Vietnam Umumkan Seluruh Penderita Virus Corona Sembuh, Apa Tipsnya?

Kabar menggembirakan datang dari Vietnam, di mana seluruh pasien yang positf terjangkit virus Corona kini sudah sembuh.


zoom-inlihat foto
virus-coronaaaaa.jpg
Kompas.com, Hai.Grid.id
Gambar mikroskop elektron pemindai ini menunjukkan virus corona Wuhan atau Covid-19 (kuning) di antara sel manusia (merah)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Vietnam Umumkan Seluruh Penderita Corona Sembuh, Apa Tipsnya? 

Kabar menggembirakan datang dari Vietnam, di mana seluruh pasien yang positf terjangkit virus Corona kini sudah sembuh.

Hingga Rabu pekan lalu (26/2/2020), 16 orang pasien dinyatakan sembuh.

Mereka juga telah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit.

Vietnam menyatakan mereka belum menemukan adanya kasus infeksi terbaru, selama 15 hari terakhir.

Kasus terakhir infeksi virus corona terjadi pada 13 Februari 2020 lalu, yakni di sebuah desa di utara Hanoi.

Wakil Perdana Menteri Vu Duc Dam, mengatakan, Kementerian Kesehatan Vietnam menyatakan jika diibaratkan perang, maka mereka baru memenangkan babak pertama.

"Kami belum meraih kemenangan total dalam pertempuran ini karena segalanya tidak bisa diprediksi," jelas Vu merujuk kepada penyebaran virus di seluruh dunia, dikutip dari Kompas.com.

Baca: Agar Tak Salah Kaprah, Ini 11 Mitos Virus Corona yang Wajib Diketahui, Soal Masker hingga Peliharaan

Baca: Restoran Paloma Bantah Wanita Positif Virus Corona Jadi Anggota Komunitas Dansa : Tamu Biasa

Pasien terakhir, seorang pria berusia 50 tahun berinisial NVV, sudah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang pada Rabu pekan lalu.

NVV diketahui tertular dari putrinya, perempuan 23 tahun berinisial NTD. Keduanya adalah warga distrik Son Loi di provinsi bagian utara, Vinh Phuc.

Seorang perawat hamil tetap bekerja menangani pasien virus corona di China.(Tangkapan layar CCTV)
Seorang perawat hamil tetap bekerja menangani pasien virus corona di China.(Tangkapan layar CCTV) (Tangkapan layar CCTV)

NTD diketahui adalah satu dari delapan pekerja sebuah perusahaan Jepang yang baru kembali dari Wuhan, kota di China yang menjadi pusat penyebaran virus, pada 17 Januari.

Enam di antara rombongan yang berangkat, termasuk NTD, positif terinfeksi.

Korban termuda adalah bayi berusia tiga bulan, dengan yang tertua 73 tahun.

Dr Kidong Park, perwakilan Badan Kesehatan Dunia (WHO) di Vietnam menyatakan, kunci sukses Hanoi adalah "respons yang konsisten dan proaktif".

Kasus penyebaran virus dengan nama resmi SARS-Cov-2 itu dimulai ketika dua warga China terinfeksi di Ho Chi Minh City pada 23 Januari.

Pemerintah pusat akhirnya mendeklrasikan virus SARS-Cov-2 itu sebagai darurat nasional pada 1 Februari, tatkala enam orang resmi terjangkit.

Kemudian 13 Februari, kementerian kesehatan memerintahkan isolasi terhadap 10.600 penduduk Son Loi selama 20 sejak lebih banyak kasus ditemukan.

Park menjelaskan, Hanoi mengaktifkan sistem respons mereka dengan mengintensifkan pengawasan, menggalakkan pengujian laboratorium.

Kemudian memastikan tidak ada infeksi di fasilitas kesehatan, menyegel informasi negatif atau hoaks, hingga kolaborasi dari berbagai sektor.

Wakil Menteri Kesehatan Nguyen Thanh Long pernah menuturkan pada Februari, belum ada vaksin yang ampuh untuk menyembuhkan virus corona.

