Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Layangan, layang-layang, atau wau (di sebagian wilayah Semenanjung Malaya) adalah sebuah lembaran bahan tipis berkerangka yang diterbangkan ke udara dan terhubungkan dengan tali atau benang ke daratan atau pengendali.
Dalam bahasa Inggris, layang-layang dikenal dengan sebutan kite, nama ini diambil dari nama burung pemangsa yang anggun dan lemah gemulai kepak sayapnya saat terbang.
Permainan tradisional ini memanfaatkan kekuatan hembusan angin untuk mengangkatnya atau menerbangkannya.
Selain dikenal sebagai sebuah permainan, layang-layang diketahui memiliki fungsi ritual, alat bantu memancing atau menjerat, menjadi alat bantu penelitian ilmiah, serta media energi alternatif. (1)
Layang-layang terbang ke udara berkat gaya-gaya aerodinamika dari gerakan relatifnya terhadap angin.
Angin relatif itu ditimbulkan oleh aliran udara alamiah atau tarikan layang-layang lewat benang penghubung.
Baca: Congklak
Baca: Pantai Srau
Asal Usul #
Belum diketahui pasti kapan layangan mulai dikenal di Indonesia karena belum terdapat sumber sejarah yang pasti.
Dalam Beberapa rangkaian relief cerita pada candi, sekilas hanya menampilkan layang-layang berupa bagian dari tumbuhan yang diterbangkan oleh seutas tali.
Pada awal abad 21, terdapat penemuan sebuah lukisan yang ada di sebuah gua di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara.
Lukisan tersebut memberikan kesan seseorang sedang memainkan layang-layang, oleh karena itu timbul spekulasi bahwa permainan ini telah lama muncul di nusantara.
Di Indonesia banyak ditemukan bentuk-bentuk primitif layang-layang yang terbuat dari daun-daunan.
Dalam kawasan nusantara sendiri, catatan pertama mengenai layang-layang ada dari Sejarah Melayu (Sulalatus Salatin) dari abad ke-17 yang menceritakan sebuah festival layang-layang yang diikuti oleh seorang pembesar kerajaan.
Menurut sumber lain, layang-layang pertama kali dikenal sekitar 3.000 tahun yang lalu di China, di sana layang-layang disebut sebagai "rajawali kertas."
Dari China, layang-layang mulai disebarluaskan ke negara Asia lain, seperti Korea, Jepang, Malaysia, dan India.
Terdapat kisah menarik mengenai layang-layang dari negeri tirai bambu tersebut, konon pada masa pemerintahan Dinasti Han (200SM-200M), militer China menempelkan potongan batang bambu pada layang-layang mereka.
Ketika layang-layang melintasi pasukan musuh, angin yang menerobos rongga bambu pada layang-layang mengeluarkan bunyi siulan.
Hal tersebut mungkin karena jumlah layang-layang yang diterbangkan banyak, siulannya menjadi suara gemuruh dan ini membuat musuh panik dan membuat mereka melarikan diri.
Layang-layang kemudian menyebar hingga ke Selandia Baru.
Pendapat lain mengatakan, layang-layang ditemukan pada abad ke-5 Sebelum Masehi oleh ilmuwan Yunani dan Tarentum.
Bentuk layang-layang di Eropa mulai berkembang pada abad pertengahan (1100-1500).
Salah satunya dikembangakan dengan panji-panji militer serupa kantung penangkap angin.
Baru pada tahun 1500-an muncul bentuk jajaran genjang yang kemudian menjadi populer di Eropa. (2)
Baca: Persik Kediri
Baca: Bakpia Kukus Tugu Jogja
Jenis-jenis #
Pada dasarnya layang-layang dikelompokan menjadi beberapa jenis, yaitu:
- Layang-layang melengkung
Jenis ini memerlukan ekor untuk menimbulkan tahanan dan merpertahankan tegaknya arah terbang.
Layang-layang kotak berbentuk tiga dimensi ditemukan oleh Lawrence Hargrave dari Australia tahun 1893.
Layang-layang delta
Nenek moyang alat terbang layang ini bentuknya berupa dua permukaan segitiga yang bertemu di satu sisi dengan membentuk sudut.
Sirip sekaligus lunas penyeimbang ini berfungsi sebagai kekang kendali yang langsung tersambung dengan benang.
- Layang-layang fleksibel
Jenis ini memang tanpa rangka, sehingga tiap bagian disambung dengan dijahit atau dilem sampai bentuk bisa melayang.
Salah satunya parafoil kain yang serupa parasut. (1)
Baca: Michael Jordan
Baca: Hosni Mubarak
Cara Pembuatan #
Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk membuat layang-layang sederhana:
Siapkan kertas, benang, buluh bambu, gunting, spidol, selotip, dan penggaris.
Siapkan empat lembar kertas ukuran HVS atau folio, yang akan jadi kertas layangan.
Kemudian buluh dari potongan bambu.
