TRIBUNNEWSWIKI.COM - 11 mitos tentang virus Corona yang wajib diketahui agar tak salah kaprah, tentang fungsi masker hingga hewan peliharaan.
Wabah Covid-19 yang dipicu oleh virus SARS-CoV-2 telah menginfeksi hampir 90.000 orang di seluruh dunia.
Yang terbaru, pada Senin (2/3/2020), Presiden Jokowi mengonfirmasi adanya dua kasus Covid-19 baru di Indonesia.
Sejak beredarnya informasi tentang virus corona, aneka kabar burung menyebar luas di dunia maya.
Namun, banjir informasi tanpa henti ini kadang sulit untuk memisahkan antara fakta dan mitos.
Berikut adalah 11 mitos atau rumor yang salah terkait wabah Covid-19 dan sebenarnya bisa berbahaya, dikutip dari Kompas.com :
1. Mitos: Masker wajah dapat melindungi diri dari virus
Wajib diketahui, masker bedah standar tidak dapat melindungi diri dari SARS-CoV-2.
Sebab, masker wajah tidak dirancang untuk memblokir partikel virus untuk mengenai wajah.
Meski demikian, masker dapat membantu mencegah orang yang terinfeksi menyebarkan virus ke orang lain dengan memblokir percikan partikel pernapasan yang dikeluarkan dari mulut.
Ini artinya, tidak semua orang perlu mengenakan masker.
Dilansir dari laman Forbes, spesialis pencegahan infeksi Eli Perencevich, MD, seorang profesor kedokteran dan epidemiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Iowa, mengatakan bahwa orang sehat tidak membutuhkan masker wajah jenis apa pun.
"Rata-rata orang yang sehat tidak perlu memakai masker. Tidak ada bukti bahwa memakai masker pada orang sehat akan melindungi diri dari virus," kata Perencevich.
Baca: Restoran Paloma Bantah Wanita Positif Virus Corona Jadi Anggota Komunitas Dansa : Tamu Biasa
Baca: Restoran Amigos Tempat WNI dan WN Jepang Dansa Bakal Tutup Sementara, Pastikan Bebas dari Corona
Perencevich pun mengatakan, pemakaian masker yang salah seperti sering menyentuh wajah saat memakai masker dapat meningkatkan risiko infeksi.
Perencevich menjelaskan, banyak orang membeli masker dengan asumsi menghentikan virus mencapai mulut atau hidung mereka yang tersebar melalui udara.
Padahal, virus corona ditularkan melalui tetesan, bukan melalui udara.
2. Mitos: Kecil kemungkinan kena virus SARS-CoV-2
Belum tentu. Para ilmuwan telah menghitung angka reproduksi dasar atau disebut R0 (diucapkan R-nol).
R0 memprediksi jumlah orang yang dapat tertular virus dari satu orang yang terinfeksi.
Saat ini, R0 untuk SARS-CoV2--virus penyebab penyakit Covid-19--diperkirakan sekitar 2,2. Artinya, satu orang yang terinfeksi dapat menginfeksi sekitar 2,2 orang lainnya.