Karena itu, mereka hanya mengandalkan prinsip dasar, di mana pekerja medis diharuskan mengikuti sejumlah protokol untuk menilai tingkat keparahan infeksi.

Pertama, dokter harus merawat orang yang menunjukkan gejala.

Kemudian pasien bakal mendapat level perawatan tinggi di mana mereka juga melakukan diet.

Baca: Restoran Amigos Tempat WNI dan WN Jepang Dansa Bakal Tutup Sementara, Pastikan Bebas dari Corona

Baca: Restoran Amigos, Tempat Dansa WNI Positif Corona dan WN Jepang Tegaskan Karyawannya Bebas Virus

Kemudian tahap ketiga menurut Nguyen adalah, tim medis harus terus memperhatikan tingkat penyerapan oksigen dalam darah si pasien.

Selain berjibaku di rumah sakit, Hanoi juga melakukan perlindungan kepada siswa dengan tetap meliburkan kegiatan belajar mengajar.

Jutaan murid dari 63 kota dan provinsi seantero Vietnam hingga saat ini masih belum bersekolah sejak ditutup pada Tahun Baru Imlek.

Vaksin Virus Corona Sedang Diracik di Laboratorium Militer AS

Laboratorium militer pemerintah Amerika Serikat (AS) sedang bekerja untuk mengembangkan vaksin virus corona Covid-19.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Mark Milley, pada Senin (2/3/2020).

"Laboratorium militer sedang bekerja keras, tidak hanya untuk membuat vaksin tapi juga hal-hal lainnya," katanya dalam pertemuan di Pentagon.

"Jadi kita akan lihat bagaimana perkembangannya dalam beberapa bulan ke depan," lanjutnya, dikutip dari Kompas.com.

Pria berusia 61 tahun asal Winchester ini juga mengungkapkan, salah satu laboratoriumnya berada di Fort Detrick, Maryland.

Pencegahan virus Corona
Pencegahan virus Corona (doktersehat.com)

Pejabat-pejabat tinggi di Kementerian Kesehatan AS mengatakan, vaksin akan siap 18 bulan lagi, dan sementara ini belum ada obat untuk virus corona tetapi pasien dapat menerima perawatan.

Peralatan pelindung dan alat uji sedang didistribusikan ke fasilitas militer AS. Prioritas distribusi selanjutnya adalah Semenanjung Korea, kata Milley.

Korea Selatan melaporkan 599 kasus baru Senin kemarin, membuat negara tuan rumah Piala Dunia 2002 ini mencatatkan total 4.335 kasus infeksi dan 26 kematian.

Dari jumlah kasus infeksi tersebut, 60 persennya terkait dengan Gereja Shincheonji, sebuah sekte sesat yang dipimpin Lee Man-hee.

Pemerintah kota Seoul telah meminta jaksa untuk menjerat Lee dan 11 pemimpin lainnya di gereja itu dengan pasal pembunuhan, setelah sekte Gereja Shincheonji menyerahkan daftar palsu anggotanya kepada pihak berwenang.

Sekte tersebut berdalih, para anggotanya akan menerima stigma sosial dan diskriminasi jika kepercayaan mereka diketahui publik.

"Jika mereka secara aktif mengambil langkah-langkah awal, kita bisa mencegah ledakan kasus Covid-19 di Daegu dan Provinsi Gyeongbuk Utara, juga kematian beberapa orang," keluh Wali Kota Seoul, Park Won-soon.

Baca: Takut Terinfeksi Virus Corona, Seorang Pria Emosi karena Penumpang Kereta Batuk Tanpa Gunakan Masker

Sementara itu jumlah kasus virus corona di AS sendiri telah meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Lebih dari 75 kasus telah dikonfirmasi, termasuk dua korban meninggal yang dilaporkan.

Pihak berwenang di seluruh Negeri "Uncle Sam" sudah bersiap jika muncul kasus infeksi virus corona baru.

Persiapan ini termasuk peningkatan persediaaan alat-alat tes.

(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas, Kompas.com/Ardi Priyatno Utomo/Aditya Jaya Iswara)





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved