TRIBUNNEWSWIKI.COM - Inilah bedanya gejala virus corona dan flu biasa, gejalanya mirip namun ada perbedaan mencolok.
Presiden Joko Widodo baru saja mengumumkan adanya dua warga negara Indonesia yang positif tertular virus corona pada Senin (3/2/2020).
Hal tersebut dibenarkan oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.
Bahkan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengungkapkan dua warga Indonesia yang dinyatakan positif corona tinggal di wilayah Depok, Jawa Barat.
"Daerah Depok," kata Terawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2020).
Terawan juga mengungkapkan jika saat ini dua WNI tersebut tengah dirawat di Rumah Sakit Pusat Inveksi Sulianti Saroso, Jakarta.
Baca: Kontak Langsung 2 Pasien Virus Corona, 73 Warga Depok Dalam Pantauan, Mayoritas Perawat
Baca: Ridwan Kamil Yakinkan Rumah 2 Warga Positif Corona di Depok Bebas Virus
Kini banyak masyarakat yang khawatir dengan penularan virus corona ini.
Pasalnya virus Corona menyerang melalui sistem pernafasan sehingga memiliki gejala yang mirip dengan sakit flu biasa.
Meski memiliki gejala yang mirip namun virus Corona lebih berbahaya dan berakibat fatal hingga menyebabkan kematian.
Dirangkum dari Alodokter, berikut adalah perbedaan gejala flu biasa dnegan virus corona yang perlu kita ketahui:
Perbedaan Gejala Antara Flu Biasa dengan Virus Corona
Flu Biasa
Flu Biasa umumnya terjadi ketika rhinovirus menyerang saluran pernafasan.
Sehingga keluhan muncul pada hidung dan tenggorokan.
Gejala yang muncul seperti:
- Bersin-bersin
- Hidung tersumbat dan berair
- Sakit tenggorokan
- Sakit kepala ringan
- Batuk
- Demam (jarang)
- Gejala-gejala tersebut biasanya muncul 1-3 hari setelah tertular dari orang lain.
COVID-19
Sama seperti rhinovirus, virus Corona juga menginfeksi saluran pernapasan.
Sehingga memiliki gejala mirip dengan flu biasa.
Namun tiga gejala utama COVID-19 adalah:
- Demam tinggi
- Batuk
- Sesak napas
- Tak hanya itu pasien COVID-19 juga akan mengalami gejala lain seperti nyeri otot, nyeri kepala, nyeri tenggorokan, pilek, diare, mual, dan muntah.
Pada kasus yang terparah, infeksi COVID-19 bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti sindrom gangguan pernapasan akut, pneumonia (infeksi paru) yang berat, edema paru, dan kegagalan fungsi organ-organ tubuh, misalnya ginjal.