Jika tidak ada, bisa menggunakan lidi yang agak tebal dan kokoh, atau bisa juga dengan tusuk sate.
Gunting, spidol, dan penggaris dipakai untuk membentuk layangan.
Sementara selotip digunakan untuk merekatkan kertas.
Ambil kertas untuk membuat bentuk layang-layang.
Dengan empat lembar kertas berukuran sama, buat keempatnya jadi susunan 2x2
Gunakan selotip untuk menyambungkan kertas satu dengan kertas lainnya.
Terdapat teknik untuk menyelotip, selotip pendek dua kertas bagian bawah, bolak-balik, dan tersambung, lalu lanjutkan dengan bagian atas.
Jika bagian atas dan bawah telah tersambung, selotip panjang dari atas kertas hingga ke bawah.
Pastikan kertas terpasang dengan baik, sambung dua kertas sisanya lagi, membentuk susunan 2x2.
Keempat kertas telah tersambung, gunting keempat sudutnya hingga membentuk bangun layang-layang.
Setelah kertas direkatkan, terlihat pola salib dari hasil rekatan tersebut.
Kemudian ini saatnya memotong keempat sudutnya menjadi bangun layang-layang.
Buatlah bentuk layang-layang sedikit lebih panjang di bagian bawah, kira-kira 7,62 cm dari titik puncak, di mana sudut kanan dan kiri layangan berada.
Gunakan penggaris untuk mengukur agar rapi.
Siapkan buluh dan ikat jadi satu sebagai kerangka layangan.
Buluh diikat membentuk salib dan mengikuti ukuran dari bagian tengah kertas yang telah dipotong sebelumnya.
Agar ukurannya sama, sejajarkanlah dulu buluh ini dengan kertas tadi.
Jika ukurannya sudah sesuai, ikat kencang buluhnya di bagian persilangan salib.
Untuk jenis benang, Anda bebas memilih asalkan ikatan tidak mudah lepas.
Lalu, jangan menggunakan tali sebab terlalu tebal dan berat untuk terbawa angin.
Jika Anda merasa malas mencari buluh bambu untuk dipotong, tusuk sate bisa menjadi solusinya.
Buat lubang kecil di setiap sudut kertas layangan dengan hati-hati dan teliti.
Buatlah lubang kecil berbentuk layang-layang di keempat sudut kertas.
Pastikan lubangnya tidak terlalu besar, karena lubang ini akan dimasuki buluh, benang dan juga pita.
Mulailah dengan memasukkan benang lewat setiap lubang dan ikatkan pada ujung-ujung buluh.
Sisakan tambahan pada bagian atas untuk memasukkan pita.
Ikat buluh di sisi kiri & kanan dengan benang yang sama secara horizontal.
Awali dengan mengikat tali di buluh secara horizontal.
Ambil satu sisi benang dan gunakan untuk mengikat buluh di sisi kiri dengan kertas.
Jika sudah terikat, sisa benang dibentangkan menuju ke buluh di kanan.
Gunakan lagi untuk mengikat buluh di lubangnya.
Maka, Anda akan mendapati seutas tali horizontal di bagian tengah, lalu giliran Anda mengikat buluh di sisi atas dengan lubangnya.
Jika sudah, sisa benangnya bisa dibentangkan ke arah bawah, lalu ikatkan dengan benang horizontal tadi, tepat di atas persilangan buluh.
Kemudian sisa benangnya jangan dipotong melainkan bisa langsung dipakai untuk mengulur layangan saat semakin terbang tinggi.
Pasangkan pita pada sudut layangan atau tambahkan aksesoris agar layangan terlihat estetis.
Pita yang sudah disiapkan, bisa diikatkan pada keempat sudut layang-layang.
Pita ini berfungsi sebagai ekor yang indah dilihat saat melayang di udara.
Anda juga bisa menambahkan seutas aksesoris yang lain di ujung layang-layang.
Fungsinya untuk menambah kemampuan melayang, jadi pastikan tidak terlalu berat.
Layang-layang telah siap dimainkan, cari tempat yang anginnya berhembus dan mulailah tes hasil karya Anda!
Mintalah seseorang untuk memegang layangan, sementara Anda mengontrol talinya.
Ketika angin yang cukup kencang mengarah pada Anda, larilah dan minta seseorang untuk melepaskan layangan pelan-pelan.
Maka, layangan akan mengudara dan naik secara perlahan-lahan.
Jika penerbangan Anda tidak mulus, kemungkinan harus ada bagian yang diperbaiki.
Oleh karena itu, siapkan selotip dan gunting untuk menambal bagian tertentu. (3)
(Tribunnewswiki.com/Ron)
| Nama | Layang-layang |
|---|
| Definisi | Permainan Tradisional |
|---|
| Jumlah Pemain | Satu orang |
|---|
Sumber :
1. news.mypangandaran.com
2. hurahura.wordpress.com
3. www.idntimes.com