca: Virus Corona (Coronavirus)
Baca: Dr (HC) Ir Tri Rismaharini MT
Karena itu, Risma menegaskan akan terus memberikan fasilitas cuci tangan di berbagai taman dan sekolah di Surabaya.
Ia berharap fasilitas cuci tangan ini segera dilakukan, karena memang beberapa sekolah sudah ada yang dipasangi wastafel.
"Ini penting, salah satunya untuk menjaga sistem imun dan lingkungan kita tetap bersih," kata Risma.
Sebelumnya diberitakan pada Senin (2/3/2020) Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus virus corona pertama yang terjadi di tanah Air.
Baca: Waspada Corona, Penjual Minuman Boba di China Cek Suhu Tubuh Pembeli dan Beri Jarak Antre 1,5 meter
Baca: Tak Hanya Indonesia, Sejumlah Warga Austalia Panik dan Berebut Tisu Toilet, Khawatir Virus Corona
Presiden Jokowi di Istana Kemerdekaan, Jakarta mengumumkan dua WNI positif virus corona.
Keduanya merupakan ibu dan anak yang tinggal di Depok, Jawa Barat.
Dua WNI tersebut diduga tertular virus corona setelah berinterakasi dengan seorang WN Jepang yang kala itu bertandang ke Indonesia.
Kini keduanya dirawat intensif di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara.
(Tribunnewswiki.com/Saradita Oktaviani)