TRIBUNNEWSWIKI.COM - Karena kontak langsung dengan 2 pasien virus corona, kini 73 warga Depok dalam pantauan, mayoritas perawat.
Presiden Joko Widodo baru saja mengumumkan adanya dua warga negara Indonesia yang positif tertular virus corona pada Senin (3/2/2020).
Hal tersebut dibenarkan oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.
Bahkan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengungkapkan dua warga Indonesia yang dinyatakan positif corona tinggal di wilayah Depok, Jawa Barat.
"Daerah Depok," kata Terawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2020).
Terawan juga mengungkapkan jika saat ini dua WNI tersebut tengah dirawat di Rumah Sakit Pusat Inveksi Sulianti Saroso, Jakarta.
Baca: Sempat Berinteraksi dengan 2 WNI Positif Corona, 73 Petugas Medis RS Mitra Keluarga Dirumahkan
Baca: Menkes Terawan Ungkap 2 WNI Positif Virus Corona dan WN Jepang Ternyata Punya Hubungan Dekat
Setelah konfirmasi tersebut, giliran Wali Kota Depok, Mohammad Idris yang membenarkan dua warganya positif terjangkit virus corona.
Dalam konferensi persnya, Idris mengatakan warganya yang positif virus corona tinggal di salah satu perumahan di Sukmajaya, Depok.
Lanjut Idris, korban sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok.
Diduga, ada lebih dari 50 orang yang juga terindikasi corona di Rumah Sakit tersebut lantaran berinteraksi dengan korban.
"Yang positif corona ada dua orang, yang terindikasi diatas 50 orang. Yang diatas 50 orang ini yang kontak langsung dengan korban," ujar Idris di Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Senin (3/3/2020).
Idris berujar, dari 50 orang lebih tersebut diantaranya merupakan perawat yang ada di rumah sakit.
Saat ini, perawat tersebut pun sudah diistirahatkan dari pekerjaannya sementara.
Terakhir, Idris mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi mencari data dan kediamaan 50 orang lebih yang terindikasi virus corona.
Dilansir oleh Kompas.com, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Hardiono kini mengonfirmasi 73 orang kini dalam pemantauan Pemerintah Kota Depok terkait penyebaran virus corona (SARS-CoV-2) yang menyebabkan penyakit covid-19.
"Dilakukan terus-menerus, monitor terus. Rumah Sakit Mitra total mendata sekitar 73 orang, 40 orang dengan gejala pilek, batuk, dan demam, sementara tanpa gejala itu ada 33 orang," kata Hardiono kepada wartawan, Senin (2/3/2020).
"Kami akan melakukan tracing terhadap pasien-pasien yang hadir di Mitra tempo hari sampai dengan sekarang," lanjutnya.
Hardiono melanjutkan, 73 orang tersebut kini masih dalam tahap observasi.
Jika keadaan memburuk, mereka akan dirawat secara terisolasi untuk kemudian dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso.
Hardiono jug menjelaskan jika Pemerintah Kota Depok telah menyiapkan hotline khusus untuk mengantisispasi penyebaran virus corona.
"Kami buat menggunakan call center 112 yang ada di kota Depok jadi untuk hotline covid-19 melalui call center," tutup Hardiono.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah mengumumkan terdapat dua orang Indonesia yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona.
Dua orang tersebut tertular dari warga negara Jepang yang berkunjung ke rumah mereka di Depok.
Warga Jepang itu baru terdeteksi positif corona setelah meninggalkan Indonesia dan tiba di Malaysia.
Baca: Wasiat Rasulullah SAW saat Menghadapi Wabah Penyakit Seperti Virus Corona: Lebih Mendekat pada Allah
Baca: Viral Mpon-mpon Disebut Bisa Tangkal Virus Corona, Begini Penjelasan Ahli Kesehatan
Diberitakan oleh Kompas.com, warga Jepang tersebut terdeteksi terjangkit virus corona setalah meninggalkan Indonesia dan tiba di Malaysia.
Tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun melakukan penelusuran.
Setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut, Kemenkes pun memastikan dua warga Depok ibu (64) dan puterinya (31) positif virus Corona.
Hal ini menandai kasus virus corona pertama yang dikonfirmasi di Indonesia.
Terkait hal ini, Terawan mengimbau masyarakat agar tidak paranoid dalam menghadapi kasus virus corona.
Menurutnya, paranoid justru akan menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga lebih gampang terserang penyakit.
"Imunitas akan turun jika kekhawatiran berlebihan yang tidak pada tempatnya. Itu membuat imunologis kita turun, psikoneuro imunologis," kata Terawan di RS Sulianti Saroso, Jakarta, Senin (2/3/2020), seusai menengok dua pasien positif Corona.
Terawan menambahkan, jika imunitas warga Indonesia menurun, tanpa sadar akan membuat ketahanan kesehatan nasional menurun.
Terawan menegaskan, tidak semua orang yang kontak langsung dengan pasien positif Corona akan tertular.
"Tidak semua yang kontak akan sakit. Yang sakit yang imunitas tubuhnya rendah. Itu yang harus menjadi prinsip," ujar Terawan.
Ia lantas mengimbau kepada warga untuk lebih fokus meningkatkan imunitas tubuh agar terhindar dari penyakit Corona.
Baca: Benarkah Penularan Corona Terjadi dalam Sekali Kontak langsung? Ini Penjelasannya
Baca: Asal Muasal 2 Warga Indonesia Positif Corona, Tertular Gara-gara Dansa, Kemudian Batuk-batuk
(TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma)(Kompas.com/Vitorio Mantalean)(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Al Farid)