Mitos Virus Corona yang Tak Perlu Dipercaya, Soal Paket dari China Tak Aman hingga Kematian

Tak sedikit berita beredar dijagat maya mengenai wabah virus corona. Berikut mitos-mitos yang tak perlu lagi dipercaya.


zoom-inlihat foto
bentuk-virus-corona.jpg
Kompas.com
Bentuk Virus Corona di dalam tubuh manusia yang dilihat melalui mikroskop canggih


Sekitar 13,8 persen melaporkan penyakit parah, yang berarti mereka mengalami sesak napas, atau membutuhkan oksigen tambahan, dan sekitar 4,7 persen kritis.

Ini berarti, mereka menghadapi kegagalan pernapasan, kegagalan multi-organ atau syok septik.

Data sejauh ini menunjukkan bahwa hanya sekitar 2,3 persen orang yang terinfeksi Covid-19 meninggal akibat virus.

Orang-orang yang lebih tua atau memiliki kondisi kesehatan buruk tampaknya paling berisiko mengalami penyakit parah atau komplikasi.

6. Mitos: Hewan peliharaan dapat menyebarkan virus SARS-CoV-2

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tidak ada bukti bahwa hewan peliharaan, seperti kucing dan anjing, dapat terinfeksi virus corona, apalagi menyebarkannya ke manusia.

"Yang paling penting adalah mencuci tangan dengan sabun dan air setelah kontak dengan hewan peliharaan," catat WHO.

Tindakan itu melindungi Anda dari bakteri umum, termasuk E.coli dan Salmonella, yang dapat menyebar dari hewan peliharaan dan manusia.

7. Mitos: Anak-anak tak akan terkena Covid-19

Anak-anak pasti dapat terkena Covid-19, meski beberapa statistik awal menunjukkan bahwa anak-anak lebih kecil kemungkinan tertular virus daripada orang dewasa.

Sebuah studi China dari Provinsi Hubei menemukan bahwa lebih dari 44.000 kasus Covid-19, sekitar 2,2 persen melibatkan anak-anak di bawah usia 19 tahun.

Sebaliknya, anak-anak lebih cenderung tertular influenza pada tahun tertentu dibandingkan dengan orang dewasa.

Dilaporkan Live Science, jumlah kasus virus corona yang didiagnosis pada anak-anak mungkin dianggap remeh, dalam studi kasus dari China, anak-anak tampaknya kecil kemungkinan mengembangkan penyakit yang lebih parah.

Dengan demikian, sangat mungkin bahwa banyak anak dapat terinfeksi dan menularkan penyakit ini tanpa menunjukkan banyak gejala.

8. Mitos: Gejala Covid-19 mudah dikenali

Hal ini tidak benar.

Covid-19 menyebabkan berbagai gejala, banyak di antaranya muncul seperti penyakit pernapasan lain, termasuk flu dan pilek.

Secara khusus, gejala umum Covid-19 termasuk demam, batuk dan kesulitan bernapas, serta gejala yang lebih jarang, termasuk pusing, mual, muntah, dan pilek.

Dalam kasus yang parah, penyakit ini dapat berkembang menjadi penyakit seperti radang paru-paru yang serius.

Namun, pada awalnya, orang yang terinfeksi mungkin tidak menunjukkan gejala sama sekali.





Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved