Kasus Covid-19 di Korea Selatan Terus Melonjak, Bayi Berusia 45 Hari Dinyatakan Positif Corona

Seorang bayi berusia 45 hari dinyatakan positif terinfeksi corona. Sang bayi dan ibu kini dikarantina dan dirawat di kediaman keduanya di Gyeongsan.


zoom-inlihat foto
virus-coronaaaaa2.jpg
Kompas.com, Hai.Grid.id
Gambar mikroskop elektron transmisi menunjukkan coronavirus baru yang muncul dari permukaan sel manusia. Seorang bayi berusia 45 hari dinyatakan positif terinfeksi corona. Sang bayi dan ibu kini dikarantina dan dirawat di kediaman keduanya di Gyeongsan.


Wabah virus corona di Korea Selatan

Jumlah pasien terinfeksi corona semakin bertambah setiap harinya.

Dari data yang dirilis SCMP pada Minggu, (1/3/2020), kasus yang terkonfirmasi mencapai 86,529 penderita secara global.

Dari angka tersebut, total orang yang meninggal akibat Covid-19 mencapai 2.979 jiwa.

Meskipun demikian, angka kesembuhan juga terus meningkat yang kini mencapai 41.958 pasien dinyatakan telah pulih.

Sebanyak 61 negara telah mengkonfirmasi adanya temuan infeksi virus corona.

Di mana 5 urutan negara terbanyak dengan kasus Covid-19 adalah China, Korea Selatan, Italia, Iran dan Jepang.

Kondisi Korea Selatan pascawabah virus corona

Pejabat kesehatan Korea Selatan menyemprotkan desinfektan di depan sebuah rumah sakit di mana total 16 infeksi sekarang telah diidentifikasi dengan virus corona COVID-19, di daerah Cheongdo dekat kota tenggara Daegu pada 21 Februari 2020. Kasus koronavirus Korea Selatan hampir dua kali lipat dari 21 Februari, naik di atas 200 dan menjadikannya negara yang paling parah terkena dampak di luar China ketika jumlah infeksi yang terkait dengan sekte keagamaan melonjak.
YONHAP / AFP
Pejabat kesehatan Korea Selatan menyemprotkan desinfektan di depan sebuah rumah sakit di mana total 16 infeksi sekarang telah diidentifikasi dengan virus corona COVID-19, di daerah Cheongdo dekat kota tenggara Daegu pada 21 Februari 2020. Kasus koronavirus Korea Selatan hampir dua kali lipat dari 21 Februari, naik di atas 200 dan menjadikannya negara yang paling parah terkena dampak di luar China ketika jumlah infeksi yang terkait dengan sekte keagamaan melonjak. YONHAP / AFP (YONHAP / AFP)

Saat ini, hiruk pikuk Korea Selatan cukup menurun pascawabah virus corona melanda negeri gingseng tersebut.

Dilansir oleh Kompas.com, KCDC mengatakan, lebih dari 85 persen kasus virus corona di Korea Selatan terjadi di Daegu dan Provinsi Gyeongsang Utara

Di antara para penderita yang dinyatakan positif terkena virus, 80 persen dapat diobati karena memiliki gejala ringan.

Keterangan tersebut disampaikan oleh Menteri Kesehatan Kim Gang-lip, dan menambahkan bahwa sisanya akan memerlukan perawatan lebih lanjut di rumah sakit.

Kini jalan-jalan di Daegu sebagian besar telah sepi selama berhari-hari, terlepas dari antrean panjang di beberapa toko yang menjual masker.

Pihak berwenang telah mendesak masyarakat untuk berhati-hati dan siapa saja yang menderita demam atau gejala pernapasan agar tinggal di rumah.

Meski begitu, pemerintah setempat mengatakan mereka tidak melakukan karantina di seluruh kota, seperti yang dilakukan di Wuhan, China.

Lonjakan jumlah kasus infeksi yang besar ini menyebabkan banyak acara dibatalkan atau ditunda.

Konser boyband BTS harus dibatalkan, sedangkan Kejuaraan Dunia Tenis Meja Tim  diundur penyelenggaraannya.

Musim ajaran baru di sekolah juga diundur satu minggu secara nasional, sedangkan di Daegu diundur tiga minggu.

Tentara militer AS dan Korea Selatan turut terkena dampaknya.

Mereka harus menunda latihan bersama yang awalnya direncanakan beberapa hari ke depan.





